Langsung ke konten utama

Titak Ada Kata Sepakat Riau dan Sumut, Kemendagri Deadline 40 Hari Selesaikan Tapal Batas

Pertamuan antara Pemerintah Provinsi Riau, dengan Pemerintah Provinai Sumatra Utara yang di mediasi oleh Kementrian Dalam Negri, menyelesaikan tapal batas kedua Provinsi tidak menemui kata sepakat. Dalam rapat bersama di Kemendagri, pekan lalu.

Baik Riau maupun Sumatra Utara, tetap pada pendirian masing-masing dengan peta yang ada, yakni di dua titik perbatasan Riau di Kabupaten Rokan Hulu dengan Padang Lawas Tapanuli Selatan (Sumut), dan perbatasan Rokan Hilir dengan Labuhan Batu Selatan.

Asisten I Setdaprov Riau, Ahmas Syah Harrofie, mengatakan, karena tidak ada kata sepakat Kemendagri memberikan waktu selama 40 hari kepada Riau dan Sumut menyelesaikan tapal batas di dua titik tersebut.

"Jadi belum ada kata sepakat, kalau kita tetap pada apa yang telah kita pegang sesuai dengan peta yang asa pada kita. Untuk selanjutnya, dokumen yang ada di Riay Riau diserahkan ke Sumut, dan dokumen Sumut diserahkan ke Riau. Pembahasannya diberiwaktu 40 hari oleh Kemendagri," ujar Ahmad Syah, Selasa (13/6).

"Jadi pada tanggal 21 Juli nanti, semua harus masuk proses verifikasi oleh kedua belah pihak, setelah itu klarifikasi lapangan dan tahapan selanjutnya tim dari pusat akan mengambil keputusan," tambahnya.

Selain membahas tapal batas Riau-Sumut, kata Ahmad Syah, Pemprov Riau juga membahas tapal batas Kabupaten Kota yang ada di Riau. Untuk batas Pekanbaru dengan Siak, Kemendagri memberi tenggang waktu dua minggu untuk tinjauan lapangan, sampai berakhir pada 21 Juni.

Untuk Bengkalis dengan Siak, Pekanbaru dengan Pelalawan, Pelalawan dengan Indragiri Hilir sudah disepakati. Karena Rancangan Peraturan Mendagri dan Rancangan Peta Batas sudah diteken Kemendagri.

"Apapun hasil dari tinjau lapangan batas Pekanbaru dan Siak tetap akan disampaikan ke tim tapal batas pusat. Dan kita targetkan Insya Allah Permendagrinya sudah selesai 2017 ini. Artinya sekarang kita tinggal tunggu Permendagri tapal batas antar kabupaten Bengkalis-Siak, Pekanbaru-Pelalawan dan Pelalawan-Indragiri Hilir. Sebab sudah dilakukan verifikasinya?, dan dokumen sudah diteken," ungkap mantan Pj Bupati Bengkalis ini.

Untuk diketahui, tapal batas antara Riau dan Sumu di dua titik tersebut sudah stagnan selama 14 tahun. Pada tahun 2003 yang lalu sudah ada pembahasan namun sayangnya tidak ada kelanjutan. Kemudian tahun 2012 kembali dibahas, kembali tidak ada keputusan. Barulah tahun 2017 ini ada ketegasan dari Kemendagri, jika tidak ada kata sepakat kedua belah pihak maka pemerintah pusat yang akan mengambil keputusan dari hasil veritikasi kedua Provinsi. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...