Langsung ke konten utama

Tim TPAD Pemko Tak Lengkap, Pembahasan APBD Perubahan Molor

Pembahasan APBD Perubahan 2017 dalam rapat Banggar di ruang Paripurna, Selasa (12/9), molor lagi. Ini penundaan yang kedua. Sebelumnya rapat, Senin (11/9) juga ditunda. Penyebabnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Pekanbaru tidak lengkap yang hadir.

"Di hari pertama kita tunda karena TAPD tak bawa data lengkap. Hari ini hanya beberapa orang saja yang hadir, bahkan banyak yang kabur setelah rapat diskor," kata Penanggung Jawab Banggar DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga SE, usai rapat kemarin.

Beberapa pejabat TAPD yang hadir di antaranya Plh Sekdako Drs Azwan, Asisten IV Mutia Eliza dan beberapa kepala bidang. Sementara Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Azharisma Rozie, Kepala BPKAD Alek Kurniawan, Kepala Bappeda Yusrizal yang merupakan dapur sumber PAD tidak hadir.

Padahal, pembahasan APBD-P ini, sarat membahas PAD yang masuk ke kas daerah, serta serapannya. Termasuk pajak, bukan pajak dan anggaran alokasi khusus. Bahkan Banggar juga minta laporan semester dari Pemko, namun tidak didapatkan. "Apa yang mau dibahas, kepala dinas yang tahu tentang ini tak hadir. Untuk apa kita lanjutkan. Selain itu dalam pembahasan ini kita mengambil keterbukaan dan transparan,  bahkan rapat ini juga perlu diawasi KPK," tegas Romi lagi.

Karena penundaan ini, Banggar DPRD mengagendakan kembali rapat pembahasan APBD-P 2017 ini, besok, Rabu (13/9). Banggar bisa melanjutkan pembahasan KUA-PPAS, apabila laporan PAD tuntas dibahas.

Diharapkan Pemko bisa menghargai lembaga DPRD dalam pembahasan APBD. Jangan diwakilkan oleh kepala bidang (Kabid)-nya apalagi setingkat kepala seksi (Kasi). Anggota Banggar saja hadir semua.

"Kita bukan lembaga odong-odong. Jangan nanti bahasan lewat dari batas deadline 30 September. Apalagi KUA-PPAS terlambat datang. Kita tak mau ditakut-takuti dalam pembahasan," terangnya.

Pembahasan APBD-P ini dilakukan, berdasarkan UU No 17 tahun 2003, tentang Keuangan Negara, Permendagri No 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan revisi Permendagri No 21 Tahun 2010, lalu disempurnakan Permendagri No 31 tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan APBD, serta Perda Kota Pekanbaru No 5 Tahun 2015.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...