Langsung ke konten utama

Lagi, DPP Putus Hubungan Usaha Pangkalan

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru kembali menindak tegas pangkalan gas elpiji 3 kg dengan putus hubungan usaha, Rabu,(13/9).  Pangkalan itu berada di Jalan Dharma Bakti (Sigunggung).

Pangkalan dengan inisial SJ itu terbukti melakukan pelanggaran karena menjual gas melon kepada pengecer bukan kepada masyarakat sekitar.

"Hari ini kembali kita menangkap pengecer yang menjual gas melon di salah satu Ruko di Jalan Dharama Bakti. Di Ruko itu kami menemukan 65 tabung siap jual dengan harga Rp 28 ribu. Sempat terjadi ketegangan karena pengecer mengaku punya beking. Tapi karena masalah ini sudah kami koordinasikan dengan Satgas Khusus Pangan Polda, penelusuran terus kami lakukan. Akhirnya pengecer mengaku mendapat pasokan dari pangkalan inisial SJ dengan harga beli Rp 22 ribu. Sudah kami panggil untuk diberikan tindakan berupa PHU (Pemutusan Hubungan Usaha)," tegas Kepala Bidang Perdagangan DPP Pekanbaru, Mas Irba. H. Sulaiman.

Penelusuran terhadap kelangkaan gas melon masih akan terus dilakukan. DPP memiliki beberapa titik lokasi yang menjadi target terjadinya permainan. Sebab antara laporan yang disampaikan masyarakat dengan pangkalan terkait gas melon itu berbeda.

"Beberapa pangkalan yang kita telusuri mengatakan ada menjual gas elpiji ke masyarakat bahkan banyak yang antri, sedangkan masyarakat menyebut di pangkalan selalu kosong. Kalaupun pangkalan mendapat pasokan dari agen malam hari, tiba- tiba pada pagi harinya gas sudah kosong. Inilah yang akan terus kita telusuri, karena dua laporan ini sangat berbeda, kami DPP juga sepakat ketika terjadi persoalan seperti ini pasti ada yang memanfaatkan. Kami tetap akan turun setiap hari mengawasi ini," jelasnya.

Gencarnya pengecer melakukan penjualan gas melon, kata Irba, karena pengecer memiliki peluang untuk mendistribusikan kembali gas dari pangkalan ke pelaku usaha mikro. Dengan begitu pengecer memiliki margin yang cukup menggiurkan, sebab usaha mikro tidak memikirkan masalah harga.

"Kalau gas dipakai untuk usaha mikro, jangankan Rp18 ribu pertabung, Rp25-30 ribu pun pasti mereka beli, karena kebutuhan. Karena itulah kini banyak bermunculan pengecer- pengecer gas yang tidak dibenarkan. Maka kini kami menindaknya dengan cara mengunci hulunya yakni pangkalan," tutup Irba.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...