Langsung ke konten utama

Ditangkap Satpol, Pengemis Buta Ngaku untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Seorang wanita tuna netra Jawaris, (51), warga Jalan Cipta Karya, Panam, ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru setelah kedapatan mengemis di Simpang Empat Pasar Pagi Arengka, Jalan, Soekarno Hatta, Kamis,(7/9). Menjadi seorang pengemis menurut dia sudah dilakoni sejak 20 tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Baru sekali ini kami mengemis di Simpang Empat Arengka ini, biasanya kami cuma duduk di Rumah Makan Nurdin, Arengka. Tapi karena di rumah makan itu tadi sudah banyak pengemis lain, terpaksa kami pindah, itulah sialnya baru sekali kami sudah ditangkap," kata Jawani, ditimpali Iyus, teman perempuan yang biasanya membimbingnya saat mengemis, di Kantor Satpol PP Pekanbaru.

Jawani mengaku, pekerjaan yang dilakukannya atas keinginan mereka sendiri tanpa  dikoordinair orang lain seperti pengemis- pengemis lain. Hasilnya dibagi dua dengan teman yang membimbingnya tersebut. Digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti untuk membayar sewa rumah dan kebutuhan lain, dalam sehari penghasilan yang didapat berkisar Rp 50 ribu. Berbeda kalau hari Sabtu dan Minggu penghasilan yang didapat bisa dua kali lipat kerna pengunjung di rumah makan tersebut selalu ramai.

"Saya keluar rumah dari pagi, selalu pindah- pindah juga, kadang di dalam Pasar Pagi Arengka, kadang di Simpang Ardath. Baru sekali ini saya ngemis di simpang jalan. Hasilnya untuk keperluan sehari- hari. Saya memang punya anak tapi pekerjaannya tidak mencukupi untuk membantu saya, dia hanya pegawai honor salahsatu dinas pemerintah sebagai buruh kebersihan, makanya untuk tetap bertahan hidup saya mengemis. Tolonglah lepas saya, jangan ditahan. Mengemis sudah 20 tahun saya jalankan, jadi tolonglah kami jangan ditahan, " pintanya.

Bukan hanya Jawanis dan Iyus yang ditangkap Satpol dalam penertiban tersebut, mereka ditemani dua orang pria gelandangan yang dinilai menggangu ketertiban sosial. Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, mengatakan, empat orang yang ditangkap melanggar Peraturan Daerah No.12 Tahun 2008, tentang Ketertiban Sosial, pasal 3 ayat 1.

"Ada empat orang yang kita tangkap, dua orang perempuan mengemis di Simpang Empat Arengka, dan dua orang pria gelandangan kita tangkap di Jalan Sudirman dan Arengka. Setelah kita data penanganannya kita serahkan ke Dinas Sosial Pekanbaru," singkat Zulfahmi.

Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Khairani, dikonfirmasi, mengaku sudah menerima empat orang gelandangan dan pengemis  yang dilimpahkan Satpol PP Pekanbaru. Saat ini sedang dilakukan assesmen sebelum dimasukkan ke penampungan atau shelter.

"Sebelum kita masukkan ke shelter kita lakukan assesmen dulu. Prikologisnya seperti apa, kemudian kita minta keteranganya, yang bersangkutan warga mana, apakah ada keluarganya di Pekanbaru atau tidak. Kalau tidak ada, baru kita masukkan ke shelter," kata Khairani.

Setelah dimasukkan ke shelter, para Gepeng ini akan dilakukan pembinaan. Jangka waktunya tidak ditetapkan. Namun biasanya hanya 7 hari. Setelah itu baru di pulangkan kepada keluarganya. Sementara untuk gepeng yang berasal dari luar Pekanbaru akan diserahkan di Dinas Sosial Provinsi Riau untuk dipulangkan ke kampung halamanya.

"Tapi ada juga yang sampai berbulan-bulan di shelter, itu tergantung permintaan dari pihak keluarganya," ujarnya. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...