Langsung ke konten utama

Berdiri Tanpa Persetujuan, Warga Jalan Sambu Protes Tower Provider

Warga Jalan Sambu, Kelurahan Simpang Empat, Kecamatan Pekanbaru Kota, memprotes keberadaan tower telekomunikasi provider  yang berdiri tanpa persetujuan di Taman Kayu Putih di wilayah tersebut. Pernyataan itu dituangkan dalam surat yang ditandatangani Ketua RW, Ketua RT 1, dan Ketua RT II.

"Kami sudah berkali-kali melayangkan surat ke DPRD Pekanbaru maupun Pemerintah Kota Pekanbaru untuk pemindahan tower dengan ketinggian sekitar 20 meter itu. Tapi sampai sekarang belum ada respon sama sekali," kata Ketua RW 03, Kelurahan Simpang Empat, Kecamatan Pekanbaru Kota, Hinsatopa Simatupang, Rabu, (23/8).

Dijelaskannya, tower milik PT. Indomitra Gobal tersebut sudah berdiri sejak setahun terakhir meski tak mendapat rekomendasi atau persetujuan dari warga sekitar. Namun yang membuat aneh, saat pendirian dilakukan pihak pemilik tower bisa menunjukkan surat izin pendirian dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Padahal Taman Kayu Putih yang selalu ramai dikunjungi warga itu merupakan lahan milik Pemerintah Provinsi Riau.

"Aneh, waktu tower didirikan mereka pernah menunjukkan ke kita surat izin pendirian tower dari Pemko Pekanbaru. Padahal itu lahan milik Pemprov Riau. Kami juga tidak pernah berikan rekomendasi," urainya.

Selain memngirikan surat kepada DPRD maupun Pemko Pekanbaru, warga juga sudah melayangkan surat ke perusahaan penanggungjawab Base Transceiver Station, ditujukan kepada EXCEL COMINDO Pekanbaru, tertanggal 16 Agustus kemarin.

"Barusan kami kirim lagi karena di sebelah BTS tersebut merupakan kediaman Pak Rifai Rahman (Mantan Wakil Gubernur Riau 1998-2003). Beliau keberatan dengan keberadaan tower itu, krena itu kami minta Pemko Pekanbaru untuk menindaklanjuti surat dari kami. Apakah tower itu dibongkar atau dipindahkan, "pintanya.
but dapat segera ditindak lanjuti oleh Pemko Pekanbaru. Apakah nantinya harus dibongkar atau dipindahkan, katanya.

Divisi Promo dan Marketing XL Pekanbaru, Ade Akmal Putra, menjelaskan, perusahaan layanan telekomunikasi nasional XL tidak lagi terlibat menangani pendirian menara BTS, sebab sudah diserahkan kepada pihak ketiga. Baik mengenai pendiriannya maupun pengelolaanya.

"Ini sudah kita lakukan selama lima tahun terakhir, dan kita memang tidak terlibat langsung dalam pengadaan menara BTS,"jelasnya.

Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, dikonfirmasi, mengaku sudah menerima laporan tersebut untuk diuusut.
 
"Kita sudah menerima laporan itu, sedang kita koordinasikan bersama Dinas terkait, DPM-PTSP, Diskominfo" singkatnya.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...