Langsung ke konten utama

Dari Rekers APEDSI Riau, Mulai 2018 Dana Desa Langsung ke Desa

Tidak transparannya penyaluran bantuan keuangan (Bankeu) dari Provinsi Riau, ke kabupaten/kota untuk pembangunan infrastrukur di desa-desa, membuat Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, kembali menyalurkan bankeu tersebut langsung ke Rekening Desa.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, pada rapat kerja Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Selasa (6/6). Menurut Gubri, bankeu Pemprov Riau bagi desa sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu. Namun banyak keluhan dari Kepala Desa karena tidak sampai anggaran ke Desa.

"Jadi kita dalam membantu Kabupaten Kota ini secara profesional. Ini untuk mengatasi kesenjangan, dan Benkeu sudah kami serahkan ke Kabupaten Kota dan menjadi kewenangan mereka menyalurkan ke Desa. Informasi ini mungkin tak sampai ke Kepala Desa dan tidak transparan. Jadi tahun 2018 ini kita mencoba kembali menyalurkannya langsung ke Desa," ujar Gubri.

Dijelaskan Gubri, pada tahun 2015 yang lalu memang telah dicoba untuk menganggarkan anggaran desa langsung ke Desa. Namun dikarenakan adanya aturan baru terpaksa pada tahun 2016 dan di serahkan ke Bankeu Kabupaten Kota. Dalam membantu pembangunan di daerah Pemprov Riau tidak bisa langsung membantu oleh sebab itu melalui Kabupaten Kota.

"Bankeu yang kita serahkan ke Kabupaten Kota pada tahun 2016 itu mencapai Rp1,4 triliun, dan tahun 2017 hampir sama. Jadi kalau kita tidak bisa langsung membangun di daerah itu menyalahi aturan, dari Bankeu inilah pembangunan di Desa. Tahun 2018 sudah kita bahas termasuk peraturan-peraturannya," ungkap Gubri.

Gubri berharap nantinya setelah di transfernya langsung dana desa ke masing-masing kepala Desa, bisa manfaatkannya dengan baik. Sesuai dengan rencana kerja anggaran desa  yang diajukan.

"Dana desa bisa digunakan untuk infrastruktur di pedesaan, termasuk untuk keaejahteraan masyarakat, salah satunya dangan adanya UMKM. Masukan dari desa bisa digunakan, manfaatkan Bangdes. Jangan lupa kerjasama dengan dinas terkait di Kabupaten Kota," kata Gubri.

Sementara itu, Ketua DPD APDESI Riau, Basri Lubis, berharap bisa ikut membantu pemerintahan desa dalam menjalankan program pedesaan. Musda DPD APDESI Riau ini mewakili 1.800 desa yang tergabung dalam DPD APDESI Riau.

"Program ini untuk mempersiapkan pemerintahan desa yang berdaya saing. Berdasarkan pada semangat UU Nomor 6 RI tentang Desa. Kami masih ingat bantuan bagi desa tahun 2015 lalu sangat menyentuh pembangunan desa. Jika tahun itu dapat Rp500 juta, mudah-mudahan ada bantuan lagi," ungkapnya.

Untuk diketahui rapat kerja daerah DPD APDESI Provinsi Riau dihadiri pengurus DPC APDESI Kabupaten Kota se Riau. Selain itu juga dihadiri DPC APEDSI dari Sumatra Utara, Tapanuli, dan Padang Lawas. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...