Langsung ke konten utama

Pemerintah Ajak Pelaku Usaha Majuka IKM di Daerahnya

Pemerintah mengajak pelaku usaha seperti perusahaan-perusahaan besar untuk menggandeng pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) agar dapat mandiri dan berkembang dengan melakukan upaya pendampingan.

Hal ini dilakukan mengingat peran IKM dinilai sangat penting sebagai salah satu penopang perekonomian dalam negeri khususnya bagi penguatan perekonomian keluarga.

Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, IKM telah terbukti menjadi usaha yang tahan krisis dan menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Kontribusi IKM dalam menciptakan lapangan kerja juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Untuk itu, semua pihak perlu memberikan dukungan bagi perkembangan IKM, termasuk dunia usaha.

“Pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri. Dukungan dari dunia usaha akan menjadi kail yang akan mendorong IKM menjadi wirausaha mandiri,” ujar Enggartiasto dalam acara CSR Award kepada Mitra Bina PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pelalawan, Riau, Minggu (18/6).  

Dia berharap, dukungan terhadap IKM akan terus meningkat agar semakin banyak bermunculan wirausaha. Meskipun memiliki peranan penting, IKM masih menghadapi sejumlah masalah, seperti dukungan permodalan dan kemampuan mengelola bisnis secara profesional. Di sinilah perusahaan diharapkan berperan agar memberikan pendampingan kepada IKM.

Direktur Iama PT RAPP, Rudi Fajar mengatakan sebagai perusahaan yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Riau, RAPP berkewajiban untuk merangkul masyarakat sekitar agar mampu berkembang bersama. Hingga saat ini, RAPP telah mencetak sederet IKM sukses dan berpengaruh di daerahnya. “Perusahaan dikatakan berhasil jika masyarakat di sekitarnya sejahtera,” kata Rudi.

Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, selama 1999-2014, RAPP telah berkontribusi dalam pembentukan output terhadap perekononomian nasional  Rp 557 triliun, yang mana Rp 498 triliun (89,5%) berada di Riau. Kontribusi relatif output RAPP terhadap perekonomian Riau menunjukkan pola penurunan sejak 2009 sebagai dampak pertumbuhan output Provinsi Riau yang lebih tinggi ketimbang pertumbuhan penjualan RAPP. “Ini positif karena ketergantungan secara ekonomi masyarakat di Riau terhadap perusahaan semakin turun, karena tingkat kemandirian mereka meningkat,” ujar Rudi.

Dalam acara CSR Award tersebut, RAPP memberikan penghargaan kepada delapan mitra bina yang bergerak di berbagai bidang usaha mitra inline (jenis usahanya berhubungan langsung dengan bisnis RAPP) seperti Sulaiman sebagai produsen sabut kelapa (cocopeat), Izwan koperasi Karya Bersama yang menyediakan speed boat 15 K, Robi Cahyadi sebagai penyedia tenaga kerja dan penyedia truk. Kemudian Mujiono sebagai penyediatenaga kerja pengawas, Ramadhan sebagai meyedia mobil truk. Sedangkan untuk mitra Offline (jenis usahanya tidak berhubungan langsung dengan bisnis perusahaan) diantaranya Yusmani yang merupakan pengrajin batik di Rumah Baatik Andalan, Tukiman dan Mursaldius pengusaha bengkel.***

Komentar

Popular Post

Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Korupsi Dana Bimtek di Rohul, Jaksa Langsung Kasasi

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Rokan Hulu langsung menolak putusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis bebas terhadap Arie Kurnia Arnold, terdakwa kasus dugaan korupsi dana Bimbingan Teknis dan Pelatihan bagi aparat desa yang merugikan negara Rp227 juta. Kita langsung kasasi, tegas JPU Gilang dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (59). Sebelumnya, menurut majelis hakim yang diketahui Dahlia Panjaitan, terdakwa Arie Kurnia Arnold tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan kepadanya. Sehingga majelis hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Rohul tersebut. Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan JPU. Membebaskan terdakwa dari tahanan, ungkap Hakim Ketua Dahlia Panjaitan. Selain itu, majelis hakim juga memerintahka...

Dari 8 Jadi 9 Fraksi, DPRD Pekanbaru Tambah Satu Fraksi

Sesuai Pansus Tata Tertib dimana fraksi di DPRD Kota Pekanbaru berubah menjadi 9 fraksi dari sebelumnya 8 fraksi. Putuskan tersebut hasil telah ditetapkan melalui paripurna Pansus Tatib awal pekan ini. Ketua Pansus Tatib DPRD Pekanbaru tahun 2017, Ida Yulita Susanti SH MH kepada wartawan mengatakan, Tatib DPRD Pekanbaru yang baru disahkan itu menyusul keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, yang bertujuan dalam rangka penataan kelembagaan perangkat daerah untuk pembentukan Oranisasi Perangkat Daerah (OPD). PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah ini juga sebagai tindaklanjut amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dimana, ada perubahan pembagian urusan pemerintahan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota. "Di Tatib yang lama, kita masih menggunakan nama SKPD tentu dengan berganti OPD ini berganti pula nama mitra kerja bersama dengan DPRD Pekanbaru," kat...

Ditangkap Satpol, Pengemis Buta Ngaku untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Seorang wanita tuna netra Jawaris, (51), warga Jalan Cipta Karya, Panam, ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru setelah kedapatan mengemis di Simpang Empat Pasar Pagi Arengka, Jalan, Soekarno Hatta, Kamis,(7/9). Menjadi seorang pengemis menurut dia sudah dilakoni sejak 20 tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan hidup. "Baru sekali ini kami mengemis di Simpang Empat Arengka ini, biasanya kami cuma duduk di Rumah Makan Nurdin, Arengka. Tapi karena di rumah makan itu tadi sudah banyak pengemis lain, terpaksa kami pindah, itulah sialnya baru sekali kami sudah ditangkap," kata Jawani, ditimpali Iyus, teman perempuan yang biasanya membimbingnya saat mengemis, di Kantor Satpol PP Pekanbaru. Jawani mengaku, pekerjaan yang dilakukannya atas keinginan mereka sendiri tanpa  dikoordinair orang lain seperti pengemis- pengemis lain. Hasilnya dibagi dua dengan teman yang membimbingnya tersebut. Digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti untuk membayar sewa rumah dan kebutuhan lai...