Langsung ke konten utama

Distribusi Gas Subsidi Dinilai Tak Tepat Sasaran, DPP Siap Terapkan Kartu Kendali

Hingga saat ini pendistribusian gas tiga kilo bersubsidi banyak disorot tidak tepat sasaran. Termasuk kalangan anggota dewan yang meminta untuk kembali mengaktifkan kartu kendali. Menyikapi hal itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustribusian (DPP) Pekanbaru Mas Irba H.Sulaiman mengaku siap menerapkannya asal ada regulasi yang jelas.

"Kita siap menerapkan sistem kartu kendali yang pendistribusiannya dengan sistem tertutup, asal ada regulasi jelas dari pemerintah pusat. Tapi jangan salah, kebijakan  sudah pernah dilakukan, dengan sistem itu memberi peluang besar bagi oknum tertentu untuk berbuat curang. Betapa tidak, dengan sistem tertutup atau menggunakan kartu kendali semua orang bisa saja mengatakan berasal dari keluarga miskin atau kurang mampu dan kriteria lain, sementara untuk kriteria yang disebutkan belum jelas," kata Irba, kemarin.

Dengan tidak diterapkannya kartu kendali atau sistem pendistribusian tertutup di Pekanbaru untuk gas bersubsidi DPP menerapkan sistem pangkalan dengan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET).Pangkalan yang memiliki alokasi diatas 1.000 tabung perbulan akan dipotong, kecuali pangkalan memiliki alasan jelas dan bisa diterima.

Disingung masih banyaknya restoran dan rumah makan besar tapi masih menggunakan gas bersusidi tiga kilo, Irba, menjelaskan, pengawasan tetap dilakukan. Setiap usaha yang memiliki omset Rp 300 juta pertahun atau 750-800 ribu perhari dilarang pakai gas elpiji bersubsidi.

" Makanya kita minta mereka untuk sadar agar beralih ke gas non subsidi, kalau keberatan sekarang kan sudah ada gas elpiji ukuran 5,5 kilo. Kalau tak ada kesadaran sanksi bakal kita berikan mulai dari peringatan secara persuasif, memanggil pemiliknya sampai pada penutupan usaha dan bisa berujung pada tindakan pidana,". Sekarang berdasarkan penggawasan kita di lapangan sudah ada tiga target  restoran dan rumah makan yang akan kita tindak," tegas Irba.

Dijelaskannya, untuk kuota pendistribusian gas elpiji tiga kilo di Pekanbaru tiap tahun terjadi penambahan hampir 5 persen dengan total diangka 650 ribu perbulan. Diluar yang sifatnya insidensial seperti terhambatnya distribusi karena jalan rusak dan jenis gangguan lainnya.

"Untuk hari Raya Idul kurban biasanya terjadi peningkatan penggunaan gas elpiji pada H+1, tapi Pertamina sudah menyiapkan  penambahan 5 persen dan 5 persen lagi untuk insidensial termasuk untuk hari- hari besar. Kami juga minta kepada masyarakat yang mengetahui ada restoran dan rumah makan besar tapi pakai gas bersubsidi segera laporkan ke kami," tutup Irba.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...