Langsung ke konten utama

Ribuan Warga Saksikan Pengukuhan PAMOR

Ribuan warga Pekanbaru khususnya dari komunitas Jawa tumpah ruah menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk sekaligus pengukuhan Pengurus Paguyuban masyarakat Solo Riau (Pamor) 2017-2020.

Hadir Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Datuk Syahril Abu Bakar, pengurus PAMOR, Sesepuh tokoh Jawa yang memegang tampuk Majelis Pertimbangan dipimpin H Sentot Djoko Prayetno Jumat, (20/10) memberikan sumpah di Pendopo Joglo PAMOR, Pekanbaru.

Ketua Umum PAMOR, H Bagus Santoso di depan ribuan undangan mengatakan, Pamor hadir untuk bertekad turut andil dalam membangun Riau, khusunya di bidang sosial, budaya dan bisnis.

"Kehadiran Pamor diharapkan mampu menjadi warna tersendiri bagi khasanah budaya Melayu untuk kemajuan Bumi Lancang Kuning," ujarnya.

Bagus mengungkapkan, pengurus Pamor terdiri berbagai latar belakang profesi. Pihaknya tidak akan menjadikan perbedaan menjadi sekat satu dengan yang lain.

Pamor lebih mengedepankan maha karya untuk kemajuan bersama. Anggota dan pengurus Pamor sepakat menjadikan Pamor sebagai wadah merangkul semua kalangan.

"Yang duwur iso ngrangkul, sing cendek iso nengkrek. Sopo nandur bakal ngunduh - siapa menanam akan menuai " kata pria yang akrab disapa Mas Bagus yang sudah menjabat tiga periode di DPRD ini.

Hadir juga puluhan pejabat penting Ketua Pepadi Pusat Kondang Sutrisno, Dedy Endriyatno Wabup Sragen Jawa Tengah utusan Eks Karisidenan Surakarta, Staf Ahli Gubernur Riau yang juga sebagai Majelis Pertimbangan PAMOR Edy Kusdarwanto, Forkominda, Danlanud, Dandim.

Nampak hadir Bupati Inhu Yopi Arianto, Walikota Pekanbaru H Firdaus, Wawako Dumai Eko Suharjo, Wabup Kampar Catur Sugeng Susanto, anggota Legislatif Sugianto, Sugeng Pranoto (PDIP).

Bagus menyampaikan agar menjaga pesaduluran dengan niat ikhlas lilo legowo membangun kekompakan. "Jangan membuat paguyuban hanya untuk berkeliling minta bantuan membawa proposal. Ada Pilkada buat paguyuban tujuannya sudah menyeleweng ditukar recehan, wani piro.

Sementara, Ketua LAM Riau Datuk Syahril Abu Bakar menyambut hangat berdirinya Pamor. Tegaknya Pamor menjadi bukti bahwa masyarakat Melayu adalah masyarakat yang terbuka dengan semua etnis.

"Pamor merupakan mitra dari LAM Riau. Kami yakin Pamor mampu berdampingan dengan masyarakat melayu di Riau. Kehadiranya sangat dibutuhkan ditengah keberagaman untuk persatuan," katanya.

Acara yang menyedot perhatian warga ini juga digelar pesta rakyat gratis makan bakso, lontong, soto, dan yang menarik hasil pertanian jagung, ubi rambat, kacang.(rls/dar)

Komentar

Popular Post

Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Korupsi Dana Bimtek di Rohul, Jaksa Langsung Kasasi

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Rokan Hulu langsung menolak putusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis bebas terhadap Arie Kurnia Arnold, terdakwa kasus dugaan korupsi dana Bimbingan Teknis dan Pelatihan bagi aparat desa yang merugikan negara Rp227 juta. Kita langsung kasasi, tegas JPU Gilang dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (59). Sebelumnya, menurut majelis hakim yang diketahui Dahlia Panjaitan, terdakwa Arie Kurnia Arnold tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan kepadanya. Sehingga majelis hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Rohul tersebut. Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan JPU. Membebaskan terdakwa dari tahanan, ungkap Hakim Ketua Dahlia Panjaitan. Selain itu, majelis hakim juga memerintahka...

Dari 8 Jadi 9 Fraksi, DPRD Pekanbaru Tambah Satu Fraksi

Sesuai Pansus Tata Tertib dimana fraksi di DPRD Kota Pekanbaru berubah menjadi 9 fraksi dari sebelumnya 8 fraksi. Putuskan tersebut hasil telah ditetapkan melalui paripurna Pansus Tatib awal pekan ini. Ketua Pansus Tatib DPRD Pekanbaru tahun 2017, Ida Yulita Susanti SH MH kepada wartawan mengatakan, Tatib DPRD Pekanbaru yang baru disahkan itu menyusul keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, yang bertujuan dalam rangka penataan kelembagaan perangkat daerah untuk pembentukan Oranisasi Perangkat Daerah (OPD). PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah ini juga sebagai tindaklanjut amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dimana, ada perubahan pembagian urusan pemerintahan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota. "Di Tatib yang lama, kita masih menggunakan nama SKPD tentu dengan berganti OPD ini berganti pula nama mitra kerja bersama dengan DPRD Pekanbaru," kat...

Ditangkap Satpol, Pengemis Buta Ngaku untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Seorang wanita tuna netra Jawaris, (51), warga Jalan Cipta Karya, Panam, ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru setelah kedapatan mengemis di Simpang Empat Pasar Pagi Arengka, Jalan, Soekarno Hatta, Kamis,(7/9). Menjadi seorang pengemis menurut dia sudah dilakoni sejak 20 tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan hidup. "Baru sekali ini kami mengemis di Simpang Empat Arengka ini, biasanya kami cuma duduk di Rumah Makan Nurdin, Arengka. Tapi karena di rumah makan itu tadi sudah banyak pengemis lain, terpaksa kami pindah, itulah sialnya baru sekali kami sudah ditangkap," kata Jawani, ditimpali Iyus, teman perempuan yang biasanya membimbingnya saat mengemis, di Kantor Satpol PP Pekanbaru. Jawani mengaku, pekerjaan yang dilakukannya atas keinginan mereka sendiri tanpa  dikoordinair orang lain seperti pengemis- pengemis lain. Hasilnya dibagi dua dengan teman yang membimbingnya tersebut. Digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti untuk membayar sewa rumah dan kebutuhan lai...