Maraknya berita hoax atau berita bohong akhir-akhir ini akan menjadi topik utama yang dibahas dalam Seminar Sumber Daya Manusia, yang diselenggarakan hari ini, Sabtu (22/7) di SKA Co Ex. Seminar yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Persada Bunda, di SKA Co Ex Pekanbaru, turut membahas upaya pemberantasan hoax sehingga tidak menjadi momok terhadap informasi yang disampaikan.
Dikatakan Koordinator Seminar SDM STIE Persada Bunda, Iqbal Ali kepada Haluan Riau, Jumat (21/7), bahwa seminar ini merupakan acara rutinitas tahunan kampus dengan mata kuliah Seminar Sumber Daya Manusia.
"Ini merupakan syarat mutlak bagi para mahasiswa, bagaimana menyelenggarakan seminar, dengan tujuan agar mahasiswa bisa mengeluarkan isi fikirannya, baik lisan maupun tulisan di depan orang banyak," ujarnya.
Dijelaskannya, dalam seminar yang digelar tahun ini mengusung tema yang sedang tren saat ini yakni "Hoax No, Akhlak Yes". Dengan menghadirkan dua narasumber ternama yakni Fakhrunnas MA Jabar dan Alaiddin Koto. Seminar ini diikuti sebanyak 450 orang peserta yang merupakan mahasiswa semester terakhir dan juga para dosen.
Kenapa dipilih hoax, karena hoax menjadi momok informasi yang bisa berdampak sebagai penghancur bangsa dan merusak demokrasi negara. Bahkan mengancam persatuan dan kesatuan serta menimbulkan konflik. Hoax merupakan informasi bohong yang disebarkan melalui media, terutama media online. Untuk itu, harus ada upaya antisipasi dalam memberantas hoax untuk menyelamatkan bangsa, dengan gerakan nasional melawan anti hoax.
Ada 3 sasaran yang akan memberikan dampak yakni terhadap objek, untuk itu diharapkan bagi masyarakat harus lebih cerdas menyerap dalam memilah-milah berita. Dengan melakukan pelurusan berita yang sebanding dan cerdas menyerap dan memilah berita.
Begitu juga terhadap subjeknya, melakukan edukasi dengan menghimbau agar bisa kembali kejalan yang benar dan tidak menyebarkan berita palsu. Dengan melakukan pemahaman tentang akhlak. Sesuai dengan hadist bukhori adalah sebaik-baiknya orang adalah orang yang baik akhlaknya.
"Jadi itulah sikap yang harus dilakukan dalam melawan hoax,"tutur Iqbal Ali sekaligus Pengampu mata kuliah Seminar SDM ini.
Sementara dari pemerintah, tentunya melakukan upaya antisipasi seperti melakukan pemblokiran dengan membuat UU anti Hoax yang bermuara pidana sebagai bentuk efek jera. Namun begitu, tidak hanya pemerintah tetapi ini juga menjadi tugas kita semua untuk melawan adanya hoax. Dengan cara terus menerus memberikan informasi yang benar, dan menghapus hoax,"pungkasnya.***
Dikatakan Koordinator Seminar SDM STIE Persada Bunda, Iqbal Ali kepada Haluan Riau, Jumat (21/7), bahwa seminar ini merupakan acara rutinitas tahunan kampus dengan mata kuliah Seminar Sumber Daya Manusia.
"Ini merupakan syarat mutlak bagi para mahasiswa, bagaimana menyelenggarakan seminar, dengan tujuan agar mahasiswa bisa mengeluarkan isi fikirannya, baik lisan maupun tulisan di depan orang banyak," ujarnya.
Dijelaskannya, dalam seminar yang digelar tahun ini mengusung tema yang sedang tren saat ini yakni "Hoax No, Akhlak Yes". Dengan menghadirkan dua narasumber ternama yakni Fakhrunnas MA Jabar dan Alaiddin Koto. Seminar ini diikuti sebanyak 450 orang peserta yang merupakan mahasiswa semester terakhir dan juga para dosen.
Kenapa dipilih hoax, karena hoax menjadi momok informasi yang bisa berdampak sebagai penghancur bangsa dan merusak demokrasi negara. Bahkan mengancam persatuan dan kesatuan serta menimbulkan konflik. Hoax merupakan informasi bohong yang disebarkan melalui media, terutama media online. Untuk itu, harus ada upaya antisipasi dalam memberantas hoax untuk menyelamatkan bangsa, dengan gerakan nasional melawan anti hoax.
Ada 3 sasaran yang akan memberikan dampak yakni terhadap objek, untuk itu diharapkan bagi masyarakat harus lebih cerdas menyerap dalam memilah-milah berita. Dengan melakukan pelurusan berita yang sebanding dan cerdas menyerap dan memilah berita.
Begitu juga terhadap subjeknya, melakukan edukasi dengan menghimbau agar bisa kembali kejalan yang benar dan tidak menyebarkan berita palsu. Dengan melakukan pemahaman tentang akhlak. Sesuai dengan hadist bukhori adalah sebaik-baiknya orang adalah orang yang baik akhlaknya.
"Jadi itulah sikap yang harus dilakukan dalam melawan hoax,"tutur Iqbal Ali sekaligus Pengampu mata kuliah Seminar SDM ini.
Sementara dari pemerintah, tentunya melakukan upaya antisipasi seperti melakukan pemblokiran dengan membuat UU anti Hoax yang bermuara pidana sebagai bentuk efek jera. Namun begitu, tidak hanya pemerintah tetapi ini juga menjadi tugas kita semua untuk melawan adanya hoax. Dengan cara terus menerus memberikan informasi yang benar, dan menghapus hoax,"pungkasnya.***
Komentar
Posting Komentar