Langsung ke konten utama

Bantah Miliki Utang yang Disebut Demonstran, PH: Ini Pencemaran Marwah H Bistamam

Bistaman orangtua Karmila Sari, anggota DPRD Riau, membantah pernyataan demonstran yang datang ke rumahnya dan menyebutkan dirinya memiliki utang sebesar Rp473 juta. Ia menilai kedatangan demonstran tersebut sebagai upaya mencemarkan nama baiknya.

Hal ini ditegaskan H Bistamam melalui Kuasa Hukumnya Eva Nora SH, Selasa (30/5). Dikatakan Eva Nora, peristiwa ini bermula dari adanya kesepakatan kerjasama operasional dengan PT Rimba Raya milik H Tarmizi dalam proyek peningkatan jalan di Dalu-Dalu Kabupaten Rokan Hulu yang bersumber dari APBD Riau tahun 2014 lalu.

Pekerjaan ini Desember 2014 sudah selesai dan sudah dilakukan audit oleh BPK dan diterima oleh Dinas PU Provinsi Riau. "Karena ini KSO maka ada pembagian dan pembagian sudah selesai  sesuaii dengan hak dan kewajiban masing-masing," ujarnya.

Namun belakangan, setelah dihitung-hitung, PT Rimba Raya merasa ada selisih.PT Rimba Raya selaku pensupply barang memasukkan barang melebihi kontrak yang ditandatangani dengan Dinas PU, sehingga ada selisih penghitungan karena ada kelebihan tersebut. Namun saat itu disepakati pembayaran kepada PT Rimba Raya yang dimiliki H Tarmizi sebesar Rp152 juta dan sudah dibayarkan.

"Namun tanggal 6 September 2015 H Tarmizi merasa masih kurang ada kekurangan sekitar Rp 300 an juta dikurangi Rp152 juta yang telah dibayar sebelumnya. Karena merasa H Tarmizi adalah teman dan memang ingin menyelesaikan secara kekeluargaan dan tidak ribut, akhirnya H Bistamam dan H Tar sepakat membayar lagi sebesar Rp211 juta. Setelah ada kesepakatan kemudian keduanya menyatakan sudah selesai dan berpelukan dan cipika-cipiki. Bahkan disebutkan persoalan sudah selesai dunia akhirat," ujar Eva Nora, yang diiyakan oleh H Darmawi, salah seorang saksi teman keduanya yabg hadir pada saat itu.

Sekitar tanggal 28 September 2015 lanjut Eva Nora, H Bistamam mebtransfer uang sebesar Rp211 juta tersebut langsung ke rekening H Tar, sesuai komitmen pada tabggal 6 September 2015 sebelumnya. "Sejak saat itu tidak ada komplain dari H Tar bahwa uang tersebut kurang, tidak ada somasi dan juga tidak ada pengembalian uang. Hingga akhirnya ada aksi beberapa orang yang mengaku karyawan H Tar yang melakukan aksi di rumah H Bistamam", ujarnya.

"Atas tindakan H Tar bersama beberapa orang anggotanya tersebut, H Bistamam merasa tidak terima, merasa nama baiknya dicemarkan. Apalagi aksi tersebut dilakukan di rumah pribadinya tanpa ada izin. Ini jelas sudah melanggar pasal pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (20/5), diseruduk sejumlah karyawan PT Rimba Raya. Mereka menagih hutang Bistaman sebesar Rp473 juta yang belum dibayar sejak tahun 2014 lalu.

Karyawan PT Rimba Raya ini tiba di rumah Bistaman sekitar pukul 17.00 WIB, mereka melakukan orasi dan membawa spanduk dari karton yabg bertulikan “Tolong Segera Bayar Hutang Bapak, Kami Sudah Lana Menubggu”

Aksi ini sempat mengundang perhatian masyarakat sekitar. Mereka berdatangan untuk mengetahui apa gerangan yang terjadi.

Ucok, juru bicara karyawan PT Rimba Raya dalam aksi tersebut, meminta agar H Bustaman selaku pemilik tiga perusahaan Karmila Grup, yakni PT Karmila Jaya, PT Riau Bina Makmur dan PT Karya Jaya Grup, segera membayar hutangnya kepada PT Rimba Raya, tempat para demonstran bekerja sebesar Rp473 juta yang sudah tiga tahun tidak dibayar. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...