Langsung ke konten utama

Boyong ASN dan THL Pemko Hadiri APEKSI di Malang, RCW Minta Anggaran Perjalanan Diaudit

Lembaga anti korupsi Riau Corruption Watch, meminta Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan audit anggaran perjalanan dinas memboyong banyak Aparatur Sipil Negara dan Tenaga Harian Lepas (THL) untuk menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Kota Malang, Jawa Timur, sejak Selasa (18/7) lalu.

Menurut Mayandri Suzarman, Direktur RCW, meski pertemuan Apeksi dinilai penting namun langkah yang dilakukan walikota  membawa banyak orang sangat mubazir. Suatu bentuk menghambur-hamburkan Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru. Seharusnya walikota hanya membawa ASN yang berkompeten dan berkaitan langsung dengan Apeksi, sehingga hasil pertemuan bisa direalisasikan di Kota Pekanbaru. Hal itupula sekaligus membuktikan walikota tidak bersimpati terhadap Kota Pekanbaru yang saat ini sedang dilanda krisis anggaran.

"Kami minta dilakukan audit terhadap pemborosan anggaran yang dilakukan, kalau memang THL yang berangkat memakai dana sendiri dan bisa dibuktikan, silakan saja. Tapi kalau tidak, itu artinya Pemko sudah melakukan pemborosan dan harus dilakukan audit, kalau ada temuan harus ditindak lanjuti secara hukum. Harusnya Pemko menghemat anggaran sesuai dengan arahan pemerintah pusat, tapi yang terjadi justru sebaliknya," jelasnya.

Kepala Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Hadiyanto, dikonfirmasi, menjelaskan, kehadiran pejabat Pemko di rangkaian kegiatan Rakernas Apeksi 2017 tersebut sesuai dengan undangan panitia. Dalam hal itu Walikota Malang memang melibatkan banyak OPD karena banyaknya agenda. Dimulai dari welcome dinner, Rakernas, pawai budaya, Indonesia City Expo, penanaman pohon,ladies program.

"Hanya OPD yang terlibat dalam rangkaian kegiatan itu yang ditugaskan menjadi delegasi Pemko dan tidak lebih dari 30 persen dari pejabat Esselon II dan III. Alhamdulillah tidak mengganggu pelayanan publik di Pekanbaru tetap berjalan lancar. Kalau masalah THL yang berangkat hanya yang mendapat surat tugas dari Bagian Humas Protokol, karena kita memang kekurangan tenaga PNS. Keberangkatan resmi delegasi Pemko seluruhnya berdasarkan surat tugas oleh pimpinan dan semua yang ditugaskan memiliki tanggungjawab masing- masing. Apabila ada yang berangkat diluar tugas, mereka tidak menggunakan dan APBD," kata Hadiyanto.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Riau, Saiman Pakpahan, menyebut persoalan keberangkatan bukan terletak pada legal atau tidaknya. Tetapi ketika ASN dan THL berangkat dengan jumlah yang banyak pasti berdampak terganggu pelayanan publik.

"Ini bukan persoalan legal birokratik, ini persoalan dasar, sementara agenda kegiatan yang dihadiri tidak ada hubungannya dengan rakyat yang akan dilayani, pemborosan. Dengan begitu kita menduga ini sebagai balas budi walikota saat Pilkada kemarin," tegas Saiman.

Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Triono Hadi, juga melontarkan pernyataan yang sama bahkan meyakini anggaran yang digunakan berasal dari APBD Pekanbaru. Perilaku boros menggunakan anggaran rakyat itu menunjukkan masih belum pahamnya pejabat pemerintah etrhadap arti efisiensi keuangan daerah.

"Bayangkan saja, jika ada 10 pejabat eselon II dan III yang ikut untuk 2 sampai 3 hari, maka paling tidak satu pejabat menggunakan biaya anggaran mulai dari Pesawat, akomodasi (penginapan), uang harian, transport lokal, bisa mencapai Rp9-10 juta per orang. Artinya jika ada 10 pejabat eselon II dan 10 pejabat eselon III, sedikitnya pengeluaranya perjalanan dinasnya mencapai Rp200 juta. Semestinya, hal seperti ini tidak mesti terjadi lagi, pada saat banyak pemerintah yang sedang mengeluhkan sulitnya keuangan daerah," kata Triono. (her)

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...