Langsung ke konten utama

Gali Kembali Sumbang Emas Kontingen Riau, Atlet O2SN PKPLK Bawa Pulang 3 Perak

Kontingen Olimpiade Siswa Nasional (O2SN) kembali meraih prestasi dengan meraih medali pada kejuaraan O2SN di Medan, Sumatra Utara. Satu lagi atlet renang Riau tingkat SMP, Gali Permata, dari SMP Dharmayuda, menyumbangkan medali emas, cabor renang gaya dada 100 meter.

Selain tambahan satu medali emas dari Gali, giliran atlet Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), yang ikut menambah pundi-pundi torahan medali bagi Riau, dengan menyumbangkan 3 medali Perak.

Tiga atlet PKPLK Riau yang berhasil meraih medali perak, yakni, Agung Nurmadani, dari SD 123 cabang olahraga Bulu Tangkis, Rudi Setianto SLBN Pembina Pekanbaru, cabor Catur, dan Sumarini dari SLBN Rokan Hulu cabor Bocce.

Selain tambahan tiga medali perak dua atlet O2SN Riau juga menambah dua medali perunggu, yakni Mia Difani dari SDN 017 Langgini Kampar, cabor Karate. Dan Nurul Fadilah, SMAN 1 Bangkinang, Kampar cabor Karate.

Sekretaris Dinas Pendidikan Riau, Ahyu Suhendra, mengapresiasi atas tambahan medali emas dari Gali, dan tambahan medali peran dari atlet PKPLK Riau. Dengan tambahan medali tersebut total medali yang diraih atlet  O2SN Riau 8 medali, diantaranya 3 medali emas 3 medali Perak dan 2 medali perunggu.

"Alhamdulillah pundi-pundi medali kita terus bertambah. Dan hari ini (kemarin red) atlet PKPLK Riau sudah kembali ke Riau dan kita sambut langsung di Bandara SSK II Pekanbaru. Mereka pulang membawa nama harum Riau, dengan telah menyumbangkan tiga medali perak," ujar Ahyu, Kamis (7/9).

Dijelaskan Ahyu, untuk atlet yang lain tingkat SMP dan SMA masih terus berusaha untuk menambah pundi-pundi medali Riau, hingga tanggal 9 September mendatang. Ia berharap atlet yang masih berjuang bisa meraih prestasi yang terbaik.

"Atlet kita masih ada yang berjuang di Medan. Mudah-mudahan bisa menambah medali O2SN Riau. Untuk O2SN tahun ini mengalami peningkatan. Kalau untuk peringkat Riau belum diumumkan kemungkinan besok," kata Ahyu.

Untuk diketahui tiga atlet Riau yang berhasil meraih medali emas yakni, yakni dari cabang olahraga Renang Putra tingkat SMP, Gali Permata dari SMP Dharmayuda, menyumbangkan dua medali emas, cabor renang gaya dada 50 meter dan 100 meter. Dan cabor Karate nomor kumite 32 kg Putra tingkat SD Buffon Julianto Sinaga.

Untuk O2SN tahun ini Riau mengikuti seluruh cabang olahraga, dengan membawa 65 atlet dan 30 pendamping dan pelatih, diantaranya, untuk tingkat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusu (PKPLK), tingkat SD, SMP dan tingkat SMA.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...