Sekitar dua ribuan mahasiswa baru Universitas Lancang Kuning (Unilak) mengikuti kegiatan pembukaan Pengenalan Mahasiswa Baru (Pamaba) tahun 2017, di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Sabtu,(9/9). Gema lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan mars Lancang Kuning begitu keras terdengar sebagai tanda dibukanya kegiatan waktu itu.
Rektor Unilak Dr. Hj. Hasnati, di lokasi kegiatan menyambut baik kedatangan mahasiswa-mahasiswi baru untuk Tahun Ajaran(TA) 2017-2018. Kegiatan Pamaba yang diselenggarakan selain untuk menciptakan keakraban antara mahasiswa baru dengan mahasiswa lama, juga tidak terlepas unt?u?k menjalin silaturahmi dengann dekan, dosen, staf ataupun petinggi-petinggi di Unilak seperti rektor dan wakil.
"Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan, mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibanya. Memuat antara lain tentang sistem pendidikan tinggi kegiatan akademik dan kemahasiswaan serta kebijakan kampus sehingga dapat mendukung keberhasilan studinya di perguruan tinggi. Kita berharap mahasiswa dan mahasiswi Unilak bisa belajar dan meraih yang diinginkan serta dapat lulus tepat waktu," imbuhnya.
Sebanyak 2.177K mahasiswa/wi baru tersebar di sembilan fakultas dengan 19 Program Studi TA 2017-2018, seluruhnya diharapkan bisa mengharumkan nama kampus yang sudah berdiri sejak 35 tahun silam. Selain dihadiri mahasiswa/wi baru, pada kesempatan kegiatan Pamaba tersebut juga diikuti 10 orang mahasiswa asal Pattani, Thailand.
Nuraini Chaaroo, salahseorang mahasiswa Thailand yang sempat diwawancarai di lokasi mengaku seperti berada di negaranya sendiri. Kata dia, masyarakat Riau, khususnya di Unilak, ramah tamah, tidak berbeda dengan warga di negerinya.
"Kegaiatan ini sangat seru sekali, saya merasa berada di rumah sendiri, kami disambut ramah. Saya kuliah di Unilak mengambil jurusan Bahasa Inggris di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dari kawan kawan yang sudah duluan tinggal di Pekanbaru lah saya dapat Informasi soal Unilak yang merupakan perguruan tinggi bagus," kata Nuraini dengan logat Melayu kental.
Seperti diketahui 10 mahaiswa/wi Thailand telah resmi kuliah di Unilak, tujuh orang belajar di Prodi sastra Melayu di Fakutas Ilmu Budaya dan tiga orang belajar di Prodi pendidikan Bahasa Inggris di FKIP. Mereka tidak dikenakan SPP, biaya ujian dan lainnya karena masuk sebagai mahasiswa reguler.
Selama di Unilak para mahasiswa diharapkan dapat bergaul dan bersosialisasi baik di lingkungan kampus bersama mahasiswa dan dosen maupuan bersama masyarakat sekitar Unilak. Nantinya, Unilak juga akan memberikan kursus bahasa Indonesia kepada sepuluh mahasiswa Thailand begitujuga sebaliknya.***
Rektor Unilak Dr. Hj. Hasnati, di lokasi kegiatan menyambut baik kedatangan mahasiswa-mahasiswi baru untuk Tahun Ajaran(TA) 2017-2018. Kegiatan Pamaba yang diselenggarakan selain untuk menciptakan keakraban antara mahasiswa baru dengan mahasiswa lama, juga tidak terlepas unt?u?k menjalin silaturahmi dengann dekan, dosen, staf ataupun petinggi-petinggi di Unilak seperti rektor dan wakil.
"Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan, mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibanya. Memuat antara lain tentang sistem pendidikan tinggi kegiatan akademik dan kemahasiswaan serta kebijakan kampus sehingga dapat mendukung keberhasilan studinya di perguruan tinggi. Kita berharap mahasiswa dan mahasiswi Unilak bisa belajar dan meraih yang diinginkan serta dapat lulus tepat waktu," imbuhnya.
Sebanyak 2.177K mahasiswa/wi baru tersebar di sembilan fakultas dengan 19 Program Studi TA 2017-2018, seluruhnya diharapkan bisa mengharumkan nama kampus yang sudah berdiri sejak 35 tahun silam. Selain dihadiri mahasiswa/wi baru, pada kesempatan kegiatan Pamaba tersebut juga diikuti 10 orang mahasiswa asal Pattani, Thailand.
Nuraini Chaaroo, salahseorang mahasiswa Thailand yang sempat diwawancarai di lokasi mengaku seperti berada di negaranya sendiri. Kata dia, masyarakat Riau, khususnya di Unilak, ramah tamah, tidak berbeda dengan warga di negerinya.
"Kegaiatan ini sangat seru sekali, saya merasa berada di rumah sendiri, kami disambut ramah. Saya kuliah di Unilak mengambil jurusan Bahasa Inggris di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dari kawan kawan yang sudah duluan tinggal di Pekanbaru lah saya dapat Informasi soal Unilak yang merupakan perguruan tinggi bagus," kata Nuraini dengan logat Melayu kental.
Seperti diketahui 10 mahaiswa/wi Thailand telah resmi kuliah di Unilak, tujuh orang belajar di Prodi sastra Melayu di Fakutas Ilmu Budaya dan tiga orang belajar di Prodi pendidikan Bahasa Inggris di FKIP. Mereka tidak dikenakan SPP, biaya ujian dan lainnya karena masuk sebagai mahasiswa reguler.
Selama di Unilak para mahasiswa diharapkan dapat bergaul dan bersosialisasi baik di lingkungan kampus bersama mahasiswa dan dosen maupuan bersama masyarakat sekitar Unilak. Nantinya, Unilak juga akan memberikan kursus bahasa Indonesia kepada sepuluh mahasiswa Thailand begitujuga sebaliknya.***
Komentar
Posting Komentar