Dalam rangka pencegahan dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap di Riau, perusahaan yang tergabung dalam manajemen Sinar Mas Forestry (SMF) Wilayah Riau bersama mitra mengikuti Gelar Personel dan Peralatan Karhutla serta simulasi kesiapsiagaan penanganan karhutla di Provinsi Riau yang dipusatkan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kamis (10/8).
Kegiatan yang bertemakan “Dengan Sinergisitas dan Kemitraan, Kita Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Menuju Riau Bebas Asap”, dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri, Komjen Pol Putut Eko Bayuseno.
Dalam kegiatan ini, Kabaharkam Mabes Polri, Komjen Pol Putut Eko Bayuseno didampingi oleh Asops Kapolri Irjen Pol Moch Iriawan, Kakor Sabhara Irjen Pol Umar Septono, Kakor Polairud Irjen Pol Chairul Noor, Karo Penmas Brigjen Pol Rikwanto, Dir Tipiter Bareskrim Brigjen Pol Purwadi Arianto, Dir Bintibmas Brigjen Pol Sutarno, Karo Binopsnal Baharkam Brigjen Pol Eddi S Tambunan, Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara serta jajaran dari Pamen Mabes Polri dan Polda Riau, Danrem 031/Wirabima Brigjen Inf Abdul Karim serta Pamen TNI di Riau.
Rombongan para jenderal ini didampingi Direktur Sinar Mas Forestry Stanley Najoan saat melihat secara langsung peralatan dan perlengkapan yang diperagakan dan ditampilkan oleh SMF Wilayah Riau. Peralatan tersebut adalah, peralatan pompa dari segala ukuran dari pompa besar, pompa sedang sampai pompa kecil jenis Tohatsu yang dilengkapi dengan selang dengan tekanan sampai 20Bar, serta nozle-nozle dan nozle cabang.
Dari yang berbentuk spray sampai yang berbentuk stick dan gun, sampai peralatan yang manual seperti pompa punggung serta kepyok, cangkul, garu, kapak pulaski untuk memadamkan api kecil agar api tidak cepat merambat.
SMF juga memperkenalkan kepada rombongan Kabaharkam Mabes Polri simulasi alat Sambunesia yang berfungsi untuk membasahi atau mendinginkan lahan yang bergambut pasca kebakaran tanpa dijaga 24 jam.
Alat Sambunesia merupakan hasil temuan putra Indonesia yang sudah dipatenkan dan juga sudah diperkenalkan sampai Sidang COP di Maroko.
Dalam kesempatan ini, Direktur Sinar Mas Forestry Stanley Najoan menyerahkan bantuan 12 unit pompa penanganan karhutla Riau dari Sinar Mas Forestry kepada Kabaharkam Mabes Polri, Komjen Pol Putut Eko Bayuseno dan Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.
Sementara itu untuk pelaporan dan monitoring SMF menerapkan Integrated Fire Monitoring (IFM) yang terintegrasi dengan satelit serta Infra Red Close Circuit Television (Infra Red CCTV) yang bisa bekerja siang dan memonitor titik api pada malam hari. Selain itu, penggunaan drone, yang bekerja secara online sistem setiap saat yang disebut dengan Fire Reporting Online Sistem (FROS), yang sudah terpasang pada seluruh Distrik dan Mitra APP–Sinar Mas Forestry Wilayah Riau dengan pusat kendali berada di Perawang, Kabupaten Siak, dan Head Quater Jakarta.
Untuk penanganan karhutla di Riau, di bawah koordinasi Satgas Udara dan di bawah komando Satgas Karhutla Riau, Sinarmas Forestry Riau menyiapkan 3 Heli Water Bombing berjenis Superpuma S33 L1 Sinar Mas dengan Registrasi N5893Y.
Pada saat acara apel siaga juga melakukan aksi water bombing, dan Heli Superpuma PK-DAN Sinarmas dengan kapasitas angkut air sekali bombing masing-masing 5.000 liter, dan juga Heli Water Bombing berjenis B3 Sinar Mas dengan kapasitas angkut air 1.000 liter.
Pada Apel Siaga ini SMF menghadirkan 30 personel dari 880 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Sinar Mas Forestry Wilayah Riau yang telah tersertifikasi oleh Pemerintah. SMF juga menghadirkan 30 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) dari 497 personel MPA yang telah dibina oleh Sinar Mas Forestry Wilayah Riau selama ini. ***
Kegiatan yang bertemakan “Dengan Sinergisitas dan Kemitraan, Kita Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Menuju Riau Bebas Asap”, dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri, Komjen Pol Putut Eko Bayuseno.
Dalam kegiatan ini, Kabaharkam Mabes Polri, Komjen Pol Putut Eko Bayuseno didampingi oleh Asops Kapolri Irjen Pol Moch Iriawan, Kakor Sabhara Irjen Pol Umar Septono, Kakor Polairud Irjen Pol Chairul Noor, Karo Penmas Brigjen Pol Rikwanto, Dir Tipiter Bareskrim Brigjen Pol Purwadi Arianto, Dir Bintibmas Brigjen Pol Sutarno, Karo Binopsnal Baharkam Brigjen Pol Eddi S Tambunan, Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara serta jajaran dari Pamen Mabes Polri dan Polda Riau, Danrem 031/Wirabima Brigjen Inf Abdul Karim serta Pamen TNI di Riau.
Rombongan para jenderal ini didampingi Direktur Sinar Mas Forestry Stanley Najoan saat melihat secara langsung peralatan dan perlengkapan yang diperagakan dan ditampilkan oleh SMF Wilayah Riau. Peralatan tersebut adalah, peralatan pompa dari segala ukuran dari pompa besar, pompa sedang sampai pompa kecil jenis Tohatsu yang dilengkapi dengan selang dengan tekanan sampai 20Bar, serta nozle-nozle dan nozle cabang.
Dari yang berbentuk spray sampai yang berbentuk stick dan gun, sampai peralatan yang manual seperti pompa punggung serta kepyok, cangkul, garu, kapak pulaski untuk memadamkan api kecil agar api tidak cepat merambat.
SMF juga memperkenalkan kepada rombongan Kabaharkam Mabes Polri simulasi alat Sambunesia yang berfungsi untuk membasahi atau mendinginkan lahan yang bergambut pasca kebakaran tanpa dijaga 24 jam.
Alat Sambunesia merupakan hasil temuan putra Indonesia yang sudah dipatenkan dan juga sudah diperkenalkan sampai Sidang COP di Maroko.
Dalam kesempatan ini, Direktur Sinar Mas Forestry Stanley Najoan menyerahkan bantuan 12 unit pompa penanganan karhutla Riau dari Sinar Mas Forestry kepada Kabaharkam Mabes Polri, Komjen Pol Putut Eko Bayuseno dan Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.
Sementara itu untuk pelaporan dan monitoring SMF menerapkan Integrated Fire Monitoring (IFM) yang terintegrasi dengan satelit serta Infra Red Close Circuit Television (Infra Red CCTV) yang bisa bekerja siang dan memonitor titik api pada malam hari. Selain itu, penggunaan drone, yang bekerja secara online sistem setiap saat yang disebut dengan Fire Reporting Online Sistem (FROS), yang sudah terpasang pada seluruh Distrik dan Mitra APP–Sinar Mas Forestry Wilayah Riau dengan pusat kendali berada di Perawang, Kabupaten Siak, dan Head Quater Jakarta.
Untuk penanganan karhutla di Riau, di bawah koordinasi Satgas Udara dan di bawah komando Satgas Karhutla Riau, Sinarmas Forestry Riau menyiapkan 3 Heli Water Bombing berjenis Superpuma S33 L1 Sinar Mas dengan Registrasi N5893Y.
Pada saat acara apel siaga juga melakukan aksi water bombing, dan Heli Superpuma PK-DAN Sinarmas dengan kapasitas angkut air sekali bombing masing-masing 5.000 liter, dan juga Heli Water Bombing berjenis B3 Sinar Mas dengan kapasitas angkut air 1.000 liter.
Pada Apel Siaga ini SMF menghadirkan 30 personel dari 880 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Sinar Mas Forestry Wilayah Riau yang telah tersertifikasi oleh Pemerintah. SMF juga menghadirkan 30 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) dari 497 personel MPA yang telah dibina oleh Sinar Mas Forestry Wilayah Riau selama ini. ***
Komentar
Posting Komentar