Langsung ke konten utama

Ritech Expo 2017, UR Jadi Daya Tarik Pengunjung

Universitas Riau (UR) jadi daya tarik pengunjung pada Ritech Expo tahun 2017 yang dilaksanakan 10-13 Agustus 2017 di Kota Makassar.

Pada kesempatan itu, UR menampilkan Amphibious All Terrain Vehicle (AATV), serta aplikasi Serc Integreted System. Pada rangkaian kegiatan tersebut, UR juga menyampikan seminar bisnis dengan topik pembahasan tentang Optimunisasi Sumber Daya Laut dan Penyatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Menggunakan Produk Alat Kemaritiman Dalam Negeri. Topik pembahasan ini sejalan dengan produk aplikasi Serc Integreted System yang ditampilkan pada stand pameran UR.

Dodi Sofyan Arief MT, Kepala Laboratorium Fakultas Teknik UR menyampaikan, yang menjadi topik seminar bisnis yang disampaikan UR tentang melihat kondisi lemahnya sistem keamanan transportasi kemaritiman yang ada di negara Republik Indonesia ini. Indonesia adalah negara yang besar dengan memiliki bentangan luas lautan yang sangat besar dan potensi alam yang juga kaya akan nilai materi dan non materi.

“Terkait dengan topik seminar tersebut, kita melihat Republik Indonesia (RI) adalah negara kesatuan dan negara lintas benua yang terletak terutama di Asia Tenggara di antara lautan India dan Pasifik, yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia mempunyai lebih dari 17 ribu pulau dan luasan sebesar 1,9 juta kilometer persegi. Dengan kodisi alam tersebut, pemerintah seharusnya mempunyai alat-alat kemaritiman untuk memantau pencuri ikan dan bajak laut dan optimunisasi sumber daya laut. Menjawab tantangan tersebut, makalah ini mempresentasikan produksi kemaritiman dalam negeri yang dapat mengoptimuman sumber daya hasil laut dan juga  penyatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara integritas,” jelas Dodi.

“Oleh sebab itulah, melalui forum pertemuan pada seminar bisnis tersebut nantinya, dapat menjadi pertemuan dalam membangun kerja sama penelitian internasional yang menyangkut tentang kemaritiman. Selain itu juga dapat meningkatkan kolaborasi penelitian lintas pengetahuan dan transformasi pengetahuan, serta dapat menjadi bagain dari kontribusi dalam memberikan solusi untuk persoalan dalam bidang kemaritiman,” terang Dodi.

Pada kegiatan Ritech Expo, UR juga menampilkan Amphibious All Terrain Vehicle (AATV). AATV adalah kendaraan amfibi segala medan, dan dapat melewati area terbatas, seperti medan off road, darat, serta perairan. Tujuan perancangan dan pembuatan AATV ini, secara spesifik adalah untuk memberikan alternatif dalam memilih jenis sproket, rantai, poros, pasak, serta bantalan yang dipilih berdasarkan beban yang bekerja, serta diameter poros berdasarkan beban yang bekerja dari engine dan berat total keseluruhan kendaraan,” jelas Dodi.

“Mellaui produk penelitian ini, kita tentunya menginginkan secara spesifik dapat memberikan manfaat solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar kehidupan kita sehari-hari, baik dalam skala kecil maupun besar. Berkaitan hal itulah, melalui kegiatan Ritech Expo tahun 2017, kita selaku pihak dari perguruan tinggi yang diberikan ruang untuk memamerkan karya inovasi, bersama-sama dengan pihak industri maupun swasta yang juga memperoleh kesempatan menampilkan karya-karyanya, dapat mewujudkannya dalam kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi semangat Kebangkitan Teknologi secara Nasional bagi bagsa ini,” terang Dodi.***

Komentar

Popular Post

Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Korupsi Dana Bimtek di Rohul, Jaksa Langsung Kasasi

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Rokan Hulu langsung menolak putusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis bebas terhadap Arie Kurnia Arnold, terdakwa kasus dugaan korupsi dana Bimbingan Teknis dan Pelatihan bagi aparat desa yang merugikan negara Rp227 juta. Kita langsung kasasi, tegas JPU Gilang dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (59). Sebelumnya, menurut majelis hakim yang diketahui Dahlia Panjaitan, terdakwa Arie Kurnia Arnold tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan kepadanya. Sehingga majelis hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Rohul tersebut. Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan JPU. Membebaskan terdakwa dari tahanan, ungkap Hakim Ketua Dahlia Panjaitan. Selain itu, majelis hakim juga memerintahka...

Dari 8 Jadi 9 Fraksi, DPRD Pekanbaru Tambah Satu Fraksi

Sesuai Pansus Tata Tertib dimana fraksi di DPRD Kota Pekanbaru berubah menjadi 9 fraksi dari sebelumnya 8 fraksi. Putuskan tersebut hasil telah ditetapkan melalui paripurna Pansus Tatib awal pekan ini. Ketua Pansus Tatib DPRD Pekanbaru tahun 2017, Ida Yulita Susanti SH MH kepada wartawan mengatakan, Tatib DPRD Pekanbaru yang baru disahkan itu menyusul keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, yang bertujuan dalam rangka penataan kelembagaan perangkat daerah untuk pembentukan Oranisasi Perangkat Daerah (OPD). PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah ini juga sebagai tindaklanjut amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dimana, ada perubahan pembagian urusan pemerintahan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota. "Di Tatib yang lama, kita masih menggunakan nama SKPD tentu dengan berganti OPD ini berganti pula nama mitra kerja bersama dengan DPRD Pekanbaru," kat...

Ditangkap Satpol, Pengemis Buta Ngaku untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Seorang wanita tuna netra Jawaris, (51), warga Jalan Cipta Karya, Panam, ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru setelah kedapatan mengemis di Simpang Empat Pasar Pagi Arengka, Jalan, Soekarno Hatta, Kamis,(7/9). Menjadi seorang pengemis menurut dia sudah dilakoni sejak 20 tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan hidup. "Baru sekali ini kami mengemis di Simpang Empat Arengka ini, biasanya kami cuma duduk di Rumah Makan Nurdin, Arengka. Tapi karena di rumah makan itu tadi sudah banyak pengemis lain, terpaksa kami pindah, itulah sialnya baru sekali kami sudah ditangkap," kata Jawani, ditimpali Iyus, teman perempuan yang biasanya membimbingnya saat mengemis, di Kantor Satpol PP Pekanbaru. Jawani mengaku, pekerjaan yang dilakukannya atas keinginan mereka sendiri tanpa  dikoordinair orang lain seperti pengemis- pengemis lain. Hasilnya dibagi dua dengan teman yang membimbingnya tersebut. Digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti untuk membayar sewa rumah dan kebutuhan lai...