Langsung ke konten utama

Datangi Sekolah, Oknum LSM Ngaku Wartawan Minta Dana

Beberapa kepala sekolah di Pekanbaru diresahkan oleh tindakan beberapa oknum yang mengaku dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang datang ke sekolah-sekolah dengan dalih melakukan peninjauan, lantas meminta dana ataupun sumbangan.

"Mereka datang bukan sekali dua kali kalau tidak kita kasih yang mereka minta. Anehnya mereka datang juga mengaku oknum wartawan dari beberapa media," aduan salah seorang kepala sekolah yang minta identitasnya tidak ditulis kepada wartawan, Rabu (30/8).

Lebih hebatnya, mereka juga langsung menuding pihak sekolah melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan sekolah atau sebagainya.

"Pokoknya mereka mencari-cari kesalahan, kalau tidak soal keuangan sekolah ya soal bangunan kita yang ada," ucap kepala sekolah SD tersebut.

Wakil ketua DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga juga tidak menampik banyaknya laporan beberapa oknum nakal LSM kepada pihaknya dilembaga dewan.

"Kita sudah dengar persoalan ini, dan kita minta Kesbangpol Pekanbaru menelusuri dan menindak LSM yang sudah menyalahi koridornya," katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyebut, pada dasarnya lembaga LSM ataupun organisasi jika bertugas atau bekerja sesuai aturannya sangat membantu masyarakat dan juga pemerintah.

"Namun itu dia, jika melakukan tindakan diluar batas aturan yang ditetapkan tentunya dapat merusak nama LSM atau organisasi-organisasi lainnya," tuturnya.

Sementara Kepala Badan Kesbangpol Agus Purnomo ketika dihubungi berharap, pihak sekolah yang merasa dirugikan atas tindakan oknum yang mengaku sebagai LSM bisa melapor kepada pihaknya agar bisa dilakukan penelusuran guna mencari kebenaran.

"Segera laporkan ke kita, jangan takut jika kita memang tidak melakukan kesalahan. Kita sudah selalu ingatkan kepada pihak LSM untuk tidak melakukan tindakan diluar batas fungsi yang diatur undang-undang," jelasnya.

Agus juga menjelaskan, dalam Undang-undang Nomor 1 7 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) jelas dikatakan fungsi LSM seharusnya menjadi agen pembangunan, pemberi informasi dan mendorong program-program pemerintah.

"Jadi kalau ada yang mencoba memeras atau mencoba menakui-nakuti ini harus diperingati, jika tidak bisa akan kita cabut tanda terdaftarnya untuk kemudian akan kita laporkan kepada pihak kepolisian," tegasnya.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...