Langsung ke konten utama

PWI-BRK Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi Wartawan

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau melakukan kunjungan ke Bank Riau Kepri (BRK), Selasa (5/9). Dalam pertemuan di gedung BRK Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru itu, PWI Provinsi Riau dan BRK sepakat menjalin kerja sama salah satunya meningkatkan kompetensi wartawan.

Pertemuan silaturrahmi tersebut dihadiri Ketua PWI Provinsi Riau, H Zulmansyah Sekedang, Sekretaris PWI, Amril, Bendahara, Oberlin Marbun dan sejumlah pengurus PWI Riau. Sementara dari BRK, PWI Riau disambut langsung Direktur Utama (Dirut), DR Irvandi Gustari, beberapa pejabat direksi BRK dan Pemimpin Desk Corporate Secretary BRK, Winovri.

Ketua PWI Provinsi Riau, H Zulmansyah Sekedang mengatakan, maksud kedatangan beberapa pengurus PWI Riau ke BRK ini adalah untuk menjalin silaturrahmi sekaligus mensinergikan sejumlah program PWI dengan BRK. Zulmansyah juga memperkenalkan beberapa pengurus PWI Provinsi Riau yang baru dilantik oleh Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah Riau, bulan Agustus 2017 lalu.

"Salah satu program kegiatan yang ada di PWI Riau adalah melaksanakan uji kompetensi wartawan atau biasa disebut UKW. Kami berharap dengan adanya program itu, BRK bisa menjadi mitra kerja PWI dalam meningkatkan kompetensi wartawan," kata Zulmansyah.

Zulmansyah Sekedang juga berharap kepada BRK  membuat semacam pelatihan perbankan bagi awak media massa sehingga wartawan terutama yang melakukan tugas peliputan jurnalistik di BRK bisa memahami dunia perbankan dan menulis berbagai istilah perbankan dengan baik dan benar.

Dirut BRK, DR Irvandi Gustari mengatakan, BRK menyambut baik kedatangan dan program kegiatan PWI Provinsi Riau. Irvandi menyebut kerja sama dengan wartawan ini jelas sangat membantu kinerja BRK. Karena itu, tidak ada salahnya sejumlah kegiatan PWI bisa disinergikan dengan BRK.

"Memang ada sedikit perubahan. Jika selama ini BRK mengurus dana pemerintah daerah hampir 80 persen, umum 20 persen, namun saat ini dana pemerintah daerah yang kita kelola hanya 20 persen, umum 80 persen. Karena itulah BRK bekerja keras untuk memajukan bank ini. Jika BRK maju, mitra kerja BRK seperti PWI Riau juga akan maju, dan Provinsi Riau pun otomatis akan lebih berkembang dan maju," kata Irvandi.

Irvandi juga mengatakan, pihaknya siap dikritik oleh rekan-rekan wartawan di PWI. "Karena kami juga butuh dikritik biar kami bisa memperbaikinya. Dan BRK mohon dukungan dan doa agar bisa lebih berkembang ke depannya," kata Irvandi.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...