Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) akan terus melakukan inovasi pengembangan potensi sagu di Riau melalui turunannya.
Ini dimaksudkan agar potensi sagu yang ada saat ini tidak sebatas diproduksi dalam bentuk produk yang seperti sekarang ini. Pemprov Riau sangat berkeinginan turunan produksi sagu bisa menjadi ungguklan Riau kedepannya dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.
Hal tersebut disampaikan kepala Balitbang Riau Hj Arbaini, di ruang kerjanya kemarin. Menurutnya, banyak potensi turunan yang bisa dikembangkan dari komoditi sagu saat ini. Memang saat ini produk sagu di masyarakat hanya sebatas dibuat dalam bentuk produk mie dan kemasan.
Dan hasil pengembangan Balitbang Riau, ternyata sagu bisa dibuat dalam bentuk kemasan sagu rendang maupun makanan lain. Soal rasa dan kualitasnya ternyata tidak kalah dengan produk rendang dari bahan baku diluar sagu.
"Tujuan pengembangan sagu agar sagu di Riau bisa termanfaatkan dengan maksimal. Selama ini sagu Riau lebih banyak dikirim ke luar dan sedikit yang terolah dan kita berkeinginan harus dimanfatkan ," jelasnya.
Arbaini tidak membantah dari hasil riset beberapa pakar kesehatan bahwa ternyata sagu merupakan makanan sehat dan mampu mencegah penyakit kanker usus. Bahkan yang lebih penting lagi makanan sagu sangat baik bagi anggota keluarga yang terkena autis.
KEtika ditanya latar belakang pengembangan sagu, dirinya mengaku bahwa ini bagian dari tindak lanjut Pemerintah Provinsi Riau mendapatkan anugerah Budhipura 2017 ketiga setelah Jawa Barat dan Sumatera Selatan, atas inovasi teknologi yang dikembangkan, khususnya inovasi pengembangan sagu.
Anugerah Budhipura 2017 diterima diserahkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Natsir. Penghargaan diberikan pada puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-22 di Makassar, beberapa waktu lalu.
Anugerah ini diberikan kepada Pemprov Riau karena dinilai berhasil dalam inovasi Sainteknopark pengembangan sagu dan turunannya di sejumlah kabupaten dan kota.Sagu bisa menjadi pengganti makanan pokok. Produksi sagu terbesar di Riau berada di beberapa kabupaten seperti Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Bengkalis dan beberapa daerah lainnya.***
Ini dimaksudkan agar potensi sagu yang ada saat ini tidak sebatas diproduksi dalam bentuk produk yang seperti sekarang ini. Pemprov Riau sangat berkeinginan turunan produksi sagu bisa menjadi ungguklan Riau kedepannya dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.
Hal tersebut disampaikan kepala Balitbang Riau Hj Arbaini, di ruang kerjanya kemarin. Menurutnya, banyak potensi turunan yang bisa dikembangkan dari komoditi sagu saat ini. Memang saat ini produk sagu di masyarakat hanya sebatas dibuat dalam bentuk produk mie dan kemasan.
Dan hasil pengembangan Balitbang Riau, ternyata sagu bisa dibuat dalam bentuk kemasan sagu rendang maupun makanan lain. Soal rasa dan kualitasnya ternyata tidak kalah dengan produk rendang dari bahan baku diluar sagu.
"Tujuan pengembangan sagu agar sagu di Riau bisa termanfaatkan dengan maksimal. Selama ini sagu Riau lebih banyak dikirim ke luar dan sedikit yang terolah dan kita berkeinginan harus dimanfatkan ," jelasnya.
Arbaini tidak membantah dari hasil riset beberapa pakar kesehatan bahwa ternyata sagu merupakan makanan sehat dan mampu mencegah penyakit kanker usus. Bahkan yang lebih penting lagi makanan sagu sangat baik bagi anggota keluarga yang terkena autis.
KEtika ditanya latar belakang pengembangan sagu, dirinya mengaku bahwa ini bagian dari tindak lanjut Pemerintah Provinsi Riau mendapatkan anugerah Budhipura 2017 ketiga setelah Jawa Barat dan Sumatera Selatan, atas inovasi teknologi yang dikembangkan, khususnya inovasi pengembangan sagu.
Anugerah Budhipura 2017 diterima diserahkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Natsir. Penghargaan diberikan pada puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-22 di Makassar, beberapa waktu lalu.
Anugerah ini diberikan kepada Pemprov Riau karena dinilai berhasil dalam inovasi Sainteknopark pengembangan sagu dan turunannya di sejumlah kabupaten dan kota.Sagu bisa menjadi pengganti makanan pokok. Produksi sagu terbesar di Riau berada di beberapa kabupaten seperti Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Bengkalis dan beberapa daerah lainnya.***
Komentar
Posting Komentar