Langsung ke konten utama

Jelang HUT RI Ke-72, Napi Sialang Bungkuk yang Kabur Terancam tak Dapat Remisi

Ratusan narapidana kabur dari Rumah Tahanan Kelas II B Sialang Bungkuk Pekanbaru beberapa waktu lalu terancam tidak mendapat remisi atau pemotongan hukuman di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72, 17 Agustus 2017 mendatang.

Namun menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Riau, Dewa Putu Gede, ?seleksi dari pihaknya masih tetap dilakukan. Tim pengaju remisi masih mengkaji sejauh mana keterlibatan para napi dalam peristiwa yang terjadi 5 Mei 2017 itu.

"Dilihat dulu. Kan ada yang hanya ikut-ikutan saja. Ada juga yang menjadi provokator," ungkap Dewa di kantornya di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Kamis (10/8) petang.

Sejauh ini, sebut Dewa, sudah ada pengajuan 2.723 napi untuk mendapatkan remisi di hari kemerdekaan itu. Jumlah itu berasal dari setiap Lapas dan Rutan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Riau.

"Itu data sementara. Masih akan bertambah karena masih ada beberapa hari lagi," lanjut Dewa.

Dewa sendiri merasa bersyukur dengan adanya remisi. Pemotongan masa tahanan ini disebutnya sebagai salah satu solusi dari over? kapasitas yang dihadapi seluruh Lapas dan Rutan di Riau.

Dia menyebut saat ini ada 10 ribu lebih napi dan tahanan penghuni Lapas serta Rutan. Jumlah itu melebihi kapasitas yang ada karena seharusnya hanya diisi 3 ribu lebih narapidana.

"Sudah 300 persen lebih over kapasitasnya," kata Dewa.

Jumlah napi di Riau ini juga tak berbanding lurus dengan Sipir atau penjaga. Satu orang Sipir yang seharusnya menjaga belasan tahanan, harus berhadapan dengan puluhan atau ratusan napi.

Dengan keterbatasan ini, Dewa bersyukur Riau pada tahun ini mendapat penerimaan 638 calon PNS Kemenkumham. Dari jumlah itu, 554 di antaranya untuk tamatan SMA yang akan ditempatkan sebagai sipir.

"Tahun ini paling banyak dari tahun-tahun sebelumnya," kata Dewa.

Hanya saja, Dewa tidak mau mengaitkan ?rencana penambahan ratusan sipir ini dikaitkan dengan peristiwa napi kabur. Dia menyebut hal ini sebagai rutinitas tahunan untuk menambah sumber daya manusia.

"Tidak ada kaitannya ke situ. Tapi tahun ini memang paling banyak dibanding yang dulu-dulu," imbuh Dewa.

Sekedar informasi, pada Lebaran Idul Fitri tahun ini para napi kabur tidak mendapat jatah pemotongan tahanan. Mereka dicoret dari daftar penerima remisi yang diberikan Kemenkumham RI.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...