Langsung ke konten utama

Kucurkan Anggaran Rp37.5 M, Gubri Serahkan RTLH Untuk 2.500 Warga Riau

Pemerintah Provinsi Riau mengucurkan anggaran sebesar Rp37,5 Miliar untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), melalui program Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS), dari Pemerintah pusat bagi 2.500 unit rumah yang tersebar di seluruh Kabupaten Kota se-Provinsi Riau.

Program BSPS tersebut secara simbolis diserahkan langsung Gubernur Arsyadjuliandi Rachman, kepada masyarakat Kabupaten Kuansing, Rabu (23/8) usai pembukaan Festival pacu jalur di Lapangan Limuno, Kabupaten Kuansing. Khusus untuk Kuansing, jumlah penerima BSPS sebanyak 205 warga.

Kepada penerima BSPS, Gubernur mengimbau anggaran yang diterima untuk perbaikan rumah layak huni, bisa digunakan sebaik-baiknya dan betul-betul menjadikan rumah yang selama ini tidak layak menjadi rumah yang sehat.

"Jadi, program yang ada sudah kita sampaikan ke masyarakat. Gunakan anggaran ini dengan baik untuk merenovasi rumah sehinga lebih nyaman ditempati lagi. Walaupun hanya 15 juta, tapi untuk rumah di kampung sudah cukup baik, apalagi dikerjakan dengan gotong royong," kata Gubri.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan M Amin menjelaskan, program BSPS yang menggunakan aggaran APBN ini telah melalui proses yang sesuai dengan peraturan. Pengajuan diajukan oleh Pemerintah Kabipaten Kota, selanjutnya diserahkan ke Gubernur untuk disampaikan ke Kementrian.

"Untuk tahun ini Gubernur mengajukan sebanyak 2500 unit, untuk tahap pertama diserahkan sebanyak 1822 unit. Dan tahap kedua bulan depan kembali akan diserahkan, sebanyak 678 unit. BSPS ini diberikan kepada masyarakat yang memiliki rumah yang tidak layak huni, yang perlu ada perbaikan seperti lantai, atap dinding dan lainnya," ujar Amin.

Dijelaskan Amin, maksud dari program bantuan stimulan perumahan swadaya, agar dapat memenuhi kebutuhan rumah yang layak huni bagi masyarakat. Adapun tujuannya, yakni untuk mendorong masyarakat agar mampu membangun atau meningkatkan kualitas rumah secara swadaya, sehingga dapat menghuni rumah yang layak di dalam lingkungan sehat dan aman.

"Sesuai dengan program dari pemerintah BSPS ini, mengurangi rumah kumuh di seluruh wilayah. Sehingga rumah ini nantinya menjadi sehat dan layak huni. Dan masing-masing warga menerima sebesar Rp15 juta per penerima," ungkapnya.

Berikut rincian jumlah penerima BSPS, untuk 1822 unit, Kota Pekanbaru sebanyak 100 unit dengan anggaran Rp1,4 Miliar, Kabupaten Indragiri Hilir 230 unit anggaran Rp3,6 Miliar, Kabupaten Indragiri Hulu 195 unit anggaran Rp2,7 Miliar. Kabupaten Kampar 200 unit anggaran Rp3 Miliar.

Kabupaten Meranti, 185 unit anggaran Rp2,7 Miliar, Kabupaten Kuansing 205 unit anggaran Rp3 Miliar. Kabupaten Pelalawan 208 unit Rp2,7 Miliar. Kabupaten Rokan Hilir, 112 unit anggaran Rp1,6 Miliar. Kabupaten Rokan Hulu, 80 unit anggaran Rp1,1 Miliar, Kabupaten Siak 190 unit, anggaran Rp2,7 Miliar. Kota Dumai 117 unit anggaran Rp1,75 Miliar.***

Komentar

Popular Post

HAKLI Riau Dikukuhkan, Bambang: Jadikan Media Berantas Penyakit Lingkungan

Wakil Ketua III Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Indonesia, Bambang Lukisworo secara resmi melantik pengurus HAKLI Riau periode 2017-2022, dengan ketua terpilih Erdinal Erdinal, SKM. MKM, Kamis (19/10) di Hotel Premiere. Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Dirut RSUD Arifin Ahmad dan juga ratusan tenaga kesehatan di Riau. Dalam sambutannya, Bambang mengatakan bahwa keberadaan HAKLI sangatlah dibutuhkan sebagai media bagi para tenaga kesehatan untuk melakukan berbagai informasi terkait dengan kesehatan lingkungan. Menurutnya, saat ini masalah kesehatan semakin komplek, dengan dua tantangan yang harus dihadapi diantaranya masalah penyakit tradisional seperti penyakit menular. Selain itu, penyakit yang disebabkan lingkungan juga banyak terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menjaga pola hidup sehat. Serta peran tenaga kesehatan tentunya sangat dibutuh...

Kunjungi Warga Miskin , Dewan Harap Pemerintah Berikan Perhatian Soal Pendidikan

Rumah petak berukuran 3x7 yang dihuni enam orang anak asuh rata rata berstatus pelajar SD dan SMP di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh mendapat kunjungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Khairani, Kamis (19/10). Dalam kunjungan ini, enam orang anak yang diasuh lantaran rata rata ditinggal orang tua ini terancam putus sekolah karena kurangnya biaya bagi pendidikan mereka. Bahkan sesuai keterangan Sahrial (47) pengasuh enam anak yang rata rata ditinggal mati orang tua dan ada yang ditnggal pergi tanpa kabar berita ini terancam putus sekolah, lantaran kurang mampu untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam kunjungan itu Nofrizal beserta Kadissos langsung berbincang bincang dengan Sahrial beserta enam orang anak asuhnya yang tinggal sehari-sehari di rumah semi permanen itu. Dari perbincangan tersebut, diketahui jika untuk kebutuhan makan dan keperluan sehari hari Sahrial mengaku masih sanggup untuk menga...

Mito T59, Tabletnya Anak Muda

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, tablet Mito T59 Fantasy disambut hangat masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Hal ini, tak lain karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. ''Untuk Mito T59 Fantasy ini harganya cukup terjangkau. Apalagi saat ini lagi turun harga, dari Rp799.000 menjadi Rp759.000,'' ungkap Supervisor Unistar Seluler Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru Ferrydai, kepada Haluan Riau, kemarin. Untuk desain Mito T59 Fantasy, tablet ini terlihat biasa layaknya sebuah tablet normal, tampil dengan layar 7 inci beresolusi 1024 x 600 pixel. ''Bila diperhatikan, tipe tombol yang digunakan bertipe on-screen,'' ungkapnya. Dari segi performa, Tablet ini bertenaga prosesor Quad Core 1.2Ghz Cortex A7 yang dipadu RAM 1GB dan memori internal 8GB, serta menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow terbaru, belum diketahui apakah tablet ini juga dilengkapi slot ekspansi via kartu SD atau tidak. Mito T59 Fantasy Tablet disebut cocok untuk gaming, wala...