Langsung ke konten utama

Pembangunan Jembatan di Jalan Gelugur Terkesan Lamban, Warga Sebut Pemko tak Serius

Lambannya proses pembangunan jembatan ambruk di Jalan Gelugur RT 04/RW 04, Kelurahan Tanggerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, membuat kesal sejumlah warga sekitar. Bahkan mereka menyebut Pemerintah Kota Pekanbaru tidak serius melakukan pembangunan kembali.

" Kami menilai Pemko tidak serius membangun jembatan itu kembali, lihatlah pekerjanya saja hanya empat orang. Sementara kalau dilihat dari kondisi manalah bisa cepat siap dengan jumlah pekerja segitu. Seharusnya Pemko kan bisa menyiapkan pekerja lebih banyak agar bisa cepat diselesaikan. Dari kemarin kami lihat pekerjaan cuma itu- itu saja, tak ada yang berubah," ujar Amril, ditimpali warga lain di sekitar lokasi ambruknya jembatan, Selasa,(8/8).

Kata mereka selain sangat diperlukan warga sekitar jembatan penghubung dua kecamatan yang ambruk juga sangat dibutuhkan warga lain yang melakukan aktivitas. Dalam sehari saja sekitar ribuan orang lalu- lalang melewati jembatan menuju sekolah maupun ke temat kerja.

" Kalau lama- lama dibangun jelas susahlah Bang, apalagi ini kan urusannya sudah darurat, jadi kami mohonlah insatansi terkait menindaklanjutinya," harap warga tersebut.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kota Pekanbaru, Erizal, dikonfirmasi, membantah pernyataan warga yang menilai Pemko Pekanbaru tidak serius membangunkan jembatan ambruk itu kembali. Kata dia untuk pembangunan yang dilakukan butuh proses karena pengerjaan berhubungan dengan air.

" Manalah ada tidak serius, kami komit untuk kembali membangun jembatan itu, kalau masalah jumlah pekerja yang disebutkan hanya empat orang, itu hanya yang berada di lokasi saja. Pekerja lain berada di lokasi lain sedang merakit besi untuk jembatan itu. Setelah selesai baru besi- besi dibawa ke lokasi," jelas dia.

Perakitan besi untuk jembatan tidak bisa dilakukan di sekitar lokasi ambruknya jembatan, sebab tak ada bedeng khusus untuk meletakkan material bangunan. Sehingga dikhawatirkan hilang dicuri oknum tak bertanggungjawab, bicara target penyelesaian, Erizal menyebut jembatan tuntas dikerjakan dengan waktu satu setengah bulan.

" Kami targetkan jembatan rampung dengan waktu satu setengah bulan, artinya pada pertengahan Oktober ini sudah bisa dilalui. Sementara jembatan dalam proses pengerjaan kami meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi jembatan, sebab di sana kan banyak kayu dan benda- benda lain. Kami juga minta warga untuk bersabar dan memahaminya, pembangunan jembatan butuh proses matang mulai dari pembersihan lokasi dan sebagainya. Sehingga saat pemasangan tapak pondasi dipastikan air sudah tidak ada lagi, agar jembatan bisa bertahan lebih lama," tutup Erizal.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...