Langsung ke konten utama

Kado HUT Riau, Sigit Yuwono: Beri Perhatian Khusus untuk Kota Pekanbaru

Sempena hari jadi ke-60 Provinsi Riau, Kota Pekanbaru sangat mengharapkan perhatian khusus Pemerintah Provinsi Riau, dalam hal pembangunan di Kota Bertuah.

Kalangan legislator Kota Pekanbaru meminta perhatian tersebut direalisasikan, dalam bentuk implikasi hal-hal yang menjadi prioritas. Seperti pembangunan infrastruktur, percepatan pengesahan RTRW, fly over SKA dan Arengka, serta Jembatan Siak IV, termasuk persoalan penyerahan lahan Pasar Cik Puan.

"Petama, tentu selamat hari milad Provinsi Riau. Dengan usia ke-60 ini, tentu harus ada yang istimewa diberikan pemerintah kepada masyarakat khususnya pada Kota Pekanbaru. Sehingga bisa berkesan," tuturnya.

Kado istimewa itu, lanjutnya, seperti bantuan infrastruktur. "Termasuk di dalamnya sarana prasarana pendukung transportasi seperti kelanjutan pembangunan jembatan Siak IV, menyerahkan aset Pasar Cik Puan ke Pemko serta paling penting lagi adalah pengesahan RTRW," sebut Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono, Selasa (8/8).

Selain itu kata Sigit, di hari istimewa tersebut, kejelasan dari yang diharapkan itu dapat menjadi gambaran bagi masyarakat ke depan sejauh mana kondisi pembangunan tersebut akan mensejahterakan masyarakat. "Permasalahan pengesahan RTRW ini jika belum terlaksana tentu  menjadi kendala bagi Pemko, untuk melanjutkan pembangunan serta juga menghambat investor untuk menanamkan investasi di Kota Pekanbaru ini," jelasnya.

Lebih dari itu, lanjut Sigit, sejumlah persoalan yang selama ini menjadi skala prioritas di Kota Pekanbaru, harus dibantu secara serius oleh Pemprov Riau. Seperti halnya pendidikan, kesehatan, pembangunan jalan, mendirikan UMKM dan lainnya.

Sebab, anggaran di APBD Provinsi Riau sangat besar untuk kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat tersebut. Selama ini, diyakini bantuan tersebut masih minim dan tidak menyebar ke daerah pinggiran.

"Kota Pekanbaru ini ibukota Provinsi Riau. Jadi, tidak ada salahnya bantuan dan perhatian Pemprov Riau lebih banyak dicurahkan ke kota ini. Sebab, kemajuan sebuah daerah diukur dari perkembangan ibukotanya. Jangan sampai Kota Pekanbaru ini dipandang sebelah mata saja oleh provinsi," tegasnya.

Kemudian, tambah Sigit, kepastian pembagian DBH, DAK dan DAU oleh pemerintah, harus dipastikan juga porsi untuk Kota Pekanbaru. Apalagi sekarang Pemko Pekanbaru masih mengalami krisis anggaran.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...