Sebanyak 8 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Pekanbaru menyampaikan mosi tak percaya kepada Ketua DPD PAN Kota Pekanbaru, Nofrizal.
Sesuai keterangan Sekretaris DPD PAN Pekanbaru, Helmi, menyampaikan beberapa alasan mosi tak percaya ini, karena kepengurusan di tingkat DPC menilai jika kepemimpinan Ketua DPD PAN Pekanbaru yang berada di tangan Nofrizal terkesan kurang harmonis dan kurang perhatian ke tingkat bawah, bahkan terkesan arogan.
Helmi, yang juga didampingi 8 DPC saat dikonfirmasi pada jumpa pers, di salah satu hotel di Pekanbaru, Senin (5/6) malam menyampaikan, 8 DPC yang membuat pernyataan mosi tak percaya kepada Ketua DPD PAN Kota Pekanbaru karena dianggap arogan, haus kekuasaan serta tidak mampu menjalankan kepemimpinan dengan baik.
"Dalam mosi tak percaya 8 DPC itu mengatakan bahwa Ketua DPD dalam mengambil keputusan sangat arogan dan terkesan tidak menghargai kepengurusan yang lain. Artinya sepertinya kebijakan yang diambil tidak kebijakan selaku ketua, namun seakan seperti pimpinan perusahaan."ujar Helmi.
Helmi juga mencontohkan, dalam melakukan reshuffle Ketua DPD mengambil pengurus dari DPC tanpa izin kepada Ketua DPC sehingga menimbulkan rasa tidak dihargai oleh Ketua DPD.
"Mengambil pengurus DPC untuk didudukan menjadi pengurus DPD tidak ada minta izin kepada Ketua DPC sehingga menimbulkan rasa tidak dihargai," ujar Helmi.
Helmi mengatakan, bahwa 8 DPC sudah dipanggil Panitia Daerah Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi Riau untuk dimintai keterangan."Karena 8 DPC yang mengajukan mosi tak percaya, maka Panitia Daerah DPW PAN Riau perlu meminta keterangan apa yang terjadi di tingkat pengurus Kota Pekanbaru," ujar Helmi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PAN Pekanbaru, Almudasir, juga menyampaikan hal senada. Dimana munculnya mosi ini tak terlepas dari ujut dan tekat dari pegurus, terutama para Ketua DPC yang ada. Tujuannya tak lain, bagaimana Partai ini tetap berkiprah, dan pemimpin yang diharapkan dapat membesarkan partai. Memiliki rasa kebersamaan dari kader yang menginginkan bagaimana PAN Pekanbaru ini jaya ke depannya.
"Harusnya Ketua DPD PAN ini dapat merangkul semua kepengurusan, mulai dari pengurus tingkat DPD dan DPC, namun sebaliknya. Selain itu janji-janji yang di lontarkan oleh Ketua DPD PAN dapat dikatakan tidak terealisasi. Intinya tidak ada mencermikan kepemimpinan pada Nofrizal selaku Ketua DPD PAN Pekanbaru."Imbuhnya.
Begitu juga Ketua DPC Sukajadi M Ridha, mengatakan mosi ini tidak lebih evaluasi terghadap Ketua DPD PAN Pekanbaru. Menurutnya dengan kepemimpinan Ketua DPD sekarang, banyak kekecewean yang timbul dari semua segi, maka dari itu, dari rasa kekecewaan itulah muncul mosi tak percaya dari 8 DPC PAN.
8 DPC dari 12 kecamatan yang hadir dalam konfrensi pers yang menyampaikan mosi tak percaya diantaranya DPC Rumbai Pesisir diketuai Desril, Ketua DPC Senapelan, Safrudin, Payung Sekaki Ismulyadi, Ketua DPC Sukajadi M Ridha, Ketua DPC Rumbai Lamin, Marpoyan Damai Ketua DPC Fauzan Firman, Ketua DPC Bukit Raya Noto Prayetno, dan Ketua DPC Tenayan Raya Ikrom Mulyadi.
Sementara Ketua DPD PAN Pekanbaru Nofrizal, belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini, sambungan telepon belum diangkat. ***
Sesuai keterangan Sekretaris DPD PAN Pekanbaru, Helmi, menyampaikan beberapa alasan mosi tak percaya ini, karena kepengurusan di tingkat DPC menilai jika kepemimpinan Ketua DPD PAN Pekanbaru yang berada di tangan Nofrizal terkesan kurang harmonis dan kurang perhatian ke tingkat bawah, bahkan terkesan arogan.
Helmi, yang juga didampingi 8 DPC saat dikonfirmasi pada jumpa pers, di salah satu hotel di Pekanbaru, Senin (5/6) malam menyampaikan, 8 DPC yang membuat pernyataan mosi tak percaya kepada Ketua DPD PAN Kota Pekanbaru karena dianggap arogan, haus kekuasaan serta tidak mampu menjalankan kepemimpinan dengan baik.
"Dalam mosi tak percaya 8 DPC itu mengatakan bahwa Ketua DPD dalam mengambil keputusan sangat arogan dan terkesan tidak menghargai kepengurusan yang lain. Artinya sepertinya kebijakan yang diambil tidak kebijakan selaku ketua, namun seakan seperti pimpinan perusahaan."ujar Helmi.
Helmi juga mencontohkan, dalam melakukan reshuffle Ketua DPD mengambil pengurus dari DPC tanpa izin kepada Ketua DPC sehingga menimbulkan rasa tidak dihargai oleh Ketua DPD.
"Mengambil pengurus DPC untuk didudukan menjadi pengurus DPD tidak ada minta izin kepada Ketua DPC sehingga menimbulkan rasa tidak dihargai," ujar Helmi.
Helmi mengatakan, bahwa 8 DPC sudah dipanggil Panitia Daerah Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi Riau untuk dimintai keterangan."Karena 8 DPC yang mengajukan mosi tak percaya, maka Panitia Daerah DPW PAN Riau perlu meminta keterangan apa yang terjadi di tingkat pengurus Kota Pekanbaru," ujar Helmi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PAN Pekanbaru, Almudasir, juga menyampaikan hal senada. Dimana munculnya mosi ini tak terlepas dari ujut dan tekat dari pegurus, terutama para Ketua DPC yang ada. Tujuannya tak lain, bagaimana Partai ini tetap berkiprah, dan pemimpin yang diharapkan dapat membesarkan partai. Memiliki rasa kebersamaan dari kader yang menginginkan bagaimana PAN Pekanbaru ini jaya ke depannya.
"Harusnya Ketua DPD PAN ini dapat merangkul semua kepengurusan, mulai dari pengurus tingkat DPD dan DPC, namun sebaliknya. Selain itu janji-janji yang di lontarkan oleh Ketua DPD PAN dapat dikatakan tidak terealisasi. Intinya tidak ada mencermikan kepemimpinan pada Nofrizal selaku Ketua DPD PAN Pekanbaru."Imbuhnya.
Begitu juga Ketua DPC Sukajadi M Ridha, mengatakan mosi ini tidak lebih evaluasi terghadap Ketua DPD PAN Pekanbaru. Menurutnya dengan kepemimpinan Ketua DPD sekarang, banyak kekecewean yang timbul dari semua segi, maka dari itu, dari rasa kekecewaan itulah muncul mosi tak percaya dari 8 DPC PAN.
8 DPC dari 12 kecamatan yang hadir dalam konfrensi pers yang menyampaikan mosi tak percaya diantaranya DPC Rumbai Pesisir diketuai Desril, Ketua DPC Senapelan, Safrudin, Payung Sekaki Ismulyadi, Ketua DPC Sukajadi M Ridha, Ketua DPC Rumbai Lamin, Marpoyan Damai Ketua DPC Fauzan Firman, Ketua DPC Bukit Raya Noto Prayetno, dan Ketua DPC Tenayan Raya Ikrom Mulyadi.
Sementara Ketua DPD PAN Pekanbaru Nofrizal, belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini, sambungan telepon belum diangkat. ***
Komentar
Posting Komentar