Langsung ke konten utama

Tak Ada Alasan TPS Minim, Warga Diminta Gantung Sampah di Depan Rumah

Minimnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Pekanbaru, selama ini menjadi salah satu alasan warga masih membuang sampah tidak pada tempatnya. Namun, hal itu dibantah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru Zulfikri. Menurutnya, masih ada cara lain yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kebersihan kota meskipun keberadaan TPS masih minim.

"Tak ada alasan TPS minim, lantas warga buang sampah sembarangan, kita minta mereka gantung saja sampah itu di depan rumah, kami yang akan angkut. Jangan buang sampah sembarangan, kami sekarang tegas menerapkan Perda No.8 Tahun 2014 tentang pengelolaan sampah berikut sanksi yang akan dilakukan Satgas kami," ujar Zulfikri, Rabu (23/8).

Selain menggantung sampah di depan rumah sebelum diangkut petugas, Zulfikri, meminta warga untuk membuang sampah sesuai waktu yang sudah ditentukan yakni dari pukul 19.00-05.00 WIB.  Ditanyakan apakah sanksi denda sampai Rp50 juta tetap bakal diberlakukan meskipun diketahui saat ini untuk Kota Pekanbaru masih minim TPS, dia menegaskan tetap diberlakukan. Sebab, untuk membuat TPS dalam waktu dekat dengan kondisi keuangan Pemko Pekanbaru yang kurang stabil itu sangat sulit.

"Kalau bicara sosialisasi sudah sering dilakukan, bahkan sampai sekarang melalui Satgas kami. Makanya untuk memberi efek jera kepada orang yang masih berani membuang sampah sembarangan, kami bakal beri sanksi denda sesuai Perda itu. Sosialisasi sejak Perda diterbitkan tahun 2014 lalu, sudah tiap tahun dilakukan di kecamatan maupun di kelurahan, tapi terbukti tak berjalan karena kesadaran masyarakat masih kurang. Dengan sanksi denda yang diberlakukan bukan berarti kami arogan tapi demi untuk tetap menjaga kebersihan kota kita," terangnya.

Dijelaskan Zulfikri, untuk penambahan TPS baru akan dibangun pada tahun 2018, itupun tidak banyak hanya tiga unit. Sedangkan untuk kendaraan operasional baru akan ditambahkan sebanyak 50 lagi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah- Perubahan (APBD-P).

"Di APBD-P 2017 ini, kami diperintahkan Pak Wali untuk menyewa mobil pengangkut sampah sebanyak 50 unit lagi, termasuk memperbaiki 28 kendaraan yang kini dalam keadaan rusak. Jadi nanti kami bakal punya kendaraan operasional sebanyak 113 unit," tutup Zulfikri.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...