Langsung ke konten utama

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di MA Muhammadiyah Pekanbaru

Anggota MPR/DPR RI Dapil Riau 1, H Jon Erizal, kembali melakukan sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kali ini sosialisasi 4 Pilar tersebut ditaja di hadapan ratusan siswa dan guru Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah Pekanbaru di Jalan Lobak, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Jumat (21/7).

Dalam kesempatan itu, Jon Erizal yang juga anggota Komisi XI DPR RI membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan ini, menjelaskan tentang pentingnya mengimplementasikan empat pilar tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

"Apalagi dasar negara kita Pancasila bersumber dari ajaran Islam. Saya sangat bangga Pancasila bersumber dari ajaran Islam. Jika ajaran Islam diamalkan, tentu sekaligus telah mengimplementasikan empat pilar tersebut. Insya Allah kehidupan berbangsa dan bernegara akan berjalan dengan baik," jelas politisi kelahiran Bengkalis ini.

Menurut Jon, selaku generasi muda bangsa, siswa harus banyak belajar dan membaca tentang sejarah dan budaya bangsa ini. "Dasar negara ini juga digali oleh para pendiri bangsa dari akar budaya bangsa Indonesia.  Jika siswa paham tentang budaya Indonesia, tentu kehidupan kita akan damai dan bersatu," katanya.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan juga disampaikan oleh salah seorang guru MA Muhammadiyah.
Setelah memaparkan tentang 4 Pilar, Jon Erizal melakukan dialog dan tanya jawab dengan ratusan siswa yang hadir. Tampak para siswa antusias mengikuti dialog dan bertanya kepada politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Jon Erizal juga melontarkan pertanyaan kepada para siswa. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar, langsung mendapat apresiasi atau hadiah.

Selain menyampaikan tentang 4 Pilar, Jon Erizal juga mengatakan komitmennya untuk membantu dunia pendidikan. "Saya siap membantu dan menjembatani aspirasi bapak-bapak dan ibu-ibu guru terkait dengan sarana dan prasaran pendidikan, beasiswa, bapak asuh. Ini harus kita lakukan secara bersama-sama agar dunia pendidikan maju  yang akan melahirkan siswa yang berkualitas dan hebat," jelas Jon yang didampingi tenga ahlinya, H Marjoni Hendri dan Tengku Zulmizan F Assagaf.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala MA Muhammadiyah Hj Maryanti, Kepala MTs Muhammadiyah Jl Srikandi, Sudirman, sejumlah guru dan komite sekolah. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...