Langsung ke konten utama

11 WBTB Riau Mendapat Pengesahan

11 WBTB Riau Mendapat Pengesahan
Setelah melalui penilain yang cukup alot, akhirnya 11 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Riau, disahkan Pemerintah pusat, dengan di keluarkannya sertifikat, melalui diplomasi dan warisan budaya, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Selasa (22/8).

Ke 11 WBTB Riau yang masuk sebagai WBTB Indonesia ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, yakni Tunjuk ajar Melayu karya Almarhum Tenas Efendi, Sijobang "Buwong Gasiong" dari Kampar, Silat Perisai dari Kampar, Zapin Api dari Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. Zapin Meskom dari Bengkalis.

Manongkah dari Kabupaten Indragiri Hilir, Perahu Beganduang Kuansing, Batobo dari Kampar, Rumah Lontiok dari Kampar, Selembayung Riau dan Onduo Rokan dari Kabupaten Rokan Hulu.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Yoserizal Zein mengatakan, setelah melalui kajian akademis, foto, video dan yang lainnya, ke 11 WBTB Riau disahkan. Dengan demikian WBTB Riau saat ini bertambah menjadi 21 WBTB yang telah disahkan.

"Alhamdulillah, akhirnya 11 WBTB yang kita ajukan disahkan dengan dikeluarkannya sertifikat pengesahaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan ini pertama kalinya WBTB kita paling banyak disahkan," ujar Yoserizal.

Mantan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Riau ini menjelaskan, masih ada lima WBTB Riau yang ditunggu pengesahannya yakni kuliner Riau. Pada saat pengajuan bersamaan dengan 11 WBTB yang sudah disahkan masih perlu kajian akademis. Pasalnya kuliner Riau yang diajukan belum mencukupi umur hingga 50 tahun.

"Untuk kuliner Riau masih ditangguhkan belum mendapatkan pengesahan. Masih perlu kajian, termasuk foto dan videonya, jadi kita tunggu saja mudah-mudahan juga disahkan," jelas Yose.

Untuk penyerahan sertifikat, nantinya akan diterima langsung Gubernur Riau pada bulan November mendatang di Jakarta. "Sertifikat Pak Gubernur yang terima bulan November," singkatnya.

Untuk diketahui, pengesahan WBTB Indonesia disahkan oleh tim dari WBTB Indonesia, dilaksanakan sedikitnya empat kali sidang di depan 15 orang tim ahli dari berbagai bidang kebudayaan. Dalam sidang-sidang, setiap provinsi harus melengkapi foto, video dan kajian tentang warisan budaya.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...