Langsung ke konten utama

PR Star City Positif Narkotika, Karaoke Koro-Koro Langgar Izin

Tempat hiburan Koro-Koro Family Karaoke, Cafe & Bilyard menyalahi izin operasional. Tempat hiburan ini beroperasi melebihi jam tayang yang telah ditetapkan, dan menjual minuman keras.

Hal itu diketahui dari razia yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau bersama Satuan Polisi Praja Provinsi Riau, Jumat (21/7) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.

Kala itu, kendaraan pengunjung masih memenuhi halaman tempat hiburan yang terletak di Jalan HR Soebrantas Panam, Pekanbaru itu. Memasuki bangunan Koro-Koro, petugas langsung menyisir setiap ruangan untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan narkotika di tempat tersebut.
Pengunjung yang dicurigai, langsung diminta untuk melakukan tes urine. Sementara, pihak Satpol PP Riau memeriksa identitas kependudukan dari masing-masing pengunjung.

Kepada Haluan Riau, Manager Operasional Koro-Koro, Hary, mengakui kalau pihak beroperasi melebihi waktu yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Pekanbaru, yakni hingga pukul 22.00 WUB.
Diakuinya, kalau pihaknya beroperasi hingga pukul 02.00 WIB dini hari. Malah, di akhir pekan, Koro-Koro buka hingga pukul 03.00 WIB.

"Sesuai izin sih gak. Izinnya itu jam 10.00 WIB. Hari biasa, ya gini (sampai pukul 02.00 WIB, red). Kalau malam minggu jam 02.30 hingga jam 03.00 WIB," ungkap Hary.
Di tempat yang sama, Receptionis Koro-Koro, Desi Septia M, menyebut kalau tempat tersebut memiliki puluhan room atau kamar karaoke. Harga room, sebutnya, tergantung tipe masing-masing room.
"Di lantai 2 ada 6 room, lantai 3 ada 52 room, lantai 4 ada 18 room. Juga ada room VIP biliar sebanyak 5 room. Untuk harganya tergantung tipe roomnya," terang Desi.

Lebih lanjut, Desi menyebut kalau sebagai resepsionis, dirinya bekerja berdasarkan shift. Untuk pagi, katanya, dimulai pukul 10.00 WIB. Saat ditanya, apakah dirinya mengetahui kalau jam operasional tempatnya bekerja melanggar aturan yang telah ditetapkan. "Saya gak tahu itu. Saya disuruh kerja, ya kerja," pungkasnya.

Terjaring

Sementara, dalam kegiatan yang dimulai sejak Kamis malam itu, BNNP Riau berhasil mengamankan 9 orang yang diduga sebagai pemakai narkotika. Mereka diamankan dari sejumlah tempat yang didatangi. Selain itu, 15 pasangan mesum juga dijaring dan diproses.

Ke-15 pasangan mesum itu, terjaring di Wisma Bintang Lima, yang berada di Jalan Arifin Ahmad. Selain pasangan mesum, ?operasi yang melibatkan Polisi, TNI, AURI dan Satpol PP ini, juga mengamankan 9 orang yang positif narkotika, dan 9 orang yang tidak memiliki identitas.

"15 pasangan yang bukan suami istri dan 9 orang yang tidak memiliki identitas, kita serahkan ke Satpol PP Provinsi Riau untuk diproses. Sedangkan 9 orang yang positif narkotika sedang kita lakukan pendalaman. Dari mana mereka mendapatkan barang haram itu," ungkap Kepala Bidang Penindakan dan Pemberantasan BNNP Riau, AKBP Haldun, Jumat subuh.

Tidak hanya itu, BNNP Riau juga mengamankan senjata api jenis Softgun dan sebuah samurai. "Barang itu, kita temukan di mobil milik seseorang yang positif. Terkait hal ini, kita akan koordinasi dengan pihak Reskrim (Reserse Kriminal) kepolisian," jelasnya.

Salah satu lokasi yang dirazia petugas BNNP Riau, adalah Star City di Jalan Sudirman Pekanbaru. Di sana, petugas mengamankan seorang wanita berinisial D. Dia diketahui merupakan Public Relation di tempat hiburan itu. Terkait identitas D ini diketahui dari informasi yang disampaikan salah seorang petugas BNNP Riau.

"Dia (wanita berinisial D, red) PR di sini (Star City, red)," singkat petugas BNNP Riau itu.

Dikonfirmasi terpisah, Benny yang disebut-sebut sebagai Pengelola Star City, tidak bersedia memberikan tanggapan. Panggilan telepon selalu ditolaknya. Begitu juga pesan singkat yang dikirimkan, tidak dibalasnya. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...