Langsung ke konten utama

Korupsi Rekayasa Kredit di BRIAgro Pekanbaru, Penyidik Tunggu Audit BPK

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pekanbaru terus menggesa menggesa proses penyidikan kasus dugaan korupsi rekayasa kredit di BRIAgro Pekanbaru. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

Koordinasi ini dilakukan dalam upaya permintaan audit penghitungan kerugian negara yang ditimbulkan dalam perkara yang tengah disidik Korps Adhyaksa Pekanbaru itu. Audit penghitungan kerugian negara merupakan salah satu unsur yang harus dipenuhi dalam penanganan suatu tindak pidana korupsi. Dimana BPK merupakan salah satu institusi yang berwenang untuk melakukan audit tersebut.

Kejari Pekanbaru diketahui telah melayangkan surat ke BPK RI Perwakilan Provinsi Riau pada awal September ini. "Minggu lalu, kita telah melayangkan surat ke BPK Perwakilan Riau untuk (permintaan) penghitungan kerugian negara. Surat itu sudah ditindaklanjuti BPK Riau ke (BPK) Pusat," ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pekanbaru, Azwarman, Minggu (10/9).

Warman juga mengatakan kalau pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BPK untuk mengetahui langkah yang akan ditempuh berikutnya. Diharapkan dalam minggu ini, pihaknya bisa memaparkan konstruksi hukum perkara ini di hadapan tim dari BPK.

Jika dalam paparan nantinya, BPK membutuhkan data dalam proses proses audit, Warman menegaskan pihaknya akan melengkapi data yang dimaksud.
"Saya sudah berkordinasi, semoga minggu depan kita ekspos atau paparan di BPK. Kemungkinan juga ada tim dari BPK Pusat. Kita paparkan kasus ini, selanjutnya jika (BPK) memerlukan data akan kita sampaikan," pungkasnya.

Dalam proses penyidikan kasus ini, penyidik telah memeriksa puluhan. Mereka berasal dari belasan saksi dari debitur, dan sejumlah mantan pegawai BRIAgro. Selain itu Kepala Cabang BRIAgro Pekanbaru saat ini, Yungki Pramono, dan seorang bawahannya, Anggie Widiatmoko, juga telah dimintaiketerangan.

Ke depan, penyidik juga berencana untuk memeriksa dua orang saksi dari pihak notaris diduga sebagai pihak yang membuat perikatan antara debitur dan pihak BRIAgro. Untuk pemanggilan saksi notaris ini, penyidik akan melakukan koordinasi dengan Majelis Kehormatan Notaris Wilayah Riau.

Selain itu penyidik juga akan kembali memanggil saksi-saksi yang belum memenuhi panggilan penyidik sebelumnya. Mereka di antaranya, sejumlah debitur, dan ada juga dari mantan pegawai BRIAgro, termasuk mantan Kepala Cabangnya.

Dari informasi yang dihimpun, pada tahun 2009 hingga 2010, BRIAgro (sebelumnya Bank Agro) Cabang Pekanbaru, dalam bentuk modal kerja untuk pembiayaan dan pemeliharaan kebun kelapa sawit yang terletak di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul, kepada 18 debitur atas nama Sugito dan kawan-kawan, dengan total luas lahan kelapa sawit seluas 54 hektare sebagai agunan.

Adapun total kredit yang diberikan sebesar Rp4.050.000.000 terhadap 18 debitur tersebut, masing-masing jumlahnya bervariasi yaitu Rp150 juta dan Rp300 juta. Jangka waktu kredit selama 1 tahun, dan jatuh tempo Februari 2010, dan diperpanjang beberapa kali sampai dengan 6 Februari 2013.

Sejak tahun 2015, terhadap kredit tersebut dikategorikan sebagai kredit bermasalah (non performing loan) sebesar Rp3.827.000.000 belum termasuk bunga dan denda. Agunan berupa kebun kelapa sawit seluas 54 hektar alas hak berupa SKT/SKGR tidak dikuasai oleh BRIAgro dan tidak dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik karena termasuk dalam areal pelepasan kawasan 3 perusahaan serta termasuk dalam kawasan kehutanan.

Diduga terdapat rekayasa dalam pemberian kredit karena penagihan terhadap debitur tidak dapat dilakukan karena para debitur tidak pernah menikmati fasilitas kredit yang diberikan. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...