Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meggelar sosialisasi program JKN KIS bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa. Kegiatan tersebut bertujuan untuk lebih memberikan pemahaman terkait pentingnya memiliki jaminan kesehatan, dengan turut menghadirkan brand ambasador BPJS Kesehatan Ade Rai, Selasa (8/8).
Hadir dalam kegiatan yang dipusatkan di Kampus STMIK AMIK Riau tersebut Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yulianti Nazir, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi Siswandi, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pekanbaru, Edy Marthadinata, Ketua STMIK AMIK Riau, Johar Arif, para dosen, peaerta prolanis dan juga ratusan pelajar dan mahasiswa.
Dikatakan Mimi sebelum membuka acara, turut memberikan apresiasi dengan diselenggarakannya kegiatan edukasi tersebut. "Pemprov Riau sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilakukan BPJS Kesehatan. Selain di Pekanbaru, dulu juga pernah dilakukan sosialisasi bagi masyarakat di Kepulauan Meranti dan ini merupakan kegiatan kedua," ujar Mimi.
Dijelaskannya juga, kegiatan itu turut mensukseskan program utama dari Kementerian Kesehatan yakni menurunkan angka kematian ibu hamil, mencegah penyakit menular dan perilaku hidup sehat. Salah satu langkahnya, dengan mengajak masyarakat untuk selalu hidup sehat melalui program JKN - KIS.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi Siswandi menuturkan, kegiatan ini juga turut mendekatkan BPJS Kesehatan dengan masyarakat. Dengan memberitahukan seputar informasi dan manfaat BPJS bagi masyarakat. Serta lebih bertujuan untuk lebih mempromosikan program JKN - KIS kepada masyarakat. Dengan sasaran para pelajar dan mahasiswa, yang belum bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan.
"Sosialisasi terus dilakukan secara rutin, sehingga lebih banyak masyarakat yang bergabung menjadi peserta baik melalui jalur mandiri, PBI dan non PBI serta perusahaan. Kita berharap, seluruh masyarakat di Riau bisa bergabung dan merasakan manfaat dari BPJS Kesehatan," beber Siswandi.
Saat ini, sudah ada sekitar 180 juta penduduk Indonesia yang bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan. Masyarakat diminta untuk bijak menggunakan kartu BPJS Kesehatan, karena dengan gotong rotong semua tertolong.
Sementara itu, Ade Rai turut mengimbau kepada seluruh peserta, agar bijak menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Pasalnya, setiap penggunaan kartu untuk berobat maka negara yang akan membayarnya. Apalagi dengan adanya pola gotong rotong yang diterapkan, tentunya bisa saling membantu yang susah dan yang sakit.***
Hadir dalam kegiatan yang dipusatkan di Kampus STMIK AMIK Riau tersebut Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yulianti Nazir, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi Siswandi, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pekanbaru, Edy Marthadinata, Ketua STMIK AMIK Riau, Johar Arif, para dosen, peaerta prolanis dan juga ratusan pelajar dan mahasiswa.
Dikatakan Mimi sebelum membuka acara, turut memberikan apresiasi dengan diselenggarakannya kegiatan edukasi tersebut. "Pemprov Riau sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilakukan BPJS Kesehatan. Selain di Pekanbaru, dulu juga pernah dilakukan sosialisasi bagi masyarakat di Kepulauan Meranti dan ini merupakan kegiatan kedua," ujar Mimi.
Dijelaskannya juga, kegiatan itu turut mensukseskan program utama dari Kementerian Kesehatan yakni menurunkan angka kematian ibu hamil, mencegah penyakit menular dan perilaku hidup sehat. Salah satu langkahnya, dengan mengajak masyarakat untuk selalu hidup sehat melalui program JKN - KIS.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi Siswandi menuturkan, kegiatan ini juga turut mendekatkan BPJS Kesehatan dengan masyarakat. Dengan memberitahukan seputar informasi dan manfaat BPJS bagi masyarakat. Serta lebih bertujuan untuk lebih mempromosikan program JKN - KIS kepada masyarakat. Dengan sasaran para pelajar dan mahasiswa, yang belum bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan.
"Sosialisasi terus dilakukan secara rutin, sehingga lebih banyak masyarakat yang bergabung menjadi peserta baik melalui jalur mandiri, PBI dan non PBI serta perusahaan. Kita berharap, seluruh masyarakat di Riau bisa bergabung dan merasakan manfaat dari BPJS Kesehatan," beber Siswandi.
Saat ini, sudah ada sekitar 180 juta penduduk Indonesia yang bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan. Masyarakat diminta untuk bijak menggunakan kartu BPJS Kesehatan, karena dengan gotong rotong semua tertolong.
Sementara itu, Ade Rai turut mengimbau kepada seluruh peserta, agar bijak menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Pasalnya, setiap penggunaan kartu untuk berobat maka negara yang akan membayarnya. Apalagi dengan adanya pola gotong rotong yang diterapkan, tentunya bisa saling membantu yang susah dan yang sakit.***
Komentar
Posting Komentar