Pemprov Sudah Salurkan 85.237 Anggaran Keluarga Harapan, Darius Klaim Angka Kemiskinan di Riau Menurun
Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Sosial, telah menyalurkan anggaran program Keluarga Harapan bagi 85.237 masyarakat miskin di seluruh Kabupaten Kota, sebesar Rp161 Miliar.
Kepala Dinas Sosial, Darius Husein, menjelaskan masing-masing keluarga menerima anggaran sebesar Rp1.890.000 di bagi menjadi 4 tahap. Untuk tahap 1, 2 dan 3 sudah tuntas di bayarkan hingga akhir bulan Agustus 2017.
"Jadi keluarga penerima manfaat ini merupakan keluarga yang kurang mampu di seluruh wilayah Indonesia. Untuk di Riau, dai tiga tahap yang dijalankan telah disalurkan 1,5 juta perkeluarga, tahap pertama 500 ribu, tahap kedua 500 ribi dan tahap ketiga 500 ribu," jelas Darius, Senin (11/9).
Mantan kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan ini mengatakan, untuk sisa anggaran sebesar Rp390 ribu akan kembali diserahkan pada bulan September ini. Karena sesuai dengan target harus dituntaskan pada bulan ini.
"Kita tidak ingin angka kemiskinan meningkat seperti yang diberitakan. Dengan telah disalurkannya anggaran itu tentu angka kemiskinan kita jelas menurun. Program itu kan mengentaskan kemiskinan sesuai dengan data yang kita terima by name by adres," ujar Darius.
Bagi mayarakat penerima program ini nantinya akan di integrasian dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta kartu Indonesia Pintar (KIP), serta penyaluran beras miskin. Anggaran tersrbut bisa digunakan untuk membeli beras, bahan pokok lainnya dan gas 3 Kilogram. "Jadi intinya dengan tersalurkan semuanya, bisa mengatasi persoalan meningkatnya angka kemiskinan sebagaimana yang diekspor BPS dulu, " jelasnya.
Sementara itu, dari data yang ada Kabupaten Kampar menjadi daerah penerima manfaay terbanyak. Dan Kabupaten Siak sebagai penerima terkecil. Namun penerima terbanyak anggaran manfaat tersebut tidak mesti penduduk miskinnya meningkat.
"Kita serba salah juga nanti jumlahnya meningkat dikira jumlah angka miskin meningkat. Padahal program itu ada untuk membantu masyarakat tidak mampu," tutup Darius. Berikut jumlah data penerima manfaat, Kabupaten Bengkalis 7.292, Indragiri Hilir, 9.808, Indragiri Hulu 6.370, Kampar 12.684, Meranti 9.545. Kota Dumai 3.353, Pekanbaru 7.065. Kabupaten Kuansing 6.013, Pelalawan 4.502, Rokan Hilir 8.809. Rokan Hulu 6.091, Siak 3.705.***
Kepala Dinas Sosial, Darius Husein, menjelaskan masing-masing keluarga menerima anggaran sebesar Rp1.890.000 di bagi menjadi 4 tahap. Untuk tahap 1, 2 dan 3 sudah tuntas di bayarkan hingga akhir bulan Agustus 2017.
"Jadi keluarga penerima manfaat ini merupakan keluarga yang kurang mampu di seluruh wilayah Indonesia. Untuk di Riau, dai tiga tahap yang dijalankan telah disalurkan 1,5 juta perkeluarga, tahap pertama 500 ribu, tahap kedua 500 ribi dan tahap ketiga 500 ribu," jelas Darius, Senin (11/9).
Mantan kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan ini mengatakan, untuk sisa anggaran sebesar Rp390 ribu akan kembali diserahkan pada bulan September ini. Karena sesuai dengan target harus dituntaskan pada bulan ini.
"Kita tidak ingin angka kemiskinan meningkat seperti yang diberitakan. Dengan telah disalurkannya anggaran itu tentu angka kemiskinan kita jelas menurun. Program itu kan mengentaskan kemiskinan sesuai dengan data yang kita terima by name by adres," ujar Darius.
Bagi mayarakat penerima program ini nantinya akan di integrasian dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta kartu Indonesia Pintar (KIP), serta penyaluran beras miskin. Anggaran tersrbut bisa digunakan untuk membeli beras, bahan pokok lainnya dan gas 3 Kilogram. "Jadi intinya dengan tersalurkan semuanya, bisa mengatasi persoalan meningkatnya angka kemiskinan sebagaimana yang diekspor BPS dulu, " jelasnya.
Sementara itu, dari data yang ada Kabupaten Kampar menjadi daerah penerima manfaay terbanyak. Dan Kabupaten Siak sebagai penerima terkecil. Namun penerima terbanyak anggaran manfaat tersebut tidak mesti penduduk miskinnya meningkat.
"Kita serba salah juga nanti jumlahnya meningkat dikira jumlah angka miskin meningkat. Padahal program itu ada untuk membantu masyarakat tidak mampu," tutup Darius. Berikut jumlah data penerima manfaat, Kabupaten Bengkalis 7.292, Indragiri Hilir, 9.808, Indragiri Hulu 6.370, Kampar 12.684, Meranti 9.545. Kota Dumai 3.353, Pekanbaru 7.065. Kabupaten Kuansing 6.013, Pelalawan 4.502, Rokan Hilir 8.809. Rokan Hulu 6.091, Siak 3.705.***
Komentar
Posting Komentar