Mewujudkan Pekanbaru menuju Smart City yang madani, Kecamatan Sail siap menerapkan program transasksi Non tunai di wilayah kerjanya. Dalam hal itu Kecamatan Sail juga menjadi kecamatan yang pertama mengajukan untuk penerapan program pemerintah tersebut dari 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru.
"Untuk menerapkan program Non tunai itu kemarin kami sudah melaksanakan sosialisasi membahas tentang pembayaran honor RT dan RW, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan honor masjid paripurna. Disampaikan untuk pembayaran itu tidak lagi dilakukan secara tunai tapi ditransfer melalui rekening bank," ujar Camat Sail, Tri Sepna Syaputra, didampingi Plt Lurah Sukamulya, Helmi Afrizal, Rabu,(18/10).
Banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan pembayaran secara Non Tunai, diantaranya lebih praktis dan bisa dilakukan dimana dan kapan saja. Antara pemberi dan penerima tidak harus bertemu atau bertatap muka di satu tempat, hemat ruang dan uangpun tetap berada di sistem keuangan yang terlindungi. Tak kalah penting, dengan pembayaran melalui sistem non tunai dinilai lebih nyaman. Artinya, antrian yang dilakukan saat transaksi jauh lebih cepat dan juga dinilai lebih transparan.
"Jadi dengan pembayaran Non tunai, perangkat RT/RW tidak perlu lagi meninggalkan pekerjaannya untuk mengambil honor mereka. Kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada Walikota Pekanbaru, Firdaus, yang telah membuat program yang memiliki banyak keuntungan. Kami siap menerapkan program ini, untuk honor bulan ini kami sudah menerpakan pembyaran dengan sistem non tunai. Perangkat- perangkat yang bakal menerima honor sangat menyambut baik, bahkan saat sosialisasi mereka langsung membuka rekeningnya," jelas Camat.
Ditambahkan Plt Lurah Sukamulya, Helmi, selain mengulas terkait program non tunai, dalam sosialisasi tersebut juga dibahas tentang Perwako Nomor 152 Tahun 2017, Tentang perubahan atas Perwako Nomor 18 A Tahun 2008, Tentang pedoman pemilihan, pengangkatan dan pengukuhan Ketua RT/RW.
Selain Lurah Sukamulya, sosialisasi yang disampaikan pihak BPKAD tersebut juga dihadiri dua lurah Sukamaju dan Cinta Raja, Ketua LPM kecamatan dan tiga ketua LPM kelurahan. Hadir pula seluruh ketua RT dan RW se- Kecamatan Sail, empat pengurus masjid paripurna Kecamatan Sail dan manajemen Bank Riau Kepri.
Plt, Kepala Badan Pengelola Keungan dan Aset Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, mengapresiasi pihajk Kecamatan Sail yang merespon baik program Non tunai tersebut. Dia membenarkan dari 12 kecamatan yang ada, Kecamatan Sail, yang pertama mengajukan untuk menerapkannya.
"Dari 12 kecamatan yang ada baru Kecamatan Sail yang mengajukan ke kita dan dilakukan sosialisasi langsung kemarin. Kami berharap seluruh Oragnisasi Perangkat Daerah termasuk kecamatan untuk mendukung program ini, sebab menurut aturan pemerintah pada bulan Januari tahun 218 nanti tidak ada lagi transaksi tunai. Khusus untuk di BPKAD sendiri sudah diterapkan sejak dua bulan lalu, tidak ada lagi pembayaran baik honor, gaji, tunjangan lain dilakukan tunai untuk mendukung Pekanbaru menuju Smart City madani," kata Alek.***
"Untuk menerapkan program Non tunai itu kemarin kami sudah melaksanakan sosialisasi membahas tentang pembayaran honor RT dan RW, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan honor masjid paripurna. Disampaikan untuk pembayaran itu tidak lagi dilakukan secara tunai tapi ditransfer melalui rekening bank," ujar Camat Sail, Tri Sepna Syaputra, didampingi Plt Lurah Sukamulya, Helmi Afrizal, Rabu,(18/10).
Banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan pembayaran secara Non Tunai, diantaranya lebih praktis dan bisa dilakukan dimana dan kapan saja. Antara pemberi dan penerima tidak harus bertemu atau bertatap muka di satu tempat, hemat ruang dan uangpun tetap berada di sistem keuangan yang terlindungi. Tak kalah penting, dengan pembayaran melalui sistem non tunai dinilai lebih nyaman. Artinya, antrian yang dilakukan saat transaksi jauh lebih cepat dan juga dinilai lebih transparan.
"Jadi dengan pembayaran Non tunai, perangkat RT/RW tidak perlu lagi meninggalkan pekerjaannya untuk mengambil honor mereka. Kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada Walikota Pekanbaru, Firdaus, yang telah membuat program yang memiliki banyak keuntungan. Kami siap menerapkan program ini, untuk honor bulan ini kami sudah menerpakan pembyaran dengan sistem non tunai. Perangkat- perangkat yang bakal menerima honor sangat menyambut baik, bahkan saat sosialisasi mereka langsung membuka rekeningnya," jelas Camat.
Ditambahkan Plt Lurah Sukamulya, Helmi, selain mengulas terkait program non tunai, dalam sosialisasi tersebut juga dibahas tentang Perwako Nomor 152 Tahun 2017, Tentang perubahan atas Perwako Nomor 18 A Tahun 2008, Tentang pedoman pemilihan, pengangkatan dan pengukuhan Ketua RT/RW.
Selain Lurah Sukamulya, sosialisasi yang disampaikan pihak BPKAD tersebut juga dihadiri dua lurah Sukamaju dan Cinta Raja, Ketua LPM kecamatan dan tiga ketua LPM kelurahan. Hadir pula seluruh ketua RT dan RW se- Kecamatan Sail, empat pengurus masjid paripurna Kecamatan Sail dan manajemen Bank Riau Kepri.
Plt, Kepala Badan Pengelola Keungan dan Aset Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, mengapresiasi pihajk Kecamatan Sail yang merespon baik program Non tunai tersebut. Dia membenarkan dari 12 kecamatan yang ada, Kecamatan Sail, yang pertama mengajukan untuk menerapkannya.
"Dari 12 kecamatan yang ada baru Kecamatan Sail yang mengajukan ke kita dan dilakukan sosialisasi langsung kemarin. Kami berharap seluruh Oragnisasi Perangkat Daerah termasuk kecamatan untuk mendukung program ini, sebab menurut aturan pemerintah pada bulan Januari tahun 218 nanti tidak ada lagi transaksi tunai. Khusus untuk di BPKAD sendiri sudah diterapkan sejak dua bulan lalu, tidak ada lagi pembayaran baik honor, gaji, tunjangan lain dilakukan tunai untuk mendukung Pekanbaru menuju Smart City madani," kata Alek.***
Komentar
Posting Komentar