Guna mengantisipasi penularan penyakit hewan kepada masyarakat, serta guna memastikan daging hewan yang dikonsumsi aman, perlu adanya pengawasan oleh pemerintah. Pengawasan tersebut dilakukan terhadap pedagang hewan qurban yang sudah mulai menjajakan dagangannya di beberapa titik di Kota Pekanbaru.
Legislator meminta Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) dan Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, melakukan pengawasan dan pengecekan hewan qurban. OPD terkait juga diminta mengeluarkan surat keterangan, bahwa hewan kurban yang dijual sehat dan sesuai syar'i.
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Roem Diani Dewi menerangkan, tugas dan tanggung jawab pemeriksaan pada hewan kurban, harus dari sekarang dilakukan. Jangan sampai menyebar penyakit hewan, baru dilakukan antisipasi.
"Baiknya para pedagang hewan kurban ini didata secara pasti. Sehingga jelas hewan yang dijual memang dalam kondisi sehat dan laik untuk jadi hewan kurban. Makanya, awasi penjualan hewan kurbannya," kata Roem Diani Dewi, Rabu (9/8).
Lanjutnya, pengawasan diperlukan guna memberikan perlindungan bagi konsumen. "Pemeriksaan harus dilakukan intens. Baik sebelum penyembelihan maupun sesudah disembelih. Istilahnya pengecekan dengan cara antemortem dan postmortem. Kalau antemortem, pemeriksaan sebelum disembelih. Apakah hewannya ini sehat, tidak sakit mata, atau sakit lainnya. Kalau postmortem dilakukan setelah penyembelihan. Mungkin setelah dipotong ada cacingnya," ungkapnya.
Lebih lanjut politisi PKS ini mengimbau, agar masyarakat tidak sembarangan membeli hewan kurban. Masyarakat diharapkan membeli hewan kurban yang sudah dilakukan pemeriksaan, hewan yang sehat dan sesuai dengan ketentuan agama.
"Masyarakat jangan sembarangan membeli. Jika perlu koordinasi dengan pihak terkait, agar tidak salah. Kita harapkan tahun ini jangan sampai jatuh korban," pintanya.
Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Fathullah. Menurutnya, semua hewan kurban baik kambing maupun sapi harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu. "Jangan sampai hewan yang beredar tidak sehat. Terlebih saat ini pedagang hewan dihantui virus jembrana yang menyerang ternak," ujar Fatullah kemarin.
Tidak hanya itu, Politisi Gerindra ini meminta pemerintah mengawasi lokasi penjual hewan kurban dan memastikan estetikanya. Jangan sampai mendapat protes dari warga sekitar karena dianggap mengganggu.
"Makanya harus ada komunikasi. Selain itu, kalau sudah diperiksa oleh instansi terkait, selanjutnya diberi tanda sehat atau tanda telah diperiksa kesehatannya," tuturnya.
Disinggung terkait naiknya harga hewan kurban menjelang lebaran ini, Politisi Gerindra yang juga memiliki peternakan hewan tersebut sangat memaklumi, karena merupakan hukum pasar dan perdagangan.***
Legislator meminta Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) dan Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, melakukan pengawasan dan pengecekan hewan qurban. OPD terkait juga diminta mengeluarkan surat keterangan, bahwa hewan kurban yang dijual sehat dan sesuai syar'i.
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Roem Diani Dewi menerangkan, tugas dan tanggung jawab pemeriksaan pada hewan kurban, harus dari sekarang dilakukan. Jangan sampai menyebar penyakit hewan, baru dilakukan antisipasi.
"Baiknya para pedagang hewan kurban ini didata secara pasti. Sehingga jelas hewan yang dijual memang dalam kondisi sehat dan laik untuk jadi hewan kurban. Makanya, awasi penjualan hewan kurbannya," kata Roem Diani Dewi, Rabu (9/8).
Lanjutnya, pengawasan diperlukan guna memberikan perlindungan bagi konsumen. "Pemeriksaan harus dilakukan intens. Baik sebelum penyembelihan maupun sesudah disembelih. Istilahnya pengecekan dengan cara antemortem dan postmortem. Kalau antemortem, pemeriksaan sebelum disembelih. Apakah hewannya ini sehat, tidak sakit mata, atau sakit lainnya. Kalau postmortem dilakukan setelah penyembelihan. Mungkin setelah dipotong ada cacingnya," ungkapnya.
Lebih lanjut politisi PKS ini mengimbau, agar masyarakat tidak sembarangan membeli hewan kurban. Masyarakat diharapkan membeli hewan kurban yang sudah dilakukan pemeriksaan, hewan yang sehat dan sesuai dengan ketentuan agama.
"Masyarakat jangan sembarangan membeli. Jika perlu koordinasi dengan pihak terkait, agar tidak salah. Kita harapkan tahun ini jangan sampai jatuh korban," pintanya.
Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Fathullah. Menurutnya, semua hewan kurban baik kambing maupun sapi harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu. "Jangan sampai hewan yang beredar tidak sehat. Terlebih saat ini pedagang hewan dihantui virus jembrana yang menyerang ternak," ujar Fatullah kemarin.
Tidak hanya itu, Politisi Gerindra ini meminta pemerintah mengawasi lokasi penjual hewan kurban dan memastikan estetikanya. Jangan sampai mendapat protes dari warga sekitar karena dianggap mengganggu.
"Makanya harus ada komunikasi. Selain itu, kalau sudah diperiksa oleh instansi terkait, selanjutnya diberi tanda sehat atau tanda telah diperiksa kesehatannya," tuturnya.
Disinggung terkait naiknya harga hewan kurban menjelang lebaran ini, Politisi Gerindra yang juga memiliki peternakan hewan tersebut sangat memaklumi, karena merupakan hukum pasar dan perdagangan.***
Komentar
Posting Komentar