Langsung ke konten utama

DPP Pastikan Permainan Spekulan, 20 Pangkalan LPG Dihentikan Permanen

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, memastikan kelangkaan gas melon belakangan ini di Kota Pekanbaru, karena adanya permainan spekulan.
"Sejauh ini kami sudah sanksi 20 pangkalan dengan klasifikasi lima penghentian permanen, delapan sanksi skorsing tiga bulan, empat skorsing satu bulan, tiga peringatan keras," Jelas Kepala Bidang Perdagangan DPP Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman.

Permainan spekulan itu juga dibuktikan dengan ditangkapnya seorang warga inisial U, sedang membawa 30 tabung gas melon mengggunakan becak motor di Jalan Fajar, Labuh Baru, Selasa,(12/9).

"Kelangkaan ini kita pastikan karena adanya permainan dari spekulan, setelah sebelumnya kita melakukan razia di enam titik lokasi di Sukajadi kemudian ditemukan pelanggaran disana. Hari ini kita kembali menangkap seorang warga yang membawa 30 tabung gas melon dari pangkalan inisial UK untuk dibawa ke warungnya. Perbuatan ini semakin memperkuat bahwa kelangkaan karena adanya permainan," kata Kepala Bidang Perdagangan DPP Pekanbaru, Mas Irba. H.Sulaiman.

Berdasarkan keterangan U, hampir tiap minggu dia membeli gas melon tersebut di pangkalan UK dengan harga per tabung Rp 21 ribu kemudian dijual dengan harga Rp 24 ribu. Karena itu Irba, meminta agen untuk membekukan distribusi gas melon ke pangkalan UK yang berada di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki. Untuk kuota yang diterima pangkalan UK dari agen perbulannya sebanyak 1.000 tabung.

"Kami minta kepada pihak pangkalan untuk tidak lagi bermain-main dalam pola distribusi, kalau dua alat bukti terbukti melanggar pidana kami akan serahkan masalah ke pihak yang berwajib. Kelangkaan ini tetap akan kami telusuri, pelaku mengambil momen saat gas elpiji tidak bisa didistribusikan karena adanya insiden beberapa waktu lalu, pangkalan mulai mendistribusikan gas ke warung- warung bukan kepada masyarakat," jelas Irba.

Dijelaskan Irba, untuk alokasi perbulan gas subsidi tiga kilogram di Pekanbaru berjumlah sekitar 650.000 tabung, untuk kebutuhan rumah tangga sekitar 40 persen atau sekitar 260.000 tabung. Sisanya diperkirakan berjumlah 390.000 tabung dipergunakan oleh usaha mikro kecil dengan 12 agen dan sekitar 700 pangkalan. Untuk kebutuhan perharinya adalah 22.000 tabung.

"Kalau tabung yang beredar di tengah masyarakat diperkirakan setiap harinya berjumlah lebih kurang 21.666. Kami juga tekankan, tabung kosong tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan kecuali mendapat izin dari Pertamina," tegas Irba.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...