Langsung ke konten utama

Picu Kemacetan, Dishub Bakal Derek Kendaraan Parkir di Jalan Diponegoro

Dinilai menjadi pemicu terjadinya kemacetan dan menggangu kenyamanan warga penguna jalan, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru memberi warning bakal menderek kendaraan roda empat yang kerap diparkir di bahu Jalan Diponegoro. Hal itu disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) parkir, Bambang Armanto, Rabu (1/6).

"Iya, laporan tentang itu sudah banyak kami terima, padahal di lokasi sudah dipasang rambu larangan parkir tapi masih banyak yang melanggar. Kami surati dulu pihak fakultas kedokteran dan Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad, kalau tak ada respon atau tidak diindahkan kami akan koordinasikan dengan Satlantas untuk melakukan penindakan berupa penderakan terhadap kendaraan yang parkir disana," katanya

Terkait persoalan pihaknya kata Bambang sudah sering memberitahukan larangan memarkirkan kendaraan roda empat di jalur khusus sepeda tersebut. Namun hingga saat ini belum terlihat ada itikad baik. Persoalan itulah yang akan dicari tahu mengapa kendaraan- kendaraan itu diparkirkan di area yang secara aturan salah karena melanggar rambu yang sudah dipasang di area yang dimaksud.

"Kami akan cari tahu, mengapa mereka parkir di area yang sudah dipasang rambu larangan, secara aturan ya pasti salah," terang Bambang.

Diejlesakannya, masalah ketertiban lalu lintas di Pekanbaru menjadi salahsatu skala prioritas yang harus diselesaikan dengan baik selain dari mengejar target Pendapatan Asli Daerah yang sudah ditetapkan. Salahsatunya dengan mengedepankan aspek manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk mengoptimalkan penggunaan seluruh jaringan jalan, guna peningkatan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

"Kita tidak hanya fokus kepada PAD saja, tapi juga mengedepankan aspek manajemen rekayasa lalu lintas yang harus seimbang dan sejalan. Jangan mentang- mentang untuk mengejar PAD lantas mengabaikan masalah kemacetan lalulintas, itu juga tidak benar. Makanya kami dari Dishub, tidak mengakomodir semua pengajuan terkait area potensi parkir, karena semua harus dikaji dari aspek rekayasa lalu lintasnya," jelas, Bambang.

Dsinggung, apakah pihaknya mampu mencapai target PAD dari retribusi parkir tahun 2017, Bambang, mengatakan optimis memandang realisasi retribusi PAD Parkir Dishub hingga akhir tahun 2016 lalu mencapai Rp8,2 miliar dari target awal hanya sebesar Rp7,5 miliar. Salahsatu yang menyebabkan prestasi meningkat karena perubahan status lahan parkir. Kalau biasanya berstatus wajib kini berubah menjadi retribusi parkir. Selain itu, pengawasan yang selama ini dilakukan dilapangan juga membuahkan hasil, dibuktikan dengan banyaknya Juru Parkir liar yang berhasil ditertibkan. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...