Langsung ke konten utama

Banyak Pungutan Tak Jelas, Tim Satgas Pangan Sidak Pasar Induk di BRPS

Tim Satgas Pangan Kota Pekanbaru terdiri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Bulog dan Polresta, mengggelar Inspeksi Mendadak ke Pasar Induk sementara di lokasi Terminal Bandar Raya Payung Sekaki, Selasa (13/6), dinihari.

Bukan untuk pertama kali kegiatan serupa sudah dilakukan bahkan beberapa kali menyikapi keluhan pedagang yang menyebut banyaknya pungutan tak jelas dilakukan oknum tak bertanggungjawab.

"Dari hasil Sidak itu kami ingin membuktikan langsung kebenaran laporan yang disampaikan para pedagang menyebut banyak dipungut biaya tak jelas. Pedagang di sini setiap malam dipungut Rp35 ribu per malam yang katanya untuk biaya pembayaran listrik, lapak, kebersihan dan parkir kendaraan. Dengan nilai segitu pedagang merasa keberatan karena oknum atau organisasi yang melakukannya tidak komitmen, seperti masih adanya pemadaman listrik di lapak-lapak pedagang sampai beberap hari lamanya," kata Kepala Bidang Perdagangan DPP Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman, di sela-sela sidak.

Dari Sidak yang dilakukan, kata Irba, pihaknya bukan hanya menerima laporan tentang keberatan yang dirasakan pedagang karena banyaknya pungutan tak jelas, bahkan miris oknum atau salahsatu oranisasi disana juga menyebar surat menggunakan amplop meminta para pedagang untuk mengisinya dengan uang sebagai Tunjangan Hari Raya (THR).

Itu yang sedang ditelusuri pihak kepolisian dari Polresta, kalau memang ada pungutan- pungutan yang sudah disepakati silahkan saja asal sesuai aturan yang berlaku. Tapi nampaknya pungutan yang dilakukan juga tidak bisa mengakomodir keinginan dari para pedagang.

Bahkan tindakan yang dilakukan oknum juga sudah keterlaluan karena sudah menaikkan pungutan dari sebelumnya yakni Rp20 ribu permalam kini menjadi Rp35 ribu dengan alasan untuk meningkatkan pelayanan penerangan aliran listrik.

"Pungutan ini tidak masuk akal, kita contohkan sajalah kalau tiap bulan tagihan listrik harus dibayar Rp 10 juta perbulan, katakanlah untuk listrik Rp 20 ribu permalam dikalikan 300 pedagang sudah berapa, dikalikan sebulan. Bukan bisa bayar tagihan listrik tapi sudah bisa buat pembangkit listrik, inilah masalah yang haru?s? diselesaikan segera" jelas Irba.

Ditanyakan, apa resiko yang diterima dari pedagang kalau mereka tidak mau memberikan pungutan tak jelas yang diminta organisasi tersebut, Irba menjawab, para pedagang dilarang berjualan kebutuhan pokok disana. Bahkan lapak pedagang langsung disegel oleh organisasi yang meminta pungutan-pungutan itu.

"Kalau pedagang tidak mau memberikan pungutan yang diminta, lapak mereka disegel dan tidak bisa berjualan lagi, karena itulah mau tak mau pedagangpun harus mengikuti meskipun keberatan. Nah itulah yang masalah sekarang ini, makanya kami akan membuat SK, menyatakan pengelolaan pasar induk sementara di BRPS akan diambil alih oleh Pemerintah Kota Pekanbaru melalui DPP," tandas Irba. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...