Langsung ke konten utama

Kelanjutan Pembangunan Pasar Cik Puan Dipertanyakan

Ketua Komisi IV DPRD kota Pekanbaru Roni Amriel SH,  menyayangkan masih terbengkainya bangunan Pasar Cik Puan yang berada di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Dengan kondisi ini ia menilai seakan-akan Perintah kota Pekanbaru tidak menjalankan fungsi untuk melakukan pembinaan terhadap pedagang yang hampir 10 tahun yang ditampung di pasar Cik Puan.

"Mereka (pedagang) juga menginginkan masa depan. Namun sampai hari ini kegiatan pembangunan belum jelas. Kalau masalah konsep itu relatif saja tergantung argumentasi tergantung pemerintah meyakinkan pedagang ini," kata Roni Amriel saat berbincang dengan wartawan, Selasa (12/9)

Menurutnya lagi, ada plus minusnya semua menggunakan APBD tentu harus jadi skala proritas pembangunan, itu ketersediaan anggarannya harus diberikan jaminan jangan terkendala lagi.

"Menggunakan pihak ketiga memang tidak menggunakan anggaran APBD tidak menguras APBD lagi, cuma kan harus didudukkan dengan pedagang-pedagang yang ada," ujarnya.

Selain itu dikatakannya, masalah nilai sewa, masalah kepemilikan, jauh berbeda menggunakan APBD dengan pihak ke tiga. Kalau APBD pemerintah bisa memberikan pelayanan yang murah, tapi kalau menggunakan investor, tentu ada hitungan keuntungan.

"Yang mereka dapatkan dari situ harga sewa mahal karena mereka berinvestasi. Siapa pun akan melakukan hal yang sama. Ini perlu dibuatkan kajian," ujarnya.

Jangan kita bicara ke tahapan berikutnya sementara status tanah belum klir, sampai hari inikan belum klir permasalahannya antara aset pemprov dan aset kota. Provinsi ingin dibangun tanpa investasi. Sementara Pemko ingin membangun dengan investasi.

"Anggaran untuk pusat perkantoran ada. Untuk Pasar Cik Puan sampai saat ini ngak ada anggarannya," ujarnya Lagi.

Ia menyarankan pemerintah kota, menyelesaikan dulu persoalan yang berkaitan dengan aset, karena pada zaman Herman, belum bisa dilanjutkan karena Herman mengakhirkan masa jabatannya.

"Intinya, zaman pak Herman, pemerintah provinsi sudah oke, ada suratnya, kalau tidak salah menyetujui untuk dilakukan pembangunan.

Menurutnya lagi, kalau nilai Rp100 milyar itu kecil kalau memang pemerintah serius membangun Pasar Cik Puan. "Kami ingin dipresentasikan di DPRD mengenai status tanah dan kedua sistim pembangunannya," imbuhnya. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...