Langsung ke konten utama

Atasi Masalah Sampah di Pekanbaru, Wako Minta Pengembang Siapkan TPS

Mengatasi masalah sampah di Kota Pekanbaru, Walikota Pekanbaru, Firdaus,MT, meminta pihak pengembang perumahan menyiapkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di pemukiman. Hal itu menjadi persyaratan yang harus dilakukan.

"Untuk masalah sampah di pemukiman develover perumahan harus menyiapkan TPS. Dari pemerintah kita sudah pernah siapkan namun umurnya hanya beberapa saat saja. Ini terjadi karena tidak adanya rasa cinta dari masyarakat. Kita contohkan saja di Jalan Ahmad Yani, Agus Salim, Kopi, Teratai yang sudah dibangun trotoar. Di sana juga sudah disiapkan lampu penerangan, tapi bukan hanya pecah, pohon- pohon di sekitarnya juga ada yang roboh. Nah pola pikir dan perilaku seperti inilah yang harus dirubah kepada masyarakat. Sebab apabila lingkungan sehat jelas akan membawa kesejahteraan," kata Wako, akhir pekan ini.

Masalah sampah, kata wako lagi, menjadi urusan bersama. Sebab yang memproduksi sampah juga termasuk masyarakat, sikap disiplin menjadi kunci utama dalam mengelola sampah. Sebab dalam beberapa tahun terkhir untuk masalah sampah Pemerintah Kota Pekanbaru mengalami beberapa masalah, pertama dari segi armada pengangkut yang jauh dari jumlah ideal.

Sebaiknya untuk pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan pihak pemerintah saja tapi harus disinergikan dengan masyarakat bidang usaha terutama bagaimana tentang mengurai sampah. Kemudian, untuk jadwal pembuangan sampah juga harus sesuai waktu yang telah ditentukan Dinas Lingungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru.

"Tidak disiplinnya masyarakat ditambah dengan minimnya armada pengangkut sampah menjadi suatu masalah yang sangat sulit untuk ditangani. Belum lagi tidak tersedianya TPS untuk menampung sampah di lokasi perumahan juga menjadi persoalan belum maksimalnya pengananan sampah di Kota Pekanbaru. Karena itulah kita minta pihak develover perumahan untuk menyiapkan TPS di pemukiman yang mereka kelola," jelas wako.

Ditambahkannya, pada tahun 2018 mendatang, penanganan sampah di Pekabaru akan diswastanisasi atau pihak ketigakan, minimnya anggaran menjadi alasan itu dilakukan. Sebab Pemko Pekanbaru tidak mampu membeli alat- alat pendukung kebersihan yang salahsatunya pada armada pengangkut.

"Tahun 2018 kita tetap upayakan untuk penanganan sampah di Pekanbaru menggunakan pihak ketiga, karena kita tidak mampu membeli  armada yang harganya sangat mahal. Begitu juga dengan perawatannya. Sedangkan untuk memaksimalkan penanganan masalah sampah di tahun 2017 ini, di Anggaran Pendapatan Daerah Perubahan, kita akan menambah armada pengangkut sampah dengan sistem sewa saja," tutupnya.(her)

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...