Langsung ke konten utama

Waspada Diabetes Melitus, Prodia Gelar Seminar Dokter

Prodia mengelar seminar dokter dan masyarakat di Hotel Pangeran Pekanbaru Sabtu dan Minggu 22/10. Ini merupakan kegiatan ke 14 dari 16 kota besar yang dilaksanakan.

Data terbaru, tahun 2015 ditunjukkan Perkumpulan Endokrinologi (PERKENI) menyatakan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia telah mencapai 9,1 juta orang. Bahkan Indonesia disebut-sebut telah bergeser naik dari peringkat ke-7 menjadi peringkat ke-5 teratas di antara negara-negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak dunia.

Hal ini tentu memprihatinkan karena Indonesia masih berada di urutan ke-10 pada tahun 2010 lalu. Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia terus melonjak dari semula 8,4 juta penderita di tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta di tahun 2030.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Laboratoium Klinik Prodia berupaya mengkampanyekan wellness testing untuk mencegah perkembangan penyakit diabetes melitus di Indonesia melalui seminar dokter di 16 kota besar.

Seminar dokter diadakan di Hotel Pangeran, Pekanbaru dan mengambil tema “Good Doctor For the Great Family - Seminar on DM Wellness Testing”. Sebagai pembicara dalam seminar tersebut, yaitu Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD,FACE yang berbicara mengenai faktor risiko, penyulit diabetes melitus dan penatalaksanaan diabetes melitus, Dwi Yuniati Daulay, M.Kes, Apt. yang memaparkan mengenai peran biomarker dalam program wellness diabetes testing: wellness prediabetes dan wellness obesitas dan dr. Ligat Pribadi Sembiring, SpPD, FINASIM yang akan menyampaikan beberapa studi kasus terkait diabetes melitus.

Menurut Prof. Sidartawan, diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif yang mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah. Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah.

Lebih lanjut Prof. Sidartawan mengatakan bahwa penatalaksanaan diabetes melitus mempunyai tujuan akhir untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas diabetes melitus yang secara spesifik ditujukan untuk mencapat 2 target utama, yaitu menjaga agar kadar glukosa plasma berada dalam kisaran normal dan mencegah atau meminimalkan kemungkinan terjadinya komplikasi diabetes. “Mengelola penyakit diabetes melitus sebenarnya mudah asal penderita bisa mendisiplinkan diri dan melakukan olahraga secara teratur, menuruti saran dokter, dan tidak mudah patah semangat,” ujarnya.

Sedangkan Dwi Yuniati Daulay, M.Kes, Apt., menegaskan bahwa diabetes melitus dapat dicegah apabila para dokter mampu memberi edukasi kepada para pasiennya tentang hal-hal apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya diabetes melitus pada diri pasiennya. “Edukasi ini dilakukan saat kita sudah mendeteksi pasien dalam tahap prediabetes, sehingga pasien dapat terhindar dari penyakit yang lebih parah dan tentunya biaya pengobatan pun dapat semakin dipangkas,” sambungnya.

Dalam paparannya, Dwi Yuniati Daulay juga menjelaskan mengenai pemahaman pemeriksaan tentang diabetes melitus adalah berdasarkan apa yang diukur dalam suatu tes, kemampuannya dan faktor lain yang mempengaruhinya. Adanya perkembangan yang sangat pesat dalam teknologi pemeriksaan laboratorium, seperti peningkatan sensitivitas dan spesifisitas metodologi pemeriksaan, menjadikan pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk diagnosis, terapi dan pemantauan penyakit diabetes melitus.

“Laboratorium Klinik Prodia juga telah menyediakan panel wellness testing sebagai pemeriksaan lanjutan untuk mereka yang berisiko mengalami gangguan penyakit diabetes melitus. Melalui Panel Wellness Testing ini, gangguan diabetes melitus dapat diatasi sedini mungkin dan progresivitas perkembangan penyakit dapat dicegah,” ujarnya.

Tidak hanya kalangan  dokter saja kegiatan Seminar diabetes ini juga di lakukan pada masyarakat Awam pada Minggu 22/10.dengan narasumber yang sama.Seminar bersama masyarakat sangat antusias . (dika)

Komentar

Popular Post

Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Korupsi Dana Bimtek di Rohul, Jaksa Langsung Kasasi

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Rokan Hulu langsung menolak putusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis bebas terhadap Arie Kurnia Arnold, terdakwa kasus dugaan korupsi dana Bimbingan Teknis dan Pelatihan bagi aparat desa yang merugikan negara Rp227 juta. Kita langsung kasasi, tegas JPU Gilang dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (59). Sebelumnya, menurut majelis hakim yang diketahui Dahlia Panjaitan, terdakwa Arie Kurnia Arnold tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan kepadanya. Sehingga majelis hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Rohul tersebut. Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan JPU. Membebaskan terdakwa dari tahanan, ungkap Hakim Ketua Dahlia Panjaitan. Selain itu, majelis hakim juga memerintahka...

Dari 8 Jadi 9 Fraksi, DPRD Pekanbaru Tambah Satu Fraksi

Sesuai Pansus Tata Tertib dimana fraksi di DPRD Kota Pekanbaru berubah menjadi 9 fraksi dari sebelumnya 8 fraksi. Putuskan tersebut hasil telah ditetapkan melalui paripurna Pansus Tatib awal pekan ini. Ketua Pansus Tatib DPRD Pekanbaru tahun 2017, Ida Yulita Susanti SH MH kepada wartawan mengatakan, Tatib DPRD Pekanbaru yang baru disahkan itu menyusul keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, yang bertujuan dalam rangka penataan kelembagaan perangkat daerah untuk pembentukan Oranisasi Perangkat Daerah (OPD). PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah ini juga sebagai tindaklanjut amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dimana, ada perubahan pembagian urusan pemerintahan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota. "Di Tatib yang lama, kita masih menggunakan nama SKPD tentu dengan berganti OPD ini berganti pula nama mitra kerja bersama dengan DPRD Pekanbaru," kat...

Ditangkap Satpol, Pengemis Buta Ngaku untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Seorang wanita tuna netra Jawaris, (51), warga Jalan Cipta Karya, Panam, ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru setelah kedapatan mengemis di Simpang Empat Pasar Pagi Arengka, Jalan, Soekarno Hatta, Kamis,(7/9). Menjadi seorang pengemis menurut dia sudah dilakoni sejak 20 tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan hidup. "Baru sekali ini kami mengemis di Simpang Empat Arengka ini, biasanya kami cuma duduk di Rumah Makan Nurdin, Arengka. Tapi karena di rumah makan itu tadi sudah banyak pengemis lain, terpaksa kami pindah, itulah sialnya baru sekali kami sudah ditangkap," kata Jawani, ditimpali Iyus, teman perempuan yang biasanya membimbingnya saat mengemis, di Kantor Satpol PP Pekanbaru. Jawani mengaku, pekerjaan yang dilakukannya atas keinginan mereka sendiri tanpa  dikoordinair orang lain seperti pengemis- pengemis lain. Hasilnya dibagi dua dengan teman yang membimbingnya tersebut. Digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti untuk membayar sewa rumah dan kebutuhan lai...