Langsung ke konten utama

Lahan Gambut Jadi Tantangan Riau Seimbangkan Pertumbuhan Ekonomi

Provinsi Riau mendapat tantangan besar dalam mengembangkan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Lahan gambut menjadi salahsatu tantangan utama dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekon??omi, sosial, dan lingkungan, sebab terdapat hampir di separuh wilayahnya.

Membahas berbagai tantangan dan upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai TPB dan mengantisipasi perubahan iklim, Yayasan DR Sjahrir, menggelar seminar bertajuk' Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Perubahan iklim'. Diikuti berbagai pemangku kepentingan, dari akademisi, perwakilan pemerintah, pelaku bisnis, dan Lembaga Swadaya Masyarakat, berlamngsung disalahsatu  hotel di Pekanbaru, Kamis,(10/9).

Pembina Yayasan Dr. Sjahrir, Dr. Kartini Sjahrir,  menjelaskan, emisi gas rumah kaca nasional sebagĂ­an besar berasal dari pengelolaan lahan dan hutan yang belum berkelanjutan. Karena itu, pemanfaatan dan pengelolaan lahan gambut yang tepat, dipandang sebagai solusi pertumbuhan yang memperhatikan keseimbangan baik dari sisi lingkungan dan sosial.

"Jadi upaya pertumbuhan ekonomi, dan upaya pelestarian -lingkungan itu harus bisa saling mendukung," kata Dr. Kartini Sjahrir, Kamis (10/8).

Sebagai contoh, kata dia, tentang pemanfatan tanaman sagu di Riau yang dapat memberikan penghasilan signifikan bagi masyarakat  bahkan sagu juga dapat menjadi alat alat antuk mengurangi emisi karbon. Seperti diketahui Riau menjadi daerah penghasil sagu yang berpotensi untuk ekspor. Kemudian, lahan gambut yang bisa digunakan untuk tumpang sari seperti untuk nanas, kelapa, ataupun kelapa sawit.

" Dengan begitu lahan bisa dioptimalkan sekaligus melakukan konservasi untuk melakukannya sangat dibutuhkan teknologi.Pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan bukan hubungan yang saling menegasikan satu sama lain. Kata kunci yang bisa menjembatani itu adalah inovasi dan teknolagi," jelas Dr. Kartini, didampingi Direktur Eksekutif Yayasan, Damianus Taufan.

Yayasan Dr.Sjahrir merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk untuk meneruskan warisan Dr. Sjahrir (alm.) dalam mendorong diskusi-diskusi cerdas dalam menyelesaikan permasalahan bangsa permasalahan bangsa. Yayasan ini bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan diantaranya pemberian beasiswa kepada anak-anak tidak mampu, memberikan solusi
permasalahan lingkungan dan konservasi alam. Kemudian juga menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan mengenai lingkungan dan pemberdayaan masyarakat

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim menyatakan, bahwa Pemprov Riau sangat mendukung kegiatan ini. Ia ingin dari seminar dan tukar pikiran ini bisa menghasilkan rencana aksi yang mendukung pembanguman berkelanjutan di Riau.

"Nasib Riau sebenarnya ada di diri kita. Mari kita sumbangkan pemikiran dan sumberdaya lainnya untuk pembangunan," ungkap Wan Thamrin.

Hadir dalam seminar tersebut , Sekda Riau, Ahmad Hijazi, Guru Besar FMIPA UI dan Ketua Research Center of Climate Change UI Prof Jatna Supriatna, Guru Besar FKIP UR Dr Suwondo, Ketua APHI Riau Muller Tampubolon, dan beberapa pembicara undangan lainnya.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...