Pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 Kilometer saat ini sudah mulai tampak pengaspalan di beberapa ruas jalan tol. Mulai dari titik nol di Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, diperkirakan sepanjang 1 Kilometer dan di pertengahan sepanjang 1 Kilometer, dari 7 Kilometer seksi pertama yang telah di kerjakan.
Dilihat dari udara dengan menggunakan Heli Sinar Mas, tampak jelas seksi satu tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 7 Km kelihatan apik, setelah di aspal. Selain pengaspalan di ruas jalan Tol jalan menuju pintu masuk tol juga telah selesai di aspal. Sebelumnya ketika Presiden Joko Widodo meninjau pada bulan Juli lalu belum ada tampak satupun ruas yang di aspal.
Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, sesuai dengan target dari Pemerintah pusat pada tahun 2019 tol Pekanbaru-Dumai sudah bisa di lalui. Untuk itulah BUMN yang mengerjakan dalam hal ini Hutama Karya, menggesa pengerjaannya.
"Itulah yang kita harapkan tol Pekanbaru-Dumai ini bisa cepat beroperasi. Sekarang sudah ada yang diaspal seperti yang dilihat dari udara," kata Gubri, Selasa (19/9).
Disinggung mengenai masih terhambatnya kelanjutan pembangunan di lahan milik PT Chevron yang berada di kawasan Minas, Gubernur mengatakan, semuanya menjadi tanggungjawab dari Pemerintah pusat melalui Kementrian LHK, Kementrian PU dan Kementrian BUMN.
"Yah itukan lagi di selesaikan. Diselesaikan nanti ada peralihan kepemilikan di lepas. Habis itu baru dipinjamkan kepada Hutama Karya," jelasnya.
Dijelaskan Gubri, lahan yang masih masuk dalam kawasan konsensi Chevron tersebut mengapa lambat di bebaskan, sudah menjadi hal yang biasa dalam Pemerintahan. Ia mencontohkan di Pemprov Riau, ada lahan pada Sekdaprov, dan akan di pakai oleh OPD lain. Dari Sekda akan dilepaskan lahan tersebut bagi OPD yang membutuhkan.
"Aset yang ada di Chevron ini kan aset negara. Bisa jadi asetnya bisa jadi tercatat di ESDM ataupun di Keuangan. Yah mungkin nanti dialihkan ke PU dan PU bisa investasi, inikan masalah administrasi di Pemerintahannya, sesuai dengan perundang-undangannya," jelas Gubri.
Untuk diketahui, pada bulan Juli lalu, Presiden Joko Widodo, bersama Mentri BUMN Rini Sumarno dan Mentri PU Basuki, meninjua tol Pekanbaru-Dumai. Dan orang nomor satu di Indonesia ini, juga mengapresiasi Gubernur Riau dan Kementrian yang ikut mendorong percepatan pembangunan tol Pekanbaru-Dumai. Presiden menilai pembangunan seksi satu ini begitu cepat.
Presiden mengatakan, progres pengerjaan tol Pekanbaru-Dumai ini ditargetkan selesai pada tahun 2019. Dan akan menghasilkan pendapatan yang cukup besar. Jika telah di operasikan investasi yang akan masuk mencapai Rp15 triliunan. Sedangkan untuk pembebasan lahan baik dengan masyarakat maupun dengan pihak Chevron di selesaikan oleh Kementrian terkait.***
Dilihat dari udara dengan menggunakan Heli Sinar Mas, tampak jelas seksi satu tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 7 Km kelihatan apik, setelah di aspal. Selain pengaspalan di ruas jalan Tol jalan menuju pintu masuk tol juga telah selesai di aspal. Sebelumnya ketika Presiden Joko Widodo meninjau pada bulan Juli lalu belum ada tampak satupun ruas yang di aspal.
Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, sesuai dengan target dari Pemerintah pusat pada tahun 2019 tol Pekanbaru-Dumai sudah bisa di lalui. Untuk itulah BUMN yang mengerjakan dalam hal ini Hutama Karya, menggesa pengerjaannya.
"Itulah yang kita harapkan tol Pekanbaru-Dumai ini bisa cepat beroperasi. Sekarang sudah ada yang diaspal seperti yang dilihat dari udara," kata Gubri, Selasa (19/9).
Disinggung mengenai masih terhambatnya kelanjutan pembangunan di lahan milik PT Chevron yang berada di kawasan Minas, Gubernur mengatakan, semuanya menjadi tanggungjawab dari Pemerintah pusat melalui Kementrian LHK, Kementrian PU dan Kementrian BUMN.
"Yah itukan lagi di selesaikan. Diselesaikan nanti ada peralihan kepemilikan di lepas. Habis itu baru dipinjamkan kepada Hutama Karya," jelasnya.
Dijelaskan Gubri, lahan yang masih masuk dalam kawasan konsensi Chevron tersebut mengapa lambat di bebaskan, sudah menjadi hal yang biasa dalam Pemerintahan. Ia mencontohkan di Pemprov Riau, ada lahan pada Sekdaprov, dan akan di pakai oleh OPD lain. Dari Sekda akan dilepaskan lahan tersebut bagi OPD yang membutuhkan.
"Aset yang ada di Chevron ini kan aset negara. Bisa jadi asetnya bisa jadi tercatat di ESDM ataupun di Keuangan. Yah mungkin nanti dialihkan ke PU dan PU bisa investasi, inikan masalah administrasi di Pemerintahannya, sesuai dengan perundang-undangannya," jelas Gubri.
Untuk diketahui, pada bulan Juli lalu, Presiden Joko Widodo, bersama Mentri BUMN Rini Sumarno dan Mentri PU Basuki, meninjua tol Pekanbaru-Dumai. Dan orang nomor satu di Indonesia ini, juga mengapresiasi Gubernur Riau dan Kementrian yang ikut mendorong percepatan pembangunan tol Pekanbaru-Dumai. Presiden menilai pembangunan seksi satu ini begitu cepat.
Presiden mengatakan, progres pengerjaan tol Pekanbaru-Dumai ini ditargetkan selesai pada tahun 2019. Dan akan menghasilkan pendapatan yang cukup besar. Jika telah di operasikan investasi yang akan masuk mencapai Rp15 triliunan. Sedangkan untuk pembebasan lahan baik dengan masyarakat maupun dengan pihak Chevron di selesaikan oleh Kementrian terkait.***
Komentar
Posting Komentar