Langsung ke konten utama

Hari Ini, Pemprov Bersama TP4D dan KPK Bahas Stadion Utama, Pastikan Pembayaran Sisa Utang

Untuk memastikan pelunasan utang pembangunan Stadion Utama, kepada pihak kontraktor yang sudah lama stagnan sejak tahun 2012 yang lalu, dijadwalkan hari ini Pemerintah Provinsi Riau akan mengadakan rapat bersama, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), KPK, Kepolisian, BPKP dan BPK.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, harus diselesaikan dengan pihak ketiga. Agar dalam pembayarannya tidak ada masalah di kemudian hari. Karena perlu ada kepastian hukum dari aparat hukum yang menangani penyelesaian Stadion Utama.

"Dengan pembayaran utang stadion utama ini, tentu akan menyelesaikan permasalahan di Stadion utama. Harus utang-utang yang ada di Provinsi, diselesaikan agar bisa berjalan lancar dan ini utang yang terakhir diselesaikan periode kami ini," kata Gubri, saat safari Ramadan  di Kabupaten Pelalawan, Minggu (18/6).

Dijelaskan Gubri, sejauh ini Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan semua langkah agar pembayaran utang yang sudah 4 tahun belum dibayarkan bisa diselesaikan. Sampai meminta surat resmi dari KPK bahwa pembayaran utang Stadion Utama tidak lagi tersangkut hukum.

"Sesuai dengan mekanismenya kita sudah tempuh. Besok (hari ini red) secara bersama-sama menyelesaikannya, kita duduk bersama juga dengan Dewan. Kalau ada yang ingin dipertanyakan oleh anggota Dewan inilah kesempatan menanyakan hal tersebut," kata Gubri.

"Sebetulnya kita membayarkan pekerjaan yang sudah selesai oleh kontraktor, yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi. Dan ada yang akan ditanyakan oleh Dewan apa yang menjadi permasalahannya," tambah Gubri.

Disinggung apakah pembayaran sisa utang tersebut akan diselesaikan pada tahun 2017 ini, pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD P) Andi Rahman, biasa ia disapa mengatakan, tergantung dari hasil rapat hari ini. Jika memungkinkan akan dibayar tahun ini maka akan dibayarkan."Kita lihat hasil rapat besok, bagaimana hasilnya tergantung besok (hari ini red), tutup Gubri.

Untuk diketahui total hutang yang masih tersedia untuk Proyek Main Stadium dan Infrastruktur, Rp240 miliar, sejak  tahun 2012 usai PON XVIII. Stadion yang mampu menampung hampir 50 ribu penonton ini, telah dipergunakan untuk berbagai iven Nasional dan Internasional.

Untuk saat ini stadion kebanggaan masyatakat Riau itu, sudah bisa digunakan, bahkan dijadwalkan stadion yang masuk salah satu termegah di Indonesia ini, akan di gunakan sebagai salah satu Stadion yang akan digunakan untuk Sea Games. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...