Langsung ke konten utama

Dijadikan Gudang, 40 Kios di Pasar Rumbai Dibuka Paksa

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru bersama Satuan Polisi Pamong Praja, membuka paksa 40 kios di Pasar Rumbai yang dijadikan gudang oleh pedagang, Rabu (30/8). Tindakan ini dilakukan dalam rangka meramaikan kembali pasar yang berada di Jalan Khayangan, Meranti Pandak, Rumbai Pesisir.

"Kita ingin pasar ini ramai kembali. Kalau seperti ini aktifitas jual beli pasti tidak berjalan. Dari penertiban ini kita menemukan 40 kios dalam keadaan terkunci yang dijadikan gudang tempat menyimpan barang. Ini tidak boleh, kios ini hanya khusus untuk pedagang yang berjualan bukan untuk gudang," kata Kepala DPP Pekanbaru, Ingot Hutasuhut, didampingi Kepala Bidang Perdagangan, Mas Irba. H.Sulaiman, di lokasi penertiban.

Selain melakukan penertiban terhadap kios yang terkunci, tindakan yang dilakukan sekaligus untuk menelusuri adanya praktik sewa menyewa kios melalui pihak tertentu. Benar saja, dalam penertiban tersebut tidak sedikit pedagang berusaha  mempertahankan kiosnya agar tidak dibongkar.
Mereka beralasan sudah menyewa maupun membelinya. Padahal sesuai aturan pemerintah, kios hanya disiapkan pemerintah untuk pedagang yang memiliki Surat Hak Penempatan (SHP) tidak boleh disewakan kembali ke pedagang lain. Kalau tidak dipakai harus dikembalikan ke Pemerintah Kota Pekanbaru melalui DPP.

"Kami sudah sewa ini sama Kepala UPTD Pasar yang lama, tapi kok dibongkar juga. Kalau tidak boleh kios ini dijadikan gudang, barang-barang kami mau ditaruh dimana. Bapak pikir jugalah, barang- barang ini untuk dijual sebagai kebutuhan lebaran Idul Adha, jadi berilah kami waktu," kata Syaf, pedagang yang mengaku sudah berjualan di Pasar Rumbai sejak tahun 1982.

"Banyak kita temukan pelanggaran di sini. Ada yang mengambil dua kios sekaligus lalu dibobol dijadikan satu. Membayar sebesar Rp20 juta pertahun dengan pemilik SHP. Ada juga yang mengambil empat kios sementara yang dijadikan tempat berdagang hanya dua, sisanya dijadikan gudang. Kejanggalan sangat nampak disini, retribusi yang dibayar ke pemerintah hanya Rp 103.500. Sementara oknum menyewakan ke pedagang mahal dan bervariasi dengan nilai jutaan," kata Ingot.

Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, di lokasi penertiban mengatakan, penertiban yang dilakukan agar pasar resmi pemerintah ramai kembali. Tidak seperti yang terjadi, kiosnya ada tapi terkunci begitu juga pemiliknya tidak berada ditempat.

"Kalau kondisi seperti ini tidak mendukung keinginan kita untuk kembali meramaikan pasar dan menertibkannya dari praktik sewa menyewa ilegal. Kita turunkan sebanyak 30 personil membantu DPP membongkar kios yang dalam keadaan terkunci itu," tutup Zulfahmi. ***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...