Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, dijadwalkan hari ini, Senin (21/8) akan melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis (Durolis).
Peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya pelaksanaan pembangunan air minum yang layak di kawasan pesisir Riau khususnya ketiga daerah tersebut. Dan ini merupakan program yang telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Dumai, Rohil dan Bengkalis, setelah bertahun-tahun tidak pernah merasakan air bersih.
"Melalui program Spam Durolis diharapkan akan mampu menjawab persoalan air bersih yang selama dinanti masyarakat Riau bagian pesisir, khususnya tiga kabupaten itu," ujar Gubri, Andi Rachman biasa ia disapa, Minggu (20/8).
Dijelaskan Gubri, ground breaking ini merupakan tindak lanjut atas kesepakatan dan perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani pada 18 juli lalu. Yakni, antara pemerintah provinsi bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta ketiga pemerintah kabupaten dan kota.
Dan masyarakat yang ada di wilayah Kota Dumai, Rohil dan Bengkalis patut bersyukur. Karena diperkirakan dalam dua tahun ke depan atau tahun 2019 mendatang sudah bisa mendapatkan akses pelayanan air minum yang layak.
"Pengolahannya diperkirakan akan memakan waktu dua tahun. Akhir 2018 atau Awal 2019 diperkirakan sudah tuntas. Jadi tahun depan kita mulai dengan inteknya dulu. Untuk pipa sedang ditender, setelah semua proses tuntas langsung dipasang," ungkap Gubri.
Sementara itu, Asisten II Setdaprov Riau, Masperi, mengatakan, pada peletakan batu pertama SPAM Durolis, juga akan dihadiri Dirjen Sumber Daya Air, dan Dirjen Cipta Karya. Acara dipusatkan di Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, di Sungai Rokan.
"SPAM Durolis ini sudah bertahun-tahun di tungg masyarakat ketiga daerah ini, terutama Kota Dumai. Proyek ini akan dikerjakan secara bertahap, mulai tahun ini hingga dua tahun kedepan," jelas Masperi.
"Setelah pembangunan ini selesai, dilanjutkan dengan pembangunan pipa yang akan dialirkan ke resefoar atau penampungan air. Dimana nantinya akan di olah menjadi air siap saji dan disampaikan kepada masyarakat melalui Intek, disambung ke rumah masyarakat oleh Kabupaten Kota," tambahnya.
Disinggung berapa anggaran yang akan di gelontorkan untuk pembangunan SPAM Durolis, Masperi mengatakan, anggaran pembangunan di perkirakan mencapai Rp800 Miliar. Dimana Pemerintah pusat juga ikut membangu penganggarannya.
"Anggaran diperkirakan 800 miliar, dari share anggaran APBD Riau dan APBN. Selanjutnya pengembangan tahap kedua itu diserahkan ke daerah masing-masing. Untuk daerah Rohil Pengembangan kerumah-rumah ke Bengkalis sebanyak 15 ribu, Kota Dumai 15 ribu, dan Rohil sekitar 10 ribu," kata Masperi. ***
Peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya pelaksanaan pembangunan air minum yang layak di kawasan pesisir Riau khususnya ketiga daerah tersebut. Dan ini merupakan program yang telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Dumai, Rohil dan Bengkalis, setelah bertahun-tahun tidak pernah merasakan air bersih.
"Melalui program Spam Durolis diharapkan akan mampu menjawab persoalan air bersih yang selama dinanti masyarakat Riau bagian pesisir, khususnya tiga kabupaten itu," ujar Gubri, Andi Rachman biasa ia disapa, Minggu (20/8).
Dijelaskan Gubri, ground breaking ini merupakan tindak lanjut atas kesepakatan dan perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani pada 18 juli lalu. Yakni, antara pemerintah provinsi bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta ketiga pemerintah kabupaten dan kota.
Dan masyarakat yang ada di wilayah Kota Dumai, Rohil dan Bengkalis patut bersyukur. Karena diperkirakan dalam dua tahun ke depan atau tahun 2019 mendatang sudah bisa mendapatkan akses pelayanan air minum yang layak.
"Pengolahannya diperkirakan akan memakan waktu dua tahun. Akhir 2018 atau Awal 2019 diperkirakan sudah tuntas. Jadi tahun depan kita mulai dengan inteknya dulu. Untuk pipa sedang ditender, setelah semua proses tuntas langsung dipasang," ungkap Gubri.
Sementara itu, Asisten II Setdaprov Riau, Masperi, mengatakan, pada peletakan batu pertama SPAM Durolis, juga akan dihadiri Dirjen Sumber Daya Air, dan Dirjen Cipta Karya. Acara dipusatkan di Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, di Sungai Rokan.
"SPAM Durolis ini sudah bertahun-tahun di tungg masyarakat ketiga daerah ini, terutama Kota Dumai. Proyek ini akan dikerjakan secara bertahap, mulai tahun ini hingga dua tahun kedepan," jelas Masperi.
"Setelah pembangunan ini selesai, dilanjutkan dengan pembangunan pipa yang akan dialirkan ke resefoar atau penampungan air. Dimana nantinya akan di olah menjadi air siap saji dan disampaikan kepada masyarakat melalui Intek, disambung ke rumah masyarakat oleh Kabupaten Kota," tambahnya.
Disinggung berapa anggaran yang akan di gelontorkan untuk pembangunan SPAM Durolis, Masperi mengatakan, anggaran pembangunan di perkirakan mencapai Rp800 Miliar. Dimana Pemerintah pusat juga ikut membangu penganggarannya.
"Anggaran diperkirakan 800 miliar, dari share anggaran APBD Riau dan APBN. Selanjutnya pengembangan tahap kedua itu diserahkan ke daerah masing-masing. Untuk daerah Rohil Pengembangan kerumah-rumah ke Bengkalis sebanyak 15 ribu, Kota Dumai 15 ribu, dan Rohil sekitar 10 ribu," kata Masperi. ***
Komentar
Posting Komentar