Langsung ke konten utama

Dinlai Banyak yang Tidak Paham Dunia Pendidikan, DPRD Minta Wako Evaluasi Kepsek

Terkait rencana evaluasi kepala sekolah yang ada di tingkat SD dan tingkat SMP, kalangan Dewan meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru benar-benar menunjuk orang yang punya jiwa kepemimpinan dan mempunyai hati dan nurani yang baik serta paham dengan dunia pendidikan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, H Marlis Kasim, saat dikonfirmasi wartawan akhir pekan kemarin menyampaikan, pergantian dan evaluasi yang memimpin sekolah nanti, benar-benar kepsek yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang bagus dan tidak memaksakan kehendaknya dengan merugikan orangtua murid.

"Kepsek yang ditunjuk benar-benar orang yang mempunyai rekam jejak yang baik dan memahami dunia pendidikan. Karena selama ini, banyak sekali laporan-laporan pungutan yang tidak wajar disekolah. Kepsek banyak memaksa, sehingga membebankan murid, terutama orang yang tidak mampu," Kata Marlis.

Dijelaskan oleh politisi dari PKB ini lagi, evaluasi menurutnya adalah sesuatu yang wajar dan upaya penyegaran. Berangkat dari itu semua, ada catatan yang harus diperhatikan dan diperbaiki. Terutama pembatasan daya tampung bagi siswa yang ada disekolah saat ajaran baru.

"Disdik tidak perlu juga memaksa. Karena Permendikbud nomor 17 tahun 2017 yang mengatur tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah jelas daya tampungnya. Sebaiknya aturan ini diikuti kedepan. Ini catatan juga bagi dinasnya sendiri," terangnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru dibawah Disdik, harus secepatnya berbenah diri. Mengingat, dari tahun ke tahun minat siswa di tahun ajaran baru semakin meningkat di sekolah negeri. Peningkatan itu, dipicu dari jumlah penduduk di setiap Kecamatan.

"Kalau memang ruang belajar tidak cukup dan daya tampung berkurang pemerintah harus menganggarkan ruang belajar yang lebih dari sekarang ini, sesuai dengan kemampuan daerah," pintanya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat Pekanbaru, agar memperhatikan anak-anaknya dalam belajar. Ketika anak tidak lolos masuk di sekolah negeri, orang tua tidak boleh pula memaksakan diri, sementara kapasitas ruang belajar di sekolah negeri terbatas.

"Ketika biaya di sekolah swasta besar, orang tua harus bisa memacu semangat belajar anaknya agar tekun. Terkadang ada orang tua anaknya tidak mampu dan malas belajar karena banyak mainnya. Anak juga harus disadarkan untuk belajar," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Disdik kota Pekanbaru memastikan melakukan mutasi Kepala Sekolah di bulan Agustus ini. Selain mengisi kekosongan, mutasi kali ini juga berkaitan dengan evaluasi kinerja dari Kepsek.

Terkait evaluasi kinerja, hanya dilakukan bagi Kepsek yang tidak sejalan dengan misi sekolah. Namun, nama Kepsek yang masuk dalam radar evaluasi tersebut masih dirahasiakan. Draft mutasi Kepsek tersebut sudah diserahkan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekanbaru.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...