Usai menggelar pertemuan dengan 44 kepala SMP Negeri se-Pekanbaru pekan lalu, kini giliran SMP swasta yang akan diundang Komisi III DPRD Pekanbaru. Hal itu dilakukan, guna mendengarkan pula sejauh mana keluhan terkait masalah pendidikan. Mulai dari penerimaan siswa, bantuan pemerintah yang didapatkan, hingga persoalan pendidikan lainnya.
"Sekarang giliran sekolah swasta. Komisi III akan lakukan pemanggilan usai melakukan reses," kata Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Fikri Wahyudi Hamdani, baru-baru ini.
Seperti diketahui, di Kota Pekanbaru jumlah SMP swasta lebih banyak dari negeri, yakni 85 sekolah. Sementara SMP Negeri hanya 44 sekolah. Tahun 2017 ini, siswa yang menamatkan sekolah dasar (SD) sebanyak 14 ribu orang, sementara untuk daya tampung SMP Negeri hanya 7.904 siswa.
Namun, karena masyarakat banyak yang berminat, diambil kebijakan daya tampung yang diterima di SMP Negeri menjadi 9.088 siswa. Selebihnya sekitar 5 ribu siswa lebih, diharapkan bisa ditampung di SMP swasta setingkatnya.
"Ini juga akan kita tanyakan nanti. Termasuk kendalanya. Karena kita menginginkan semua siswa yang tamat SD kemarin, tidak ada yang putus sekolah. Karena pendidikan ini sendiri merupakan tanggung jawab pemerintah, sesuai amanat UUD 1945," terangnya.
Untuk bantuan anggaran dari pemerintah bagi sekolah swasta, lanjut Fikri, memang dibenarkan aturan. Namun harus sesuai juga dengan kemampuan keuangan daerah. "Makanya kita harus pertegas. Apa saja bantuan yang selama ini didapatkan dari pemerintah. Kita harapkan bisa sesuai-lah dengan harapan," kata politisi NasDem ini. Karena pendidikan ini sendiri merupakan tanggung jawab pemerintah, sesuai amanat UUD 1945," terangnya.
Menurut Fikri, meski sekolah swasta, harusnya juga ada program bantuan biaya untuk siswa miskin. Komisi III sendiri meyakini beberapa sekolah swasta sudah menjalankan program tersebut. "Termasuk penyebaran guru dari Disdik untuk sekolah swasta juga akan kita tanyakan," tambah Fikri.
Lebih lanjut Fikri mengharapkan, dengan sudah didengarkan keluhan dari masing-masing sekolah, baik SMP Negeri maupun SMP swasta nantinya, pihaknya akan merespon langsung. Beberapa keluhan yang sifatnya prioritas akan dianggarkan segera di APBD. ***
"Sekarang giliran sekolah swasta. Komisi III akan lakukan pemanggilan usai melakukan reses," kata Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Fikri Wahyudi Hamdani, baru-baru ini.
Seperti diketahui, di Kota Pekanbaru jumlah SMP swasta lebih banyak dari negeri, yakni 85 sekolah. Sementara SMP Negeri hanya 44 sekolah. Tahun 2017 ini, siswa yang menamatkan sekolah dasar (SD) sebanyak 14 ribu orang, sementara untuk daya tampung SMP Negeri hanya 7.904 siswa.
Namun, karena masyarakat banyak yang berminat, diambil kebijakan daya tampung yang diterima di SMP Negeri menjadi 9.088 siswa. Selebihnya sekitar 5 ribu siswa lebih, diharapkan bisa ditampung di SMP swasta setingkatnya.
"Ini juga akan kita tanyakan nanti. Termasuk kendalanya. Karena kita menginginkan semua siswa yang tamat SD kemarin, tidak ada yang putus sekolah. Karena pendidikan ini sendiri merupakan tanggung jawab pemerintah, sesuai amanat UUD 1945," terangnya.
Untuk bantuan anggaran dari pemerintah bagi sekolah swasta, lanjut Fikri, memang dibenarkan aturan. Namun harus sesuai juga dengan kemampuan keuangan daerah. "Makanya kita harus pertegas. Apa saja bantuan yang selama ini didapatkan dari pemerintah. Kita harapkan bisa sesuai-lah dengan harapan," kata politisi NasDem ini. Karena pendidikan ini sendiri merupakan tanggung jawab pemerintah, sesuai amanat UUD 1945," terangnya.
Menurut Fikri, meski sekolah swasta, harusnya juga ada program bantuan biaya untuk siswa miskin. Komisi III sendiri meyakini beberapa sekolah swasta sudah menjalankan program tersebut. "Termasuk penyebaran guru dari Disdik untuk sekolah swasta juga akan kita tanyakan," tambah Fikri.
Lebih lanjut Fikri mengharapkan, dengan sudah didengarkan keluhan dari masing-masing sekolah, baik SMP Negeri maupun SMP swasta nantinya, pihaknya akan merespon langsung. Beberapa keluhan yang sifatnya prioritas akan dianggarkan segera di APBD. ***
Komentar
Posting Komentar