DPD Partai Demokrat Riau akan merekomendasikan bakal calon yang telah memenuhi persyaratan tambahan kursi partai koalisi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tahun 2018 mendatang, ke DPP Partai Demokrat.
Hal itu mengingat partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu hanya memiliki 9 kursi di DPRD Riau, dan membutuhkan tambahan 4 kursi lagi dari partai politik lain, guna bisa mengusung jagoan dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.
Demikian diungkapkan Ketua Tim Penjaringan DPD Demokrat Riau, Toni Hidayat, kepada Haluan Riau, Selasa (19/9). Dikatakan Toni, saat ini proses penjaringan telah masuk ke tahap pengembalian berkas pendaftaran dari masing-masing bakal calon.
Sejauh ini, kata Toni, telah ada 5 tokoh yang mengembalikan formulir ke Tim Penjaringan. "Sesuai urutan pengembalian, itu ada Pak Syamsuar, Pak Achmad, Pak Lukman Edy, Pak Andi Rachman (Arsyadjuliandi Rachman,red), dan tadi (kemarin,red) ada Pak Firdaus," kata Toni Hidayat.
Lebih lanjut, anggota DPRD Kampar itu mengatakan, pihaknya masih membuka waktu untuk pengembalian berkas hingga Rabu (20/9). Sejumlah tokoh dijadwalkan akan melakukan pengembalian berkas di hari terakhir tersebut.
"Yang sudah memastikan besok (hari ini,red), Pak M Fajri. Dia memastikan besok jam 8.30 WIB. Pak Harris memastikan besok jam 10.00 WIB. Pak Syamsurizal memastikan jam 1 siang. Pak Hendry Munief, Ketua (DPW) PKS (Riau), memastikan habis (Salat) Ashar, jam 4 sore. Itu yang baru memastikan ke panitia. Yang lainnya belum. Namun demikian, kita telah menyampaikan bahwa besok (hari ini,red) merupakan hari terakhir pengembalian formulir," lanjut Toni Hidayat.
Usai proses pengembalian formulir, Toni menyebut pihaknya akan melakukan verifikasi seluruh dokumen yang telah dikembalikan, dan dijadwalkan akan memakan waktu selama dua hari.
"Terus nanti kita memberikan waktu toleransi untuk berkas yang belum lengkap atau yang tidak benar, kita minta untuk dibenarkan atau dilengkapi. Ada dua hari juga waktunya," sebut mantan anggota DPRD Riau itu.
Dirinya optimis, seluruh tahapan akan berjalan dengan lancar, sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Ditargetkan pada 26 September 2017, seluruh tahapan sudah rampung, untuk selanjutnya dikirimkan ke DPP Demokrat.
"Mudah-mudahan dari timeline yang kita buat tanggal 26 (September 2017) itu sudah selesai. Setelah itu kita kita kirim ke DPP. Karena kita telah merampungkan dan merekap nama-nama yang akan kita sampaikan ke DPP, baik untuk calon nomor satu maupun calon nomor dua," imbuhnya.
Diakui Toni, partai berlambang Mercy itu tidak bisa mengusung sendiri calon dalam Pilgubri 2018. Demokrat masih kurang 4 kursi sebagai syarat untuk mengusung calon.
Untuk itu, lanjut Toni, pihaknya meminta kepada masing-masing calon yang mendaftar, untuk melengkapi persyaratan dukungan dari kekurangan kursi partai politik. Calon yang bisa memenuhi syarat itu diyakini akan diusulkan ke DPP Demokrat untuk disetujui sebagai calon yang diusung Partai Demokrat pada Pilgubri 2018 mendatang.
"Kita ada 9 (kursi), ada kekurangan empat. Bakal calon yang akan kita usung, yang akan kita rekomendasikan ke atas yang telah memenuhi persyaratan tambahan kursi partai koalisi," pungkas Toni Hidayat.***
Hal itu mengingat partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu hanya memiliki 9 kursi di DPRD Riau, dan membutuhkan tambahan 4 kursi lagi dari partai politik lain, guna bisa mengusung jagoan dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.
Demikian diungkapkan Ketua Tim Penjaringan DPD Demokrat Riau, Toni Hidayat, kepada Haluan Riau, Selasa (19/9). Dikatakan Toni, saat ini proses penjaringan telah masuk ke tahap pengembalian berkas pendaftaran dari masing-masing bakal calon.
Sejauh ini, kata Toni, telah ada 5 tokoh yang mengembalikan formulir ke Tim Penjaringan. "Sesuai urutan pengembalian, itu ada Pak Syamsuar, Pak Achmad, Pak Lukman Edy, Pak Andi Rachman (Arsyadjuliandi Rachman,red), dan tadi (kemarin,red) ada Pak Firdaus," kata Toni Hidayat.
Lebih lanjut, anggota DPRD Kampar itu mengatakan, pihaknya masih membuka waktu untuk pengembalian berkas hingga Rabu (20/9). Sejumlah tokoh dijadwalkan akan melakukan pengembalian berkas di hari terakhir tersebut.
"Yang sudah memastikan besok (hari ini,red), Pak M Fajri. Dia memastikan besok jam 8.30 WIB. Pak Harris memastikan besok jam 10.00 WIB. Pak Syamsurizal memastikan jam 1 siang. Pak Hendry Munief, Ketua (DPW) PKS (Riau), memastikan habis (Salat) Ashar, jam 4 sore. Itu yang baru memastikan ke panitia. Yang lainnya belum. Namun demikian, kita telah menyampaikan bahwa besok (hari ini,red) merupakan hari terakhir pengembalian formulir," lanjut Toni Hidayat.
Usai proses pengembalian formulir, Toni menyebut pihaknya akan melakukan verifikasi seluruh dokumen yang telah dikembalikan, dan dijadwalkan akan memakan waktu selama dua hari.
"Terus nanti kita memberikan waktu toleransi untuk berkas yang belum lengkap atau yang tidak benar, kita minta untuk dibenarkan atau dilengkapi. Ada dua hari juga waktunya," sebut mantan anggota DPRD Riau itu.
Dirinya optimis, seluruh tahapan akan berjalan dengan lancar, sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Ditargetkan pada 26 September 2017, seluruh tahapan sudah rampung, untuk selanjutnya dikirimkan ke DPP Demokrat.
"Mudah-mudahan dari timeline yang kita buat tanggal 26 (September 2017) itu sudah selesai. Setelah itu kita kita kirim ke DPP. Karena kita telah merampungkan dan merekap nama-nama yang akan kita sampaikan ke DPP, baik untuk calon nomor satu maupun calon nomor dua," imbuhnya.
Diakui Toni, partai berlambang Mercy itu tidak bisa mengusung sendiri calon dalam Pilgubri 2018. Demokrat masih kurang 4 kursi sebagai syarat untuk mengusung calon.
Untuk itu, lanjut Toni, pihaknya meminta kepada masing-masing calon yang mendaftar, untuk melengkapi persyaratan dukungan dari kekurangan kursi partai politik. Calon yang bisa memenuhi syarat itu diyakini akan diusulkan ke DPP Demokrat untuk disetujui sebagai calon yang diusung Partai Demokrat pada Pilgubri 2018 mendatang.
"Kita ada 9 (kursi), ada kekurangan empat. Bakal calon yang akan kita usung, yang akan kita rekomendasikan ke atas yang telah memenuhi persyaratan tambahan kursi partai koalisi," pungkas Toni Hidayat.***
Komentar
Posting Komentar