Langsung ke konten utama

Bocah Penderita Radang Paru dan Klep Jantung Bocor, Dizan Butuh Uluran Tangan

Aldizan Maghribi Ramadhan, bocah usia tujuh tahun penderita penyakit radang paru dan klep jantung bocor tampak sulit menghela nafas untuk mempertahankan hidupnya.

Tak banyak yang bisa dilakukannya selain hanya duduk meskipun dalam kondisi mengantuk sekalipun. Sebab kalau tubuhnya dibaringkan Aldizan tidak bisa bernafas lantaran perut yang semakin membuncit.

Kondisi kesehatan Aldizan memang sangat memprihatinkan, betapa tidak bukan hanya selang infus yang terpasang di bagian tubuhnya, selang oksigen juga tak pernah lepas dari hidung dan mulutnya. Sebenarnya dengan kondisi yang seperti itu, Aldizan tidak layak dirawat diruangan biasa.

Sebab menurut Dokter yang merawat saat pertama sekali Aldizan dibawa ke UGD Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad, Aldizan harus dirawat intensif di ruangan PICU. Tapi hal itu tidak bisa dilakukan sebab ruangan PICU yang sangat diharapkan penuh dipakai pasien lain.

"Tak ada pilihan lain yang bisa saya ambil selain merawat Dizan di ruangan biasa, sebab ruangan PICU di RSUD ini penuh. Kalau saya bawa ke Rumah Sakit lain, saya tak punya biaya karena untuk perwatan seperti sakit anak saya ini sangat besar. Jamkesda dan BPJS saya masih dalam pengurusan, jujur saya katakan saya sangat butuh uluran tangan demi kesembuhan anak saya. Kalau andainya BPJS saya tidak bisa diurus saya tidak akan bisa bayar biaya rumah sakit ini, bapak Aldizan hanya seorang petani cabai di kampung, daerah Talu Pasaman?" kata Deni, ibu Aldizan, memelas, Selasa,(22/8).

Deni menceritakan, Aldizan, lahir prematur di Rumah Sakit Andini, Pekanbaru, dengan berat badan 1,7 kilogram pada 18 Agustus tahun 2010. Sejak saat itu pula Dizan sudah sering sakit, bahkan muntah tak berhenti- henti, sehingga dia dibawa ke RSUD.

"Dizan ini anak keempat dari lima bersaudara, kalau sakit sudah sejak lahir dia alami, dua hari lahir di rumah sakit setelah dibawa pulang dia sudah muntah terus. Saya bawa ke RSUD, waktu itu dia dirawat di ruangan Perinatologi (ruangan penanganan bayi lahir bermasalah dengan kondisi pencernaan yang tidak bagus karena muntah terus. Paru- paru juga belum berkembang ditambah dengan klep jantung yang mengalami kebocoran. Dengan kondisi pencernaan yang tidak bagus itu, Dizan juga mengalami sulit buang air tidak pernah lancar sampai ke anusnya. Sehingga dioperasi untuk dibuatkan anus buatan di perutnya," jelas Deni, warga Komplek Villa Pesona  Panam, Blok B nomor 1,  Simpang Baru, Tampan.

Berbeda dengan sakit yang dialami sejak lahir, kini Aldizan kembali sakit yang awalnya hanya batuk dan pilek biasa, sudah dibawa ke klinik keshatan tapi tak kunjung sembuh. Bahkan kondisi Aldizan semakin parah dan sulit untuk bernafas, berbagaui upaya sudah dilakukan termasuk pengasapan untuk memasukkan obat ke dalam paru- paru. Tapi tidak juga membuat Aldizan sembuh, akhirnya Deni, memilih untuk membawa Aldizan ke Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad.

" Dokter menganjurkan Aldizan untuk dirawat di ruangan PICU, karena nafasnya sesak, sudah dilakukan cek darah dengan kandungan hanya 40 persen. Harus dibantui dengan oksigen, anak saya ini sudah bisa dibilang kritis, tapi apalah daya ruangan PICU penuh, mau bawa ke rumah sakit lain saya tidak punya biaya.

Direktur RSUD Arifin Achmad, Nuzelly Husnedi, membenarkan, ruangan PICU memang sedang penuh dipakai pasien lain, meski demikian dia berjanji kalau ruangan PICU sudah ada yang kosong Aldizan segera akan dipindahkan ke sana.

" Ruangan PICU memang sedang penuh, kapasitas untuk ruangan itu di RSUD memang sedikit sementara pasien banyak. Jadi kami harap bergantian. Nanti kalau ada pasien yang sudah keluar dari runagan PICU itu, Aldizan, kita pindahkan ke sana, maklumlah RSUD ini kan menangani pasien dari seluruh daerah di Riau, sedangkan kapasitas rungan itu terbatas, hanya ada lima ruangan, itupun dibantu dengan  ruangan High Care Unit. Yang jelas kita sama berdoa semoga pasien yang dirawat di ruangan PICU bisa segera membaik, kita tempatkan di High Care Unit, dan Aldizan kita pindahkan ke sana," tutup Nuzelly.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...