Pemerintah Kota Pekanbaru segera melakukan penutupan terhadap home stay, penginapan maupun wisma tak mengantongi izin. Tindakan tersebut dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat menyebut tempat-tempat tersebut diduga kerap dijadikan sebagai tempat transaksi Narkoba serta berpotensi pula dijadikan tempat berbuat mesum.
"Kami akan ultimatum dan surati pemilik usaha dan meminta untuk segera urus izin, sebelum upaya penertiban dilakukan Tim Yustisi. Kalau masih bandel, jangan salahkan kami menutup usahanya. Selain melanggar aturan tempat- tempat yang disebutkan juga diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkoba dan perbuatan mesum," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil, Selasa (19/9).
Hingga 2017, kata Jamil, khusus untuk Home Stay, pihaknya hanya mengeluarkan empat izin yakni untuk Home Stay dengan merek usaha PT.Metropolitan Mas, Harmoni, PT Jaya Bersama Abadi dan CV Nandita. Sementara berdasarkan pantauan di lapangan masih terdapat sejumlah Home Stay lagi sebut saja salahsatunya yakni Home Stay Bintang Lima di Jalan Lokomotif.
Selain diduga tak mengantongi izin, baru baru ini di tempat itu juga diamankan puluhan pasang muda mudi yang diduga berbuat mesum oleh Satpol PP Pekanbaru bersama Polresta dalam penertiban. Kejadian serupa bukan hanya terjadi sekali ini, tapi bisa disebut sering bahkan hampir disetiap penertiban selalu diamankan pasangan yang bukan resmi.
"Kami minta pelaku usaha untuk tertib aturan, sebelum menjalankan operasional semua izin harus diurus, jadi bukan seenaknya saja," tegas Jamil.
Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, dikonfirmasi, mengatakan, siap menindak sesuai Peraturan Daerah Pekanbaru yang berlaku. Kalau terbukti tidak memiliki izin tidak tertutup kemungkinan usaha tersebut ditutup bersama Organisasi Perangkat Daerah terkait, tapi kalau memiliki izin tapi terkesan membiarkan tempatnya dijadikan tempat berbaut mesum bakal dilakukan pembinaan.
"Intinya kalau ditemukan pelanggaran tentu akan kita tindak lanjuti seperti dengan melakukan teguran pertama sampai ketiga, kalau tidak juga baru kita ambil tindakan tegas, bisa ke Tindakan Pidana Ringan bahkan sampai penghentian sementara operasional. Untuk Home Stay Bintang Lima di Jalan Lokomotif, akan kita evaluasi karena sudah berulang kalai ditemukan pasangan tidak resmi disana saat dilakukan penertiban. Kalau mengarah ke penutupan usaha kita akan lakukan bersama OPD terkait," tegas Kasatpol.
Terkait persoalan Walikota Pekanbaru, Firdaus, ST.MT,Walikota Pekanbaru, Firdaus,ST.MT, mengapresiasi kinerja yang dilakukan Satpol PP bersama Polresta Pekanbaru, dalam upaya mewujudkan Pekanbaru Smart City Madani dengan melakukan penertiban di sejumlah penginapan, Home Stay, wisma dan hotel yang ada di Kota Pekanbaru. Dia juga mengaatakan, kepada pengelola diminta untuk selektif dalam menerima tamu. Meskipun tidak menerapkan peraturan secara kaku, tapi setidaknya manajemen hotel bisa melihat mana tamu yang sesungguhnya dan manapula yang berniat untuk berbuat mesum.(muka- muka mesum).
"Kami apresiasi kinerja petugas, evaluasi terhadap itu tetap akan dilakukan untuk mewujudkan Pekanbaru Smart City madani dan religi. Karena itu nilai- nilai agama harus tetap ditegakkan," singkat dia.***
"Kami akan ultimatum dan surati pemilik usaha dan meminta untuk segera urus izin, sebelum upaya penertiban dilakukan Tim Yustisi. Kalau masih bandel, jangan salahkan kami menutup usahanya. Selain melanggar aturan tempat- tempat yang disebutkan juga diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkoba dan perbuatan mesum," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil, Selasa (19/9).
Hingga 2017, kata Jamil, khusus untuk Home Stay, pihaknya hanya mengeluarkan empat izin yakni untuk Home Stay dengan merek usaha PT.Metropolitan Mas, Harmoni, PT Jaya Bersama Abadi dan CV Nandita. Sementara berdasarkan pantauan di lapangan masih terdapat sejumlah Home Stay lagi sebut saja salahsatunya yakni Home Stay Bintang Lima di Jalan Lokomotif.
Selain diduga tak mengantongi izin, baru baru ini di tempat itu juga diamankan puluhan pasang muda mudi yang diduga berbuat mesum oleh Satpol PP Pekanbaru bersama Polresta dalam penertiban. Kejadian serupa bukan hanya terjadi sekali ini, tapi bisa disebut sering bahkan hampir disetiap penertiban selalu diamankan pasangan yang bukan resmi.
"Kami minta pelaku usaha untuk tertib aturan, sebelum menjalankan operasional semua izin harus diurus, jadi bukan seenaknya saja," tegas Jamil.
Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, dikonfirmasi, mengatakan, siap menindak sesuai Peraturan Daerah Pekanbaru yang berlaku. Kalau terbukti tidak memiliki izin tidak tertutup kemungkinan usaha tersebut ditutup bersama Organisasi Perangkat Daerah terkait, tapi kalau memiliki izin tapi terkesan membiarkan tempatnya dijadikan tempat berbaut mesum bakal dilakukan pembinaan.
"Intinya kalau ditemukan pelanggaran tentu akan kita tindak lanjuti seperti dengan melakukan teguran pertama sampai ketiga, kalau tidak juga baru kita ambil tindakan tegas, bisa ke Tindakan Pidana Ringan bahkan sampai penghentian sementara operasional. Untuk Home Stay Bintang Lima di Jalan Lokomotif, akan kita evaluasi karena sudah berulang kalai ditemukan pasangan tidak resmi disana saat dilakukan penertiban. Kalau mengarah ke penutupan usaha kita akan lakukan bersama OPD terkait," tegas Kasatpol.
Terkait persoalan Walikota Pekanbaru, Firdaus, ST.MT,Walikota Pekanbaru, Firdaus,ST.MT, mengapresiasi kinerja yang dilakukan Satpol PP bersama Polresta Pekanbaru, dalam upaya mewujudkan Pekanbaru Smart City Madani dengan melakukan penertiban di sejumlah penginapan, Home Stay, wisma dan hotel yang ada di Kota Pekanbaru. Dia juga mengaatakan, kepada pengelola diminta untuk selektif dalam menerima tamu. Meskipun tidak menerapkan peraturan secara kaku, tapi setidaknya manajemen hotel bisa melihat mana tamu yang sesungguhnya dan manapula yang berniat untuk berbuat mesum.(muka- muka mesum).
"Kami apresiasi kinerja petugas, evaluasi terhadap itu tetap akan dilakukan untuk mewujudkan Pekanbaru Smart City madani dan religi. Karena itu nilai- nilai agama harus tetap ditegakkan," singkat dia.***
Komentar
Posting Komentar