Meski jaringan gas kota di Kecamatan Limapuluh sudah launching sejak Kamis (13/10) tahun 2016, namun sebanyak 1.863 rumah belum dialiri gas. Hal itu terjadi karena ada masalah pada intalasi jaringan.
"Memang benar masih ada yang belum dialiri gas di sana karena ada masalah sedikit pada instalasi jaringan gasnya. 1.850 rumah sudah teraliri gas yang belum 1.289 rumah berpenghuni dan 574 rumah kosong. Sudah dikoordinasikan dengan pihak Pertamina. Dalam waktu dekat sudah dialiri paling lambat akhir Oktober ini semua teraliri gas," kata Kepala Bagian Ekonomi Setda Pekanbaru, Laksmi Fitriana, kepada wartawan kemarin.
Dia juga mengimbau, warga yang rumahnya belum dialiri gas diminta untuk menyampaikan ke pihak kecamatan, begitujuga dengan warga yang mengalami kerusakan pada instalasi.
Salah seorang warga Kecamatan Limapuluh, Wendi, yang sempat diwawancarai menjelaskan, sejak launching setahun lalu rumahnya belum dialiri gas.
"Terserah sajalah mau diapakan, udah capek saya mikirkan masalah ini. Awalnya gencar mau pasang instalasi. Tapi setelah selesai bahkan sudah launching gas tak kunjung masuk," gerutu Wendi.
Ironisnya meski pengerjaan belum rampung di Kecamatan Limapuluh, Kabag Ekonomi justru menyebut pengerjaan serupa sedang berlangsung di kecamatan Sail dan Pekanbaru Kota. Dia memperkirakan akhir Desember tahun ini selesai.
Terkait persoalan sebelumnya pihak Pertagas Niaga klaim Gas Kota Lebih murah dan aman dibanding gas elpiji yang biasa dipakai masyarakat selama ini. Pasalnya selain memiliki tekanan yang rendah, dari sisi harga gas kota juga lebih hemat.
"Kalau di Pekanbaru rata- rata harga gas elpiji tiga kilo itu Rp 18-20 ribu. Kalau untuk jaringan gas kota harganya Rp 4.826 permeter kubik. Karena untuk jaringan gas kota satuannya adalah permeter kubik bukan hitungan perkilo seperti gas elpiji. Perbandingan hemat dapat dilihat dari satu tabung gas elpiji tiga kilo itu setara dengan 4 meter kubik yang artinya Rp 5000-5500 permeter kubik.
Jadi kalau rata- ratakan warga menggunakan tiga tabung gas elpiji tiga kilo, semisal total harga jadi Rp60 ribu, untuk jaringan gas kota hanya Rp 48.000," kata kata Manager City Gas, Virani Yusita Sari, disela kegiatan launching, Kamis,(13/10) di Kecamatan Limapuluh.
Dari sisi keamanan jaringan gas kota lebih terjamin memiliki tekanan rendah, sampai ke rumah warga hanya 30 milibar bahkan lebih kecil dari tekanan bola basket atau setara dengan tekanan ban sepeda. Sifatnya juga gas alam metana atau natural gas dan bisa bercampur dengan udara
"Lebih ringan, andai terjadi kebocoran, pemilik cukup buka pentilasi gas bisa keluar, berbeda dengan gas elpiji. Ini sebenarnya adalah alternative energi dari pemerintah salah satu tujuannya mengurangi subsidi gas elpiji. Sistem pembayaran juga lebih mudah bisa dilakukan di bank- bank melalui ATM. Pertamina akan bekerjasama dengan bank- bank pemerintah. Bicara suplai gas tidak akan terputus karena berkelanjutan.
Kalau terjadi masalah dengan jaringan gas kota, seperti gas tak jalan atau kebocoran instalasi masyarakat sementara ini bisa menghubungi kontak center Pertamina di nomor 1500.000. Nanti setelah sekitar satu RT rumah warga di wilayah Kecamatan Limapuluh dialiri gas, Pertagas akan memberikan kontak center yang akan diadakan di Badan Usaha Milik Daerah.
"Nanti setelah ini kita akan lakukan sosialisasi terkait jaringan gas kota. Kita juga akan berikan nomor kontak center tempat pengaduan terkait gas kota. Dengan harga Rp 4.826 permeter kubik yang disebutkan sudah diasuransikan, jadi penggunan jaringan gas kota lebih aman dan hemat harga. ***
"Memang benar masih ada yang belum dialiri gas di sana karena ada masalah sedikit pada instalasi jaringan gasnya. 1.850 rumah sudah teraliri gas yang belum 1.289 rumah berpenghuni dan 574 rumah kosong. Sudah dikoordinasikan dengan pihak Pertamina. Dalam waktu dekat sudah dialiri paling lambat akhir Oktober ini semua teraliri gas," kata Kepala Bagian Ekonomi Setda Pekanbaru, Laksmi Fitriana, kepada wartawan kemarin.
Dia juga mengimbau, warga yang rumahnya belum dialiri gas diminta untuk menyampaikan ke pihak kecamatan, begitujuga dengan warga yang mengalami kerusakan pada instalasi.
Salah seorang warga Kecamatan Limapuluh, Wendi, yang sempat diwawancarai menjelaskan, sejak launching setahun lalu rumahnya belum dialiri gas.
"Terserah sajalah mau diapakan, udah capek saya mikirkan masalah ini. Awalnya gencar mau pasang instalasi. Tapi setelah selesai bahkan sudah launching gas tak kunjung masuk," gerutu Wendi.
Ironisnya meski pengerjaan belum rampung di Kecamatan Limapuluh, Kabag Ekonomi justru menyebut pengerjaan serupa sedang berlangsung di kecamatan Sail dan Pekanbaru Kota. Dia memperkirakan akhir Desember tahun ini selesai.
Terkait persoalan sebelumnya pihak Pertagas Niaga klaim Gas Kota Lebih murah dan aman dibanding gas elpiji yang biasa dipakai masyarakat selama ini. Pasalnya selain memiliki tekanan yang rendah, dari sisi harga gas kota juga lebih hemat.
"Kalau di Pekanbaru rata- rata harga gas elpiji tiga kilo itu Rp 18-20 ribu. Kalau untuk jaringan gas kota harganya Rp 4.826 permeter kubik. Karena untuk jaringan gas kota satuannya adalah permeter kubik bukan hitungan perkilo seperti gas elpiji. Perbandingan hemat dapat dilihat dari satu tabung gas elpiji tiga kilo itu setara dengan 4 meter kubik yang artinya Rp 5000-5500 permeter kubik.
Jadi kalau rata- ratakan warga menggunakan tiga tabung gas elpiji tiga kilo, semisal total harga jadi Rp60 ribu, untuk jaringan gas kota hanya Rp 48.000," kata kata Manager City Gas, Virani Yusita Sari, disela kegiatan launching, Kamis,(13/10) di Kecamatan Limapuluh.
Dari sisi keamanan jaringan gas kota lebih terjamin memiliki tekanan rendah, sampai ke rumah warga hanya 30 milibar bahkan lebih kecil dari tekanan bola basket atau setara dengan tekanan ban sepeda. Sifatnya juga gas alam metana atau natural gas dan bisa bercampur dengan udara
"Lebih ringan, andai terjadi kebocoran, pemilik cukup buka pentilasi gas bisa keluar, berbeda dengan gas elpiji. Ini sebenarnya adalah alternative energi dari pemerintah salah satu tujuannya mengurangi subsidi gas elpiji. Sistem pembayaran juga lebih mudah bisa dilakukan di bank- bank melalui ATM. Pertamina akan bekerjasama dengan bank- bank pemerintah. Bicara suplai gas tidak akan terputus karena berkelanjutan.
Kalau terjadi masalah dengan jaringan gas kota, seperti gas tak jalan atau kebocoran instalasi masyarakat sementara ini bisa menghubungi kontak center Pertamina di nomor 1500.000. Nanti setelah sekitar satu RT rumah warga di wilayah Kecamatan Limapuluh dialiri gas, Pertagas akan memberikan kontak center yang akan diadakan di Badan Usaha Milik Daerah.
"Nanti setelah ini kita akan lakukan sosialisasi terkait jaringan gas kota. Kita juga akan berikan nomor kontak center tempat pengaduan terkait gas kota. Dengan harga Rp 4.826 permeter kubik yang disebutkan sudah diasuransikan, jadi penggunan jaringan gas kota lebih aman dan hemat harga. ***
Komentar
Posting Komentar